4 Negara Primadona Pariwisata ASEAN Menurut Survei Global, Tak Ada RI
Laporan survei terbaru bertajuk "The State of Southeast Asia: 2026" yang dirilis oleh lembaga pemikir (think tank) bergengsi asal Singapura, ISEAS - Yusof Ishak
Institute, tidak menempatkan Indonesia masuk dalam jajaran empat besar negara ASEAN yang paling diminati untuk tujuan berlibur, bekerja, hingga relokasi tempat tinggal.
Negara-negara di kawasan Asia Tenggara semakin mengukuhkan posisinya sebagai episentrum pariwisata dan magnet investasi global.
Berdasarkan hasil survei yang menjaring ribuan responden dari seluruh penjuru Asia Tenggara tersebut, empat negara teratas yang paling mendominasi pilihan publik adalah Thailand, Singapura, Malaysia, dan Vietnam.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Kendati urutan peringkat spesifiknya bervariasi antara kategori liburan dan tempat tinggal, keempat negara ini konsisten menjadi primadona regional.
Daya tarik kuat kawasan ASEAN di mata masyarakat regional dan global tidak lepas dari iklim yang kondusif. Survei ISEAS memetakan beberapa faktor utama yang membuat kawasan ini begitu memikat:
- Kemudahan berbisnis dan stabilitas politik yang kokoh.
- Standar kualitas hidup, fasilitas kesehatan, dan sistem pendidikan yang tinggi.
- Tingkat kriminalitas yang rendah serta jaringan transportasi publik yang modern.
Di sisi lain, survei ini juga menangkap fenomena unik di lima negara terbesar ASEAN, Vietnam, Indonesia, Malaysia, Filipina, dan Thailand.
Seperti dilansir VNA.net, para responden dari negara-negara tersebut menunjukkan kecenderungan yang sangat kuat untuk memilih wisata domestik di dalam negeri mereka sendiri dibandingkan bepergian ke luar negeri.
Sebagai contoh, Thailand sukses mempertahankan takhtanya sebagai destinasi wisata paling populer di ASEAN untuk kategori pelesiran budaya dan pantai.
Menariknya, sebanyak 85,7 persen responden asal Negeri Gajah Putih tersebut justru lebih memilih menghabiskan waktu liburan mereka di dalam negeri.
Masuknya nama Vietnam dalam lingkaran elite empat besar ini menjadi bukti sahih dari keberhasilan transformasi pariwisata mereka.
Vietnam terus mendapat pengakuan dari berbagai organisasi internasional berkat kekayaan warisan sejarah, lanskap alam yang masif, biaya perjalanan yang sangat kompetitif, serta masifnya pembenahan infrastruktur penunjang pariwisata.
Dampaknya langsung terasa pada sirkulasi devisa negara. Berdasarkan data resmi dari Otoritas Pariwisata Nasional Vietnam (VNAT), Vietnam sukses menyambut 6,76 juta kunjungan wisatawan mancanegara hanya dalam kuartal pertama tahun ini.
Angka fantastis tersebut mencerminkan lonjakan pertumbuhan yang sangat impresif, yakni sebesar 12,4 persen secara tahunan.
Capaian ini semakin menegaskan bahwa posisi Vietnam di tahun 2026 bukan lagi sekadar alternatif, melainkan salah satu pemain utama penggerak roda ekonomi kreatif di Asia Tenggara bersanding dengan Indonesia, Malaysia, dan Thailand.
(wiw) Add
as a preferred source on Google
[Gambas:Video CNN]