Kenapa Anak Sekarang Terlihat Sibuk? Yuk, Kenali Concerted Cultivation

CNN Indonesia
Kamis, 25 Jun 2026 06:00 WIB
Secara sederhana, concerted cultivation adalah pola asuh yang menekankan keterlibatan aktif orang tua dalam perkembangan anak.
Ilustrasi. Secara sederhana, concerted cultivation adalah pola asuh yang menekankan keterlibatan aktif orang tua dalam perkembangan anak. (Istockphoto/ SeventyFour)
Daftar Isi
Jakarta, CNN Indonesia --

Pernah melihat anak yang sibuk setiap hari dari bersekolah hingga mengikuti banyak les sekaligus? Hal tersebut dikenal dengan istilah pola asuhan concerted cultivation. Apa itu concerted cultivation?

Secara sederhana, concerted cultivation adalah pola asuh yang menekankan keterlibatan aktif orang tua dalam perkembangan anak. Biasanya pola asuh ini dipakai oleh orang tua yang berasal dari keluarga menengah ke atas hingga atas.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Ciri khas dari pola asuh ini adalah anak memiliki banyak sekali aktivitas yang bisa meningkatkan kemampuan mereka. Contohnya, setelah bersekolah anak akan mengikuti les matematika, sepak bola, berenang, dan masih banyak lagi.

Pengertian concerted cultivation

Apa itu concerted cultivation? Mengutip dari situs Sagepub, concerted cultivation adalah pola asuh yang diperkenalkan oleh sosiolog Annette Lareau.

Dalam pola asuh ini, orang tua secara sengaja mengembangkan kemampuan anak melalui berbagai aktivitas yang terstruktur, komunikasi yang intens, serta keterlibatan dalam pendidikan anak.

Orang tua tidak hanya memenuhi kebutuhan dasar anak, tetapi juga aktif membantu mereka mengembangkan bakat, keterampilan sosial, kemampuan berpikir, dan rasa percaya diri.

Tujuannya adalah membantu anak memiliki bekal yang cukup untuk menghadapi pendidikan, lingkungan sosial, dan tantangan di masa depan.

Ciri-ciri concerted cultivation

Situs Cultivate juga menambahkan beberapa ciri-ciri pola asuh concerted cultivation pada anak dan orang tua. Berikut di antaranya.

1. Anak mengikuti berbagai kegiatan terstruktur

Orang tua biasanya mendaftarkan anak ke berbagai aktivitas seperti olahraga, kursus musik, les bahasa, atau kegiatan ekstrakurikuler lainnya untuk mengembangkan minat dan bakat mereka.

2. Orang tua aktif berdiskusi dengan anak

Dalam keluarga yang menerapkan concerted cultivation, anak didorong untuk menyampaikan pendapat, bertanya, dan berdiskusi. Orang tua terbiasa mendengarkan sudut pandang anak sebelum mengambil keputusan.

3. Keterlibatan tinggi dalam pendidikan

Orang tua aktif memantau perkembangan akademik anak, berkomunikasi dengan guru, hingga membantu anak mengatasi kesulitan belajar.

4. Mendorong anak berinteraksi dengan banyak orang

Anak diajarkan untuk percaya diri saat berbicara dengan orang dewasa, mengungkapkan kebutuhan, dan berani menyampaikan pendapat secara sopan.

Manfaat concerted cultivation

Tentunya ada alasan mengapa banyak orang menggunakan pola asuh yang satu ini. Berikut adalah beberapa manfaatnya.

1. Membantu anak lebih percaya diri

Karena terbiasa mengemukakan pendapat dan berinteraksi dengan berbagai orang, anak cenderung lebih percaya diri dalam lingkungan sosial maupun akademik.

2. Mengembangkan kemampuan komunikasi

Anak belajar menyampaikan ide, berdiskusi, dan bernegosiasi dengan baik sejak usia dini.

3. Meningkatkan keterampilan memecahkan masalah

Melalui berbagai aktivitas dan pengalaman, anak terbiasa berpikir kritis serta mencari solusi saat menghadapi tantangan.

4. Mendukung prestasi akademik

Keterlibatan orang tua dalam pendidikan dapat membantu anak mendapatkan dukungan yang lebih optimal selama proses belajar.

5. Membantu anak menemukan minat dan bakat

Beragam kegiatan yang diikuti memberi kesempatan bagi anak untuk mengenali potensi yang mereka miliki sejak dini.

Apakah concerted cultivation cocok untuk semua keluarga?

Meski memiliki banyak manfaat, pola asuh ini perlu diterapkan secara seimbang. Jadwal yang terlalu padat atau tekanan untuk selalu berprestasi dapat membuat anak kelelahan.

Karena itu, penting bagi orang tua untuk tetap memperhatikan kebutuhan istirahat, waktu bermain, dan minat anak.

Demikian adalah jawaban dari pertanyaan apa itu concerted cultivation yang membuat anak terlihat terlalu sibuk. Semoga bermanfaat.

(sac/asr) Add as a preferred
source on Google