Lagi 'Cutting Sugar'? Cek Gula Tersembunyi Ini di Produk Favoritmu

CNN Indonesia
Minggu, 14 Jun 2026 19:35 WIB
Hati-hati, ada sejumlah gula 'tersembunyi' dalam makanan atau minuman yang biasa kamu konsumsi.
Ilustrasi. Hati-hati, ada sejumlah gula 'tersembunyi' dalam makanan atau minuman yang biasa kamu konsumsi. (freepik.com/jcomp)
Daftar Isi
Jakarta, CNN Indonesia --

Beberapa orang sedang mencoba cutting sugar alias memangkas konsumsi gula harian. Apa kamu juga sedang mengurangi gula? Sebaiknya cek gula-gula 'tersembunyi' pada produk yang biasa kamu beli.

Gula sebenarnya bukan 'musuh'. Namun saat konsumsinya berlebihan, kamu patut waspada akan sejumlah masalah kesehatan termasuk diabetes.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Sebagian orang mulai sadar akan konsumsi gula sehingga lebih teliti dalam membeli makanan dan minuman kemasan. Tabel nutrisi tidak luput dari pengecekan.

Gula 'tersembunyi' pada makanan dan minuman

Pada kemasan, biasanya dicantumkan gula total (total sugar) dan gula tambahan (added sugar). Melansir dari laman FDA, gula total mencakup gula alami pada bahan pangan dan gula tambahan pada produk.

Sementara itu, gula tambahan mencakup gula yang ditambahkan selama pemrosesan makanan, makanan yang dikemas sebagai pemanis, gula dari sirup dan madu, serta jus buah dan konsentrasi sayuran. Gula tambahan tidak termasuk gula alami pada bahan pangan.

Kamu perlu waspada akan gula tambahan. Pasalnya, gula tambahan tidak selalu diberi istilah 'sugar' atau 'glucose'.

Melansir dari Healthline, berikut deret gula tersembunyi pada makanan dan minuman.

1. Sukrosa

Sukrosa termasuk jenis gula yang paling umum. Sukrosa diekstrak dari tebu atau sugar beet. Gula ini terdiri dari 50 persen glukosa dan 50 persen fruktosa. Kamu bisa menemukannya pada es krim, permen, biskuit, soda, jus buah, buah kalengan, dan saus tomat.

2. High fructose corn syrup (HFCS)

Sirup jagung fruktosa tnggi merupakan pemanis yang paling banyak digunakan di AS. Diproduksi dari pati jagung, HFCS terdiri dari fruktosa dan glukosa.

HFCS banyak terdapat pada soda, roti, kue kering, permen, kue, dan es krim.

3. Agave nectar

Hati-hati gula tersembunyi pada makanan dan minuman kemasan.Ilustrasi. Nektar agave terbuat dari tanaman agave. Umumnya nektar agave digunakan sebagai alternatif gula yang lebih 'sehat'. (Ulises RUIZ / AFP) 

Disebut sirup agave, pemanis ini dihasilkan dari tanaman agave. Umumnya nektar agave digunakan sebagai alternatif 'sehat' untuk gula sebab tidak meningkatkan kadar gula darah sebanyak jenis gula lain.

Akan tetapi yang perlu diingat, nektar agave mengandung 70-90 persen fruktosa dan 10-30 persen glukosa.

4. Pemanis dengan glukosa dan fruktosa

Sebagian gula dan pemanis tambahan mengandung glukosa dan fruktosa. Jika menemukan istilah-istilah berikut pada produk kemasan, bisa dipastikan ini adalah gula tambahan.

  • Beet sugar
  • Buttered syrup
  • Fruit juice concentrate
  • Honey
  • Maple syrup
  • Molasses
  • Rapadura
  • Sucanat

5. Pemanis dengan glukosa

Jenis pemanis tambahan ini mengandung glukosa murni atau glukosa yang dikombinasikan dengan gula selain fruktosa. Gula lain ini bisa termasuk galaktosa.

  • Barley malt
  • Dextrin
  • Dextrose
  • Diastatic malt
  • Ethyl maltol
  • Maltodextrin
  • Maltose

6. Pemanis dengan fruktosa

Jenis pemanis ini hanya mengandung fruktosa seperti crystalline fructose dan fructose.

7. Jenis gula lainnya

Beberapa gula tambahan tidak mengandung baik glukosa maupun fruktosa. Kadang gula jenis tidak kurang manis dan tidak umum digunakan seperti D-ribosa dan galaktosa.

(els) Add as a preferred
source on Google


[Gambas:Video CNN]