Tak Punya Empati, Ini 7 Ciri-Ciri Orang Kepribadian Narsis
Daftar Isi
Berinteraksi orang narsistik atau narsis dalam jangka panjang tidak baik untuk kestabilan emosional seseorang. Oleh karena itu, kamu perlu tahu ciri-ciri orang kepribadian narsis agar bisa mengantisipasinya sedari awal.
Mengutip WebMD, narsisisme merupakan keterlibatan diri yang ekstrem hingga seseorang bisa mengabaikan kebutuhan orang-orang di sekitarnya.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Penting untuk dicatat, narsis bisa berupa suatu sifat, tetapi juga bisa jadi bagian dari gangguan kepribadian yang lebih besar. Namun tak semua orang narsis pasti memiliki narcissistic personality disorder atau NPD, karena narsisme berada dalam sebuah spektrum.
Ciri-ciri orang kepribadian narsis
Dalam banyak kasus, sifat ini bisa berkembang menjadi pola perilaku yang merugikan orang di sekitarnya. Mereka cenderung menempatkan diri sendiri di atas kepentingan orang lain.
Oleh karena itu, penting untuk mengenali tanda-tandanya sejak awal supaya kamu bisa lebih waspada:
1. Sering butuh pujian dan pengakuan
Salah satu ciri-ciri orang kepribadian narsis yang paling menonjol, yakni kebutuhan besar untuk dipuji. Ia ingin terus mendapat validasi dari orang lain agar egonya terpenuhi.
Itulah mengapa orang narsis sering membesar-besarkan pencapaian atau mencari perhatian dalam berbagai situasi. Bila tidak mendapat apresiasi, ia bisa merasa tersinggung atau kecewa.
2. Suka memanipulasi orang lain
Orang narsis kerap menggunakan cara-cara manipulatif untuk mendapatkan apa yang mereka inginkan. Pada awalnya, ia mungkin tampak sangat baik, ramah, dan meyakinkan.
Namun seiring waktu, kepentingan pribadinya akan selalu diutamakan. Ia juga bisa menjaga jarak dengan orang lain agar tetap punya kendali.
3. Kurang empati terhadap orang sekitar
Kurangnya empati adalah tanda penting lainnya. Orang narsis sulit memahami perasaan, kebutuhan, atau sudut pandang orang lain.
Akibatnya, mereka sering tidak merasa bersalah saat menyakiti orang lain. Sikap ini membuat mereka juga cenderung sulit bertanggung jawab atas perilaku sendiri.
4. Sulit menjaga pertemanan jangka panjang
Ciri-ciri orang dengan kepribadian narsis lainnya, ia sering mengalami konflik dalam hubungan sosial. Jika diperhatikan lebih jauh, ia biasanya tidak memiliki banyak teman dekat yang bertahan lama.
Menurut laman Healthline, orang narsis juga mudah tersinggung ketika kamu menghabiskan waktu dengan orang lain. Bahkan, mereka bisa membuatmu merasa bersalah karena punya kehidupan sosial di luar hubunganmu dengannya.
5. Sering merendahkan dan mengkritik
Awalnya mungkin terdengar seperti candaan, tetapi lama-lama komentar orang narsis bisa menjadi menyakitkan. Mereka bisa mengomentari penampilan, makanan, kebiasaan, hingga pilihan hidupmu.
Tujuan utamanya, yakni membuatmu merasa kecil agar mereka terlihat lebih unggul. Kebiasaan ini bisa sangat melelahkan secara emosional.
6. Suka gaslighting
Gaslighting merupakan bentuk manipulasi psikologis yang membuat korban meragukan kenyataan sendiri. Orang narsis bisa berbohong, memelintir fakta, atau menyangkal kejadian yang sebenarnya.
Jika dilakukan terus-menerus, kamu bisa bingung dan kehilangan kepercayaan pada penilaian sendiri. Ini termasuk tanda paling berbahaya dalam hubungan yang tidak sehat.
7. Selalu merasa benar dan tak mau minta maaf
Orang narsis sering menganggap diri paling benar dalam segala hal. Saat terjadi konflik, mereka cenderung menolak kompromi.
Permintaan maaf pun jarang keluar karena mereka sulit mengakui kesalahan. Dalam banyak kasus, mereka justru melihat perbedaan pendapat sebagai kesempatan untuk menggurui.
Itulah ciri-ciri orang kepribadian narsis yang perlu kamu ketahui supaya bisa menjaga batasan dan melindungi kesehatan mental.
Kalau kamu merasa ada orang di dekatmu melakukan berbagai perilaku di atas, jangan abaikan tanda-tandanya. Segeralah cari cara untuk keluar dari hubungan atau pertemanan toksik tersebut.
(rti) Add
as a preferred source on Google
