Vaksin Rancangan AI Lulus Uji Klinis, Cegah Pandemi di Masa Depan

CNN Indonesia
Minggu, 14 Jun 2026 23:00 WIB
Uji klinis pertama vaksin yang dirancang AI dinyatakan aman.
Ilustrasi. Uji klinis pertama vaksin yang dirancang AI dinyatakan aman. (DW News)
Jakarta, CNN Indonesia --

Vaksin yang dibuat menggunakan artificial intelligence (AI) telah uji klinis pertama pada manusia. Vaksin ini pun berpotensi mencegah pandemi di masa depan.

Vaksin yang disebut universal vaccine ini dikembangkan oleh peneliti dari Universitas Cambridge dan Universitas Southampton dirancang untuk melindungi dari berbagai virus corona Sarbeco. Dalam siaran pers, mereka menyebut virus ini merupakan "kelompok besar virus yang terjadi di alam termasuk SARS-CoV-2, yang menyebabkan pandemi Covid."

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Vaksin tradisional harus terus diperbarui sebab virus bermutasi.

"Virus seperti Influenza, virus corona, dan kelompok Ebola terus berevolusi, dan pada saat vaksin diluncurkan, vaksin tersebut mungkin tidak lagi sesuai," kata profesor Universitas Southampton sekaligus kepala peneliti uji coba, Saul Faust mengutip dari Fox News.

Berdasar siaran pers, para peneliti mencatat semua data urutan genetik yang tersedia untuk virus corona Sarbeco, lalu menggunakan AI untuk merancang "super-antigen" yang mengandung fitur antigen "yang umum untuk seluruh kelompok virus ini, termasuk yang belum muncul."

Antigen adalah bahan aktif dalam vaksin yang berguna untuk memicu respons sistem kekebalan tubuh dan melawan infeksi.

Uji klinis pertama berlangsung aman dan memicu respons imun pada 39 sukarelawan sehat.

Vaksin diberikan lewat jet mikro-fluida. Tanpa jarum, imunisasi lewat kulit dilakukan lewat aliran cairan bertekanan tinggi yang sangat kecil. Metode ini digunakan sebab lebih cepat dan mudah diterapkan pada banyak orang.

"Hal ini menandai pertama kalinya vaksin yang komponen aktifnya dirancang sepenuhnya melalui simulasi komputer diuji pada manusia," demikian yang tertulis dalam siaran pers.

Uji klinis ini masih perlu diikuti dengan uji klinis yang lebih besar dan melibatkan populasi yang lebih luas serta beragam.

Vaksin diharapkan dapat mencegah pandemi seperti pandemi Covid yang mengguncang dunia awal 2020 silam.

"Jika kita dapat mengembangkan dan memajukan secara klinis kelas vaksin baru ini sebelum wabah virus dimulai, jutaan nyawa dapat diselamatkan, lockdown wilayah dapat dihindari, dan ekonomi dapat dipertahankan," kata Faust.

(els) Add as a preferred
source on Google


[Gambas:Video CNN]