Airbus Uji Coba Pesawat Mampu Terbang 22 Jam Tanpa Henti
Airbus mengumumkan bahwa armada berbadan lebar A350-1000ULR mereka yang dirancang mampu terbang hingga 22 jam tanpa henti telah sukses menyelesaikan tahap uji terbang perdananya.
Uji terbang yang dilepas dari fasilitas Airbus di kota Toulouse, Prancis bagian selatan ini, sekaligus menandai dimulainya fase pengujian lanjutan selama dua bulan ke depan.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Pesawat yang dilengkapi dengan instrumen uji terbang khusus ini mengudara selama tiga jam 43 menit dengan mencapai ketinggian sedikit di atas 41.000 kaki (12.500 meter)," ungkap pabrikan pesawat tersebut dalam pernyataan resminya.
Proses pengujian ini bertujuan untuk menyertifikasi serangkaian modifikasi yang diadaptasi dari tiga versi A350 sebelumnya, termasuk penambahan kapasitas tangki bahan bakar yang memungkinkan armada ini melesat menempuh jarak hingga sekitar 18.500 kilometer.
Pesawat yang dipasarkan dengan kode ULR (ultra long-range) ini merupakan satu dari 12 unit armada yang secara khusus dipesan oleh maskapai asal Australia, Qantas, guna merealisasikan rute penerbangan langsung yang menghubungkan Sydney dan London.
Pihak Airbus saat ini menargetkan pengiriman unit A350-1000ULR perdana kepada Qantas pada April 2027, bergeser dari tenggat awal maskapai yang sebelumnya berharap dapat mengoperasikan rute tanpa henti tersebut pada 2025.
Kehadiran armada baru ini diproyeksikan mendisrupsi rekor jarak tempuh penerbangan global.
Sebagai perbandingan, rute penerbangan komersial terpanjang yang beroperasi saat ini masih dipegang oleh layanan Singapore Airlines untuk rute Singapura menuju New York, yang menempuh jarak 15.350 kilometer dengan waktu perjalanan lebih dari 18 jam.
(afp/chri) Add
as a preferred source on Google
