Kampung di Gunungkidul Ini Hilang Ditinggal Warga, Kini Bak Kota Mati
Kisah tentang sebuah perkampungan yang hilang bak kota hantu nampak seperti cerita di film-film. Tapi, kisah yang sama terjadi di Gunungkidul, DI Yogyakarta.
Adalah sebuah kampung bernama Padukuhan Sari yang kini bak kota hantu. Kampung ini terpaksa 'hilang' dari administrasi kelurahan lantaran ditinggalkan oleh penduduknya.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Padukuhan ini berada di Kalurahan Banjarejo, Tanjungsari, Gunungkidul. Kini, daerah itu jadi kota mati karena banyaknya warga yang pindah setelah mengikuti program transmigrasi hingga keluarga berencana.
Padahal, jaraknya tidak jauh dari Kantor Kalurahan Banjarejo. Cukup 500 meter saja. Aksesnya juga terbilang mudah.
Berdasarkan laporan detikJogja, tampak dua rumah yang telah rusak dan tidak beratap. Rumah satunya kini beralih fungsi jadi kandang ayam.
Dukuh Sangen I, Suparno mengatakan, bangunan-bangunan itu dulunya merupakan tempat tinggal warga. Ia pernah mengunjungi Padukuhan Sari pada 1998 silam.
"Waktu itu, Dukuh Sari masih aktif, bahkan sempat berteman dengan saya. Tapi, sekarang Pak Dukuh Sari sudah meninggal dunia," ujar dia di Banjarejo, Tanjungsari, Gunungkidul.
Meski jumlahnya tidak banyak, Padukuhan Sari dulu dihuni sejumlah orang. Sebagian besar penduduknya berprofesi sebagai petani.
Namun, lambat laut, satu per satu penduduk pun pergi meninggalkan padukuhan. Hingga tahun 1998, hanya ada beberapa KK yang meninggali kawasan tersebut.Setelah semua penduduknya hilang, Kalurahan Banjarejo pun akhirnya menghapus Padukuhan Sari dari wilayah administratif Banjarejo. Dari sebelumnya total ada 22 dukuh, kini menjadi hanya 21 padukuhan.
"Kalau tidak salah, akhir tahun 1990-an itu [Padukuhan Sari dihapus dari wilayah administratif Banjarejo]. Jumlah KK di Sari terbilang sedikit juga, dan karena semakin berkurang, jadinya habis dan akhirnya dihapus," ujar Lurah Banjarejo Dwi Haryanto.
Program transmigrasi ke Sumatra jadi salah satu penyebabnya. Beberapa warga Sari tergerak untuk mengikuti program tersebut. Banyak juga anak-anak dari warga Sari yang keluar dan memulai hidup baru.
Akibat banyaknya warga yang pergi, Padukuhan Sari hanya menyisakan orang tua. Mereka kemudian meninggal dunia dan membuat banyak orang kesepian.
Lambat laun, tak ada perkembangan penduduk di Padukuhan Sari. Sementara yang masih hidup, memutuskan untuk pindah satu per satu.
as a preferred source on Google
