Kemenpar Usulkan Turis 8 Negara Ini Bisa Bebas Visa Kunjungi Indonesia
Kementerian Pariwisata (Kemenpar) tengah menggodok skema pemberian bebas visa kunjungan bagi turis atau pelancong dari sejumlah negara strategis.
Langkah ini diambil sebagai strategi mitigasi untuk menjaga arus kunjungan wisatawan mancanegara (wisman) yang terhambat akibat gangguan konektivitas penerbangan global di kawasan Timur Tengah.
Menteri Pariwisata Widiyanti Putri Wardhana menjelaskan, draf usulan tersebut telah dibahas secara mendalam lintas kementerian serta lembaga terkait, dan kini tinggal menunggu keputusan final di tingkat menteri.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dalam rapat kerja bersama Komisi VII DPR RI pada Rabu (3/6), Menpar Widiyanti mengungkapkan bahwa kebijakan bebas visa ini mengerucut pada formula "8+1" negara dan wilayah teritori potensial, yang meliputi:
- Asia Timur & Selatan: Jepang, Korea Selatan, dan India.
- Oseania: Australia dan Selandia Baru.
- Eropa Timur & Asia Tengah: Belarusia dan Kazakhstan.
- Teritori Khusus: Makau.
- Fasilitas Perluasan (+1): Pemegang status permanent resident (izin tinggal tetap) Singapura.
Beberapa negara seperti Belarusia, Kazakhstan, dan Makau sebelumnya memang telah masuk dalam radar inisiatif awal dari Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan. Widiyanti pun meminta dukungan penuh dari DPR RI agar regulasi ini bisa segera diimplementasikan.
Urgensi pemberian insentif bebas visa ini didasari oleh situasi geopolitik di Timur Tengah yang kian memanas, sehingga memukul jalur penerbangan internasional jarak jauh menuju Indonesia.
Berdasarkan data pemantauan hingga 27 Mei 2026, tercatat sebanyak 1.444 jadwal penerbangan internasional terpaksa dibatalkan. Dampak dari pembatalan massal ini membuat Indonesia kehilangan potensi kunjungan sekitar 160.052 pergerakan wisman yang batal merealisasikan perjalanannya.
Pemerintah menargetkan angka kunjungan total sebanyak 17,6 juta wisman. Demi mengamankan target besar tersebut di tengah ketidakpastian global, Kemenpar melakukan pergeseran haluan promosi secara radikal.
Pasar pariwisata yang semula berfokus pada pelancong asal Eropa dan Timur Tengah kini dialihkan sepenuhnya untuk menggarap pasar jarak dekat dan menengah, yakni kawasan Asia Tenggara, Asia Timur, serta Oseania.
Pemerintah berkomitmen untuk terus bergerak adaptif demi menjaga stabilitas sektor pariwisata sebagai motor penggerak ekonomi nasional.
Selain mengandalkan pelonggaran visa, Kemenpar juga menyiapkan sederet pilar mitigasi, seperti promosi digital masif, insentif maskapai, penguatan anggaran pemasaran, dan optimalisasi wisata nusantara.
(wiw) Add
as a preferred source on Google
[Gambas:Video CNN]


