Apakah Matcha Boleh Diminum Penderita Maag? Simak Tips Amannya
Matcha menjadi salah satu minuman yang tengah populer di berbagai kalangan. Minuman dari bubuk teh hijau asal Jepang ini memiliki cita rasa yang khas.
Namun, bagi penderita maag tentu tidak boleh sembarangan minum jenis minuman tertentu agar tidak memicu produksi asam lambung.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Lantas, bagaimana dengan matcha? Apakah matcha boleh untuk penderita maag?
Bagi mereka yang memiliki riwayat maag, biasanya akan menghindari kopi atau minuman berkafein lainnya. Nah, matcha sendiri nyatanya juga mengandung kafein yang diketahui dapat memengaruhi asam lambung pada sebagian orang.
Oleh karena itu, penting untuk memahami kandungan matcha serta pengaruhnya terhadap kesehatan lambung. Dikutip dari berbagai sumber, berikut penjelasan lengkapnya.
Apakah matcha boleh untuk penderita maag?
Matcha mengandung kafein yang lebih tinggi dibandingkan teh hijau biasa. (Foto: AFP/PHILIP FONG) |
Matcha memang menawarkan berbagai manfaat kesehatan, tetapi kandungan kafeinnya dapat menjadi pemicu keluhan pada sebagian penderita maag. Matcha sendiri merupakan bentuk teh hijau yang lebih terkonsentrasi.
Karena seluruh daun teh dikonsumsi dalam bentuk bubuk, kandungan kafeinnya menjadi lebih tinggi dibandingkan teh hijau biasa.
Menurut Healthline, kandungan kafein dalam matcha berkisar antara 19 hingga 44 miligram per gram bubuk. Dalam satu porsi matcha yang menggunakan sekitar 2 hingga 4 gram bubuk, kandungan kafeinnya dapat mencapai 38 hingga 176 miligram.
Jumlah tersebut bahkan bisa lebih tinggi dibandingkan secangkir kopi, tergantung konsentrasi penyajiannya.
Sementara itu, ditambahkan dari Ubie Health, teh berkafein seperti teh hitam, teh hijau, dan matcha dapat meningkatkan produksi asam lambung serta mengiritasi lapisan lambung yang sedang meradang.
Risiko ini cenderung lebih tinggi apabila minuman dikonsumsi saat perut kosong, diseduh terlalu pekat, atau diminum dalam keadaan sangat panas.
Pada sebagian penderita maag, kondisi tersebut dapat memicu berbagai keluhan, mulai dari rasa perih pada lambung, nyeri ulu hati, mual, hingga ketidaknyamanan pada perut.
Meski demikian, reaksi setiap orang tidak selalu sama karena ada penderita maag yang masih dapat mengonsumsi matcha tanpa mengalami gangguan.
Oleh karena itu, sebelum mengonsumsi matcha secara rutin, penting untuk mempertimbangkan kondisi kesehatan lambung masing-masing.
Jika setelah minum matcha muncul rasa tidak nyaman atau gejala maag semakin sering kambuh, sebaiknya dibatasi konsumsinya atau konsultasikan dengan tenaga medis untuk mendapatkan saran yang lebih sesuai.
Tips aman minum matcha untuk penderita maag
Bagi yang masih ingin menikmati matcha, beberapa langkah berikut dapat membantu mengurangi risiko iritasi lambung.
1. Konsumsi setelah makan
Perut yang terisi makanan dapat membantu mengurangi efek iritasi dari kafein terhadap lapisan lambung.
2. Hindari matcha yang terlalu pekat
Penggunaan bubuk matcha dalam jumlah berlebihan dapat meningkatkan kadar kafein yang masuk ke tubuh.
3. Jangan minum saat masih terlalu panas
Minuman yang terlalu panas berpotensi mengiritasi jaringan lambung yang sensitif.
4. Batasi jumlah konsumsi
Menurut Healthline konsumsi matcha disarankan dalam jumlah wajar. Selain kafein, matcha juga mengandung katekin yang sebaiknya tidak dikonsumsi secara berlebihan.
5. Perhatikan respons tubuh
Jika setelah minum matcha muncul keluhan seperti perih, mual, kembung, atau nyeri ulu hati, sebaiknya hentikan sementara dan konsultasikan dengan dokter.
Dengan memahami kondisi tubuh serta menerapkan pola konsumsi yang tepat, penderita maag tetap dapat menikmati matcha tanpa mengabaikan kesehatan lambungnya.
as a preferred source on Google
[Gambas:Video CNN]

