Bolehkah Donor Darah Saat Haid? Ini Penjelasan Medisnya
Banyak perempuan masih merasa ragu ketika ingin mendonorkan darah saat haid. Menstruasi yang menyebabkan keluarnya darah setiap bulan membuat sebagian orang khawatir tubuh akan kehilangan terlalu banyak darah jika tetap melakukan donor.
Lantas, apakah boleh donor darah saat haid?
Donor darah merupakan salah satu bentuk kepedulian sosial yang dapat membantu menyelamatkan banyak nyawa. Setiap kantong darah yang didonorkan berperan penting untuk memenuhi kebutuhan pasien yang menjalani operasi, pengobatan penyakit tertentu, hingga penanganan kondisi darurat.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Meski demikian, ada beberapa kondisi yang sering menimbulkan pertanyaan terkait kelayakan donor darah, terutama bagi perempuan. Salah satu yang paling sering menjadi perhatian adalah masa menstruasi atau haid.
Tak sedikit perempuan yang ragu mendonorkan darah karena khawatir kondisi tubuh menjadi lemas atau kesehatan terganggu setelah donor. Karena itu, penting untuk memahami syarat dan ketentuan kesehatan yang berlaku sebelum melakukan donor darah.
Apakah boleh donor darah saat haid?
Perempuan tetap boleh mendonorkan darah saat sedang haid selama kondisi kesehatannya baik dan memenuhi persyaratan donor darah yang berlaku.
Dikutip dari Charles Medical, menstruasi menyebabkan tubuh kehilangan sejumlah darah dan zat besi setiap bulan. Zat besi berperan penting dalam pembentukan hemoglobin, yaitu protein dalam sel darah merah yang bertugas mengangkut oksigen ke seluruh tubuh.
Pada perempuan dengan menstruasi ringan hingga sedang, kehilangan zat besi umumnya dapat tergantikan kembali melalui asupan makanan sebelum siklus berikutnya. Karena itu, kondisi tersebut biasanya tidak memengaruhi kelayakan untuk mendonorkan darah.
Namun, kondisi berbeda dapat terjadi pada perempuan yang mengalami menstruasi berat atau berkepanjangan. Kehilangan darah yang lebih banyak berisiko menurunkan cadangan zat besi dan kadar hemoglobin.
Akibatnya, kemungkinan tidak lolos pemeriksaan kesehatan sebelum donor menjadi lebih besar. Menurut Our Blood Institute, menstruasi tidak secara otomatis membuat seseorang tidak boleh mendonorkan darah.
Tubuh umumnya mampu mengatasi kehilangan darah akibat menstruasi dan donor darah secara bersamaan. Meski begitu, pemeriksaan hemoglobin tetap menjadi syarat wajib sebelum proses donor dilakukan.
Sebelum donor darah, petugas akan memeriksa kadar hemoglobin melalui tes darah sederhana dari ujung jari. Ambang batas minimal hemoglobin bagi perempuan adalah 12,5 g/dL atau setara dengan 125 gram per liter.
Jika hasil pemeriksaan berada di bawah batas tersebut, donor akan ditunda hingga kadar hemoglobin kembali normal. Selain itu, perempuan yang sedang mengalami kelelahan, pusing, lemas, atau perdarahan menstruasi yang sangat banyak sebaiknya menunda donor darah sampai kondisi tubuh membaik.
Untuk membantu menjaga kadar hemoglobin, calon pendonor disarankan mengonsumsi makanan kaya zat besi, seperti daging merah, hati, ikan berlemak, bayam, kacang-kacangan, tahu, quinoa, dan sereal yang diperkaya zat besi. Konsumsi vitamin C dari buah-buahan juga dapat membantu penyerapan zat besi secara optimal.
Syarat umum donor darah menurut WHO
Menurut World Health Organization (WHO), sebagian besar orang dapat mendonorkan darah apabila berada dalam kondisi sehat dan memenuhi sejumlah persyaratan dasar berikut:
• Berusia 18-65 tahun.
• Memiliki berat badan minimal 50 kilogram.
• Berada dalam kondisi sehat saat donor darah dilakukan.
• Tidak sedang mengalami flu, infeksi tenggorokan, demam, gangguan pencernaan, atau infeksi lainnya.
• Memiliki kadar hemoglobin yang memenuhi batas minimal yang ditetapkan.
• Tidak sedang hamil atau menyusui.
• Tidak memiliki riwayat perilaku berisiko yang dapat memengaruhi keamanan donor darah.
• Tidak sedang berada dalam masa penundaan donor akibat perjalanan ke daerah dengan risiko penyakit tertentu.
WHO juga menegaskan bahwa pemeriksaan hemoglobin merupakan bagian penting dari proses seleksi donor darah. Di banyak negara, kadar hemoglobin minimal yang diperbolehkan untuk perempuan adalah 12,0 g/dL dan untuk laki-laki 13,0 g/dL.
Dengan demikian, jawaban atas pertanyaan apakah boleh donor darah saat haid adalah boleh. Selama kondisi tubuh sehat, kadar hemoglobin mencukupi, dan seluruh persyaratan donor darah terpenuhi, perempuan tetap dapat mendonorkan darah meski sedang menstruasi.
(gas/tis) Add
as a preferred source on Google
[Gambas:Video CNN]
