Jaringan Kereta Cepat Terpanjang Dunia, Total Melebihi Keliling Bumi

CNN Indonesia
Senin, 08 Jun 2026 18:30 WIB
Ilustrasi jaringan kereta cepat China.
Ilustrasi jaringan kereta cepat di China. (CNN Indonesia/Anggi Kusumadewi)
Jakarta, CNN Indonesia --

China mengukuhkan posisinya sebagai raja infrastruktur transportasi global. Negeri Tirai Bambu resmi memecahkan rekor dunia dengan kepemilikan jaringan kereta api berkecepatan tinggi terpanjang di dunia yang kini membentang hingga lebih dari 50.000 kilometer.

Tonggak sejarah baru ini tercapai menyusul diresmikannya jalur kereta cepat baru yang menghubungkan Kota Xi'an dan Yan'an di Provinsi Shaanxi, China Utara. Dengan total panjang tersebut, jaringan rel cepat China saat ini tercatat sepertiga kali lipat lebih panjang daripada total keliling bumi.

Jalur Xi'an-Yan'an yang baru dibuka ini memiliki bentangan rel sepanjang 299 kilometer. Jalur ini mengoneksikan Xi'an-kota bersejarah tempat situs Tentara Terakota berada, dengan Yan'an di bagian utara.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Melansir VN Express, berkat infrastruktur anyar ini, waktu tempuh kedua kota terpangkas signifikan menjadi hanya 68 menit. Keberhasilan ini ditopang oleh operasional armada kereta cepat model C9309 yang memiliki spesifikasi luar biasa.

Kereta C9309 mampu melaju dengan kecepatan operasional maksimum hingga 350 kilometer per jam. Angka ini resmi melewati catatan kecepatan maksimum kereta peluru kebanggaan Jepang, Shinkansen, yang umumnya beroperasi di batas kecepatan 320 kilometer per jam.

Berdasarkan pernyataan resmi badan usaha milik negara China Railway, jaringan kereta cepat nasional mereka telah tumbuh masif sekitar 32 persen jika dibandingkan dengan kondisi pada tahun 2020.

Investasi besar-besaran ini membuat mobilitas jarak jauh masyarakat China menjadi sangat efisien, bahkan memungkinkan warga menempuh jarak hingga 2.000 kilometer hanya dalam waktu satu hari.

Kendati demikian, proyek raksasa yang pembangunannya dimulai sejak tahun 2020 ini tidak lepas dari konsekuensi sosial. Guna memuluskan jalur rel, pemerintah setempat harus melakukan penggusuran terhadap sejumlah permukiman warga yang dilintasi proyek.

Sebagai langkah mitigasi dampak sosial, otoritas China memberikan dana kompensasi relokasi sebesar 5.000 yuan atau berkisar Rp12 juta per kepala keluarga bagi warga terdampak.

Meski nominal ganti rugi dan isu pembebasan lahan kerap menjadi sorotan, pemerintah mengklaim langkah ini diambil demi menyokong kepentingan konektivitas publik yang lebih besar.

Keberhasilan teknologi kereta cepat ini tidak hanya dinikmati secara domestik. Cetak biru transportasi rel cepat ini juga menjadi komoditas utama dalam strategi diplomasi internasional Beijing.

Melalui program pendanaan masif Belt and Road Initiative (BRI) atau Jalur Sutra Modern, China aktif mendanai sekaligus membangun jaringan kereta api serupa di berbagai negara berkembang, khususnya di kawasan Asia. Langkah strategis ini ditempuh sebagai bagian dari upaya perluasan pengaruh geopolitik sekaligus penguatan kerja sama infrastruktur global.

(wiw) Add as a preferred
source on Google


[Gambas:Video CNN]