7 Cara Mendampingi Anak yang Mudah Menangis agar Lebih Tenang

CNN Indonesia
Senin, 29 Jun 2026 18:30 WIB
Orang tua perlu tahu bagaimana cara mendampingi anak yang mudah menangis, bukan dengan cara memarahi atau menyuruhnya berhenti.
Ilustrasi. Orang tua perlu tahu bagaimana cara mendampingi anak yang mudah menangis, bukan dengan cara memarahi atau menyuruhnya berhenti. (iStockphoto/Rawpixel)
Daftar Isi
Jakarta, CNN Indonesia --

Orang tua sering kali merasa bingung ketika anak tiba-tiba menangis karena hal yang terlihat sepele. Padahal, menangis merupakan respons alami saat anak merasa kewalahan oleh emosi yang kuat.

Ketahui cara mendampingi anak yang mudah menangis agar mereka mampu mengelola perasaannya dengan lebih baik.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Ketimbang memarahi, melabeli anak cengeng, atau meminta mereka berhenti menangis, orang tua perlu membantu mereka memahami apa yang sedang dirasakan.

Dengan pendampingan yang tepat, anak dapat belajar menghadapi kekecewaan, ketakutan, maupun tekanan sosial secara sehat.

Cara mendampingi anak yang mudah menangis

Alih-alih menghakimi, orang tua sebaiknya membantu anak mengenali apa yang sedang ia rasakan dan mendampinginya hingga emosinya mereda.

Dilansir dari Neuro Divergent Insight, berikut cara mendampingi anak yang mudah menangis, tanpa memarahi atau menekan perasaannya.

1. Ciptakan lingkungan yang tenang

Anak yang sensitif lebih mudah merasa kewalahan ketika berada di lingkungan bising, ramai, atau tidak teratur. Oleh karena itu, orang tua perlu menciptakan suasana rumah yang nyaman dengan rutinitas jelas dan dapat diprediksi.

Lingkungan tenang dapat membantu anak merasa aman, sehingga tingkat kecemasan dan stresnya dapat berkurang.

2. Validasi perasaan anak tanpa menghakimi

Salah satu kesalahan yang sering terjadi, yakni mengatakan anak terlalu berlebihan atau cengeng. Padahal, perasaan yang mereka alami nyata dan penting untuk diakui.

Dengarkan keluhannya dan tunjukkan Anda memahami apa yang dirasakannya. Ketika perasaannya diterima, anak akan lebih mudah belajar mengelola emosinya secara sehat.

3. Pahami sensitivitas anak bukan kelemahan

Anak yang mudah menangis memiliki sistem saraf lebih responsif dibandingkan anak lain. Situasi yang terlihat biasa bagi orang lain bisa terasa sangat berat bagi mereka.

Penting bagi orang tua untuk melihat tangisan sebagai sinyal anak sedang mengalami tekanan emosional, bukan perilaku yang sengaja dibuat-buat. Pemahaman ini merupakan bagian penting dari cara mendampingi anak yang mudah menangis secara efektif.

4. Ajarkan keterampilan mengelola emosi

Anak perlu dibekali keterampilan mengelola emosi ketika menghadapi situasi yang membuatnya frustrasi atau sedih.

Orang tua dapat mengajarkan teknik pernapasan dalam, relaksasi sederhana, mindfulness, atau mengajak anak mengambil jeda sejenak saat emosinya memuncak.

Selain itu, dorong anak menyalurkan perasaannya melalui kegiatan positif seperti menggambar, menulis, atau berbicara dengan orang yang dipercaya.

5. Berikan waktu istirahat yang cukup dan hindari overstimulasi

Anak yang sensitif biasanya membutuhkan waktu lebih banyak untuk memulihkan energi setelah menjalani aktivitas padat. Jadwalkan waktu istirahat yang cukup dan sediakan sudut tenang di rumah yang dapat digunakan anak ketika merasa kewalahan.

Selain itu, membatasi paparan suara keras, keramaian, atau rangsangan berlebihan juga dapat membantu menjaga kestabilan emosinya.

6. Latih kemampuan berkomunikasi dan bersikap asertif

Tak sedikit anak yang kesulitan menyampaikan kebutuhan atau ketidaknyamanannya secara langsung. Akibatnya, emosi menumpuk hingga akhirnya keluar dalam bentuk tangisan.

Orang tua dapat membantu dengan mengajarkan cara mengungkapkan pendapat, mengatakan tidak dengan sopan, serta menyampaikan batasan pribadi.

7. Jadilah teladan dalam mengelola emosi

Anak belajar banyak dari apa yang mereka lihat setiap hari. Jadi, orang tua perlu menunjukkan contoh yang baik dalam menghadapi stres, kekecewaan, ataupun rasa marah.

Misalnya, ketika sedang kesal, Anda dapat mengatakan sedang membutuhkan waktu beberapa menit untuk menenangkan diri sebelum berbicara kembali. Pendekatan ini mengajarkan, setiap orang memiliki emosi dan ada cara sehat untuk mengelolanya.

Pada akhirnya, cara mendampingi anak yang mudah menangis tidak bertujuan menghilangkan tangisan sepenuhnya, melainkan membantu anak memahami dan mengelola emosinya dengan lebih baik.

(gas/rti) Add as a preferred
source on Google


[Gambas:Video CNN]