Kamu Merasa Diremehkan? Ini 7 Cara Menghadapinya agar Tak Kepikiran
Diremehkan orang lain rasanya memang tidak enak. Satu kalimat yang terdengar merendahkan bisa membuat pikiran berputar lama dan mengusik rasa percaya diri.
Meski begitu, perasaan diremehkan perlu dihadapi dengan tenang. Tidak semua situasi harus langsung dibalas dengan emosi. Berikut tujuh cara menghadapi perasaan diremehkan.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
1. Ambil jeda sebelum merespons
Saat merasa diremehkan, dorongan pertama biasanya ingin langsung membalas. Padahal, respons yang terlalu cepat bisa membuat situasi makin panas.
Mengutip Psychology Today, salah satu langkah saat merasa diremehkan atau tidak dihargai adalah mengambil jarak sebentar sebelum bereaksi.
Jeda ini membantu seseorang membaca ulang situasi, apakah ucapan itu benar-benar merendahkan atau hanya disampaikan dengan cara yang buruk.
2. Bedakan fakta dan asumsi
Merasa diremehkan itu valid, tapi tetap perlu dikaji ulang. Bedakan fakta, seperti pembicaraan dipotong, ide diabaikan, atau komentar tajam, dengan asumsi seperti "dia pasti ingin menjatuhkan saya".
Supaya lebih jelas, tanyakan: "perilaku apa yang membuat saya merasa diremehkan?"
Melansir Harvard Business Review, lebih dari separuh responden dalam survei terhadap lebih dari 1.000 pekerja penuh waktu di AS merasa hanya agak dihargai atau bahkan tidak dihargai sama sekali oleh organisasi mereka.
Ini menunjukkan perasaan tidak dihargai cukup umum. Yang penting adalah mengenali penyebabnya, apakah karena kontribusi tidak terlihat, tidak diberi ruang berkembang, atau memang berada di lingkungan yang tidak sehat.
3. Sampaikan batas dengan tenang
Tindakan diremehkan tidak harus dibalas dengan menyerang. Cara yang lebih sehat adalah bicara secara asertif, yaitu tegas, tetapi tetap tenang.
Salah satu cara merespons perlakuan tidak sopan adalah menetapkan batas yang jelas, menanyakan maksud ucapan yang merendahkan, dan tahu kapan perlu menjauh dari percakapan yang tidak produktif.
4. Jangan jadikan satu orang sebagai ukuran diri
Diremehkan bisa membuat seseorang meragukan diri sendiri, apalagi jika komentar itu datang dari orang yang dianggap penting.
Studi tentang perceived recognition atau pengakuan dari orang lain menemukan pengalaman merasa diremehkan dapat menurunkan self-efficacy, yaitu keyakinan seseorang terhadap kemampuannya sendiri.
Karena itu, jangan menggantungkan nilai diri pada satu komentar atau satu orang. Lihat lagi bukti yang lebih nyata, seperti pekerjaan yang sudah selesai, progres yang dicapai, dan kemampuan yang pernah terbukti.
5. Cari dukungan dari orang yang tepat
Saat merasa diremehkan, bercerita kepada orang lain bisa membantu. Pilih orang yang bisa mendengar dengan jernih, bukan hanya ikut memanaskan emosi.
Dukungan yang baik bukan sekadar membenarkan, tetapi juga membantu melihat situasi dari sudut pandang lain dan menentukan langkah berikutnya.
Dukungan itu bisa datang dari teman dekat, mentor, atasan yang suportif, konselor, atau psikolog.
6. Bangun lagi rasa percaya diri
Perasaan diremehkan sering meninggalkan bekas. Seseorang bisa takut mencoba lagi, malas bicara, atau merasa usahanya tidak akan dihargai.
Untuk menghadapinya, bangun lagi rasa percaya diri dengan cara konkret. Catat hal yang sudah berhasil dikerjakan, ingat progres yang pernah dicapai, dan minta masukan dari orang yang objektif.
7. Tahu kapan harus menjauh
Ada beda antara kritik dan sikap merendahkan. Kritik biasanya memberi arah perbaikan, sedangkan sikap merendahkan membuat seseorang merasa kecil, tidak mampu, atau tidak berharga.
Jika perlakuan itu terjadi berulang, apalagi dalam bentuk hinaan, sindiran, manipulasi, atau pelecehan verbal, menjaga jarak bisa menjadi pilihan yang lebih sehat.
(anm/fef) Add
as a preferred source on Google
[Gambas:Video CNN]
