Ini 7 Tanda Komunikasi dengan Anak Mulai Jauh, Segera Perbaiki
Di antara semua hubungan yang ada, hubungan orang tua dan anak biasanya dianggap ikatan paling kuat dan penuh kasih. Namun seiring bertambahnya usia anak, hubungan ini bisa berubah sehingga membuat komunikasi terasa lebih jauh.
Ada beberapa tanda yang menunjukkan komunikasi orang tua dengan anaknya mulai menjauh. Dalam beberapa kasus, anak mulai sulit terbuka, lebih sering diam, atau hanya berbicara seperlunya.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Tanda komunikasi dengan anak mulai jauh
Mengenali tanda komunikasi dengan anak mulai jauh bisa menjadi langkah pertama untuk memperbaiki kedekatan yang mulai memudar, terutama dengan anak yang sedang beranjak dewasa.
1. Obrolan hanya di permukaan
Salah satu tanda komunikasi dengan anak mulai jauh, yakni ketika percakapan hanya berputar pada hal-hal ringan. Anak mungkin hanya membahas cuaca, kabar singkat, atau cerita umum tanpa pernah masuk ke topik yang lebih pribadi.
Mereka menghindari membicarakan perasaan, masalah, hubungan, atau hal-hal yang sedang mereka hadapi. Menurut Your Tango, jika ini terjadi terus-menerus, bisa jadi mereka tidak lagi merasa nyaman menjadikan orang tua sebagai tempat aman untuk bercerita.
2. Minim kasih sayang dan rasa terima kasih
Anak yang dahulu hangat, bisa saja menjadi lebih dingin seiring waktu. Mereka mungkin jarang mengucapkan "aku sayang Ibu/Ayah" atau "terima kasih" atas perhatian yang diberikan.
Saat bentuk apresiasi dan afeksi makin jarang terlihat, hubungan emosional bisa terasa melemah. Bila dibiarkan, jarak emosional akan terasa makin nyata dalam keseharian.
3. Hanya menghubungi saat butuh
Jika anak hanya datang saat membutuhkan bantuan, misalnya minta uang atau lainnya, hubungan itu bisa terasa sangat satu arah. Mereka jarang sekadar bertanya kabar atau melihat kondisi orang tua tanpa alasan tertentu.
Ini menjadi tanda komunikasi dengan anak mulai jauh karena hubungan terasa lebih transaksional. Kedekatan orang tua dan anak yang sehat, seharusnya tidak hanya muncul saat ada kebutuhan.
4. Dendam yang berkepanjangan
Beberapa anak menyimpan luka masa lalu dan terus mengungkitnya dalam berbagai kesempatan. Mereka mungkin sulit melupakan kesalahan orang tua, bahkan ketika sudah ada permintaan maaf atau upaya memperbaiki hubungan.
Jika rasa kecewa itu terus dipelihara, komunikasi akan sulit berkembang. Rasa dendam yang kuat sering menjadi penghalang untuk memulihkan hubungan. Akibatnya, setiap percakapan mudah berubah menjadi konflik atau sindiran.
5. Sikap tidak menghormati
Sikap merendahkan, sarkasme, membantah dengan nada kasar, atau mempermalukan orang tua di depan orang lain, menjadi tanda lainnya yang tak boleh diabaikan.
Bentuk ketidakhormatan seperti ini bisa muncul dalam ucapan maupun bahasa tubuh, misalnya sering memutar bola mata atau menolak merespons orang tua.
6. Ekspresi emosi terasa datar
Menurut laman We Village, tanda komunikasi dengan anak mulai jauh lainnya, yakni anak yang biasanya ceria bisa berubah menjadi sangat datar, jarang tersenyum, dan tidak menunjukkan reaksi seperti dahulu.
Mereka tampak kurang antusias saat bertemu atau mendengar sesuatu yang sebelumnya mereka sukai.
7. Menghindari kontak mata dan kedekatan
Anak yang mulai menjauh biasanya juga menghindari kontak mata. Saat berbicara, mereka lebih sering menunduk, melihat ke arah lain, atau tampak tidak benar-benar hadir. Bahkan ketika sedang berdua, mereka tetap terlihat menjaga jarak.
Lalu, bagaimana cara memperbaiki hubungan dengan anak? Jika beberapa tanda di atas mulai terlihat, jangan langsung panik.
Cobalah membuka percakapan dengan lembut, mendengarkan tanpa menghakimi, dan memberi ruang bagi anak untuk bicara.
Perbaikan hubungan butuh waktu, kesabaran, dan sikap konsisten. Yang terpenting, tunjukkan bahwa orang tua tetap menjadi tempat bersandar yang aman dan hangat.
(rti) Add
as a preferred source on Google
[Gambas:Video CNN]
