7 Tanda Anak Sebenarnya Butuh Perhatian Orang Tua, Bukan Nakal
Sebagai orang tua, tentu Anda pernah dibuat kesal oleh perilaku anak yang tidak bisa diatur. Namun jangan langsung memvonis perilaku mereka sebagai kenakalan, siapa tahu mereka cuma butuh perhatian lebih.
Memang, tantangannya sulit untuk mengidentifikasi pola perilaku anak. Apakah kenakalan semata atau sedang butuh atensi.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Ditambah lagi anak-anak sering kali tidak mengatakan secara langsung bahwa mereka sedang butuh perhatian. Mereka cenderung menunjukkannya melalui perilaku.
Tanda anak butuh perhatian orang tua, bukan kenakalan semata
Merangkum dari berbagai sumber, berikut ini sejumlah tanda anak butuh perhatian orang tua. Apa saja itu?
1. Mengulang-ulang pertanyaan
Analis perilaku Emily Groben mengatakan, salah satu tanda anak butuh perhatian, yakni dengan menanyakan pertanyaan yang sama berulang kali.
"Mereka tahu jawabannya, tetapi mereka juga tahu bahwa jika mereka bertanya kepada Anda, Anda akan berbicara dengan mereka," ujar Groben, seperti dikutip dari Parade.
2. Berteriak
Saat sedang butuh perhatian, terkadang anak jadi lebih emosional dan mudah marah. Akhirnya, mereka menyalurkannya melalui teriakan.
"Jika anak Anda membutuhkan lebih banyak perhatian, mereka biasanya akan melakukan perilaku mencari perhatian, yang mungkin termasuk berteriak, merengek, atau menyela," kata terapis pernikahan dan keluarga, Jay Serle.
3. Keluhan fisik
Anak-anak juga cenderung banyak mengeluh, terutama terkait kondisi fisik, ketika sedang butuh perhatian orang tua. Keluhan tersebut beragam, mulai dari sakit perut, sakit kepala, hingga tak nafsu makan.
4. Melontarkan kata-kata tak baik
Jangan langsung emosi ketika anak berkata hal-hal tak baik, misalnya, "Aku benci Ayah/Ibu." Bisa jadi itu bentuk mencari perhatian.
Menurut laman Parents Together, sebaiknya minimalkan reaksi Anda terhadap komentar jahat dari anak. Jika tidak, mereka akan mengulangi teknik ini untuk mendapatkan perhatian.
5. Tantrum di depan umum
Tantrum, terutama yang dilakukan anak di ruang publik, biasanya berhasil menarik perhatian orang tua. Untuk mencegah hal ini terjadi, berikan anak peran aktif ketika sedang jalan-jalan di luar.
Misalnya, minta anak menghitung jumlah toko yang dilewati atau meminta mereka menyalakan timer saat Anda harus belanja barang penting, seperti obat di apotek.
6. Mengarang cerita
Terkadang anak yang suka membuat cerita bohongan hanya mencari reaksi atau teman bicara. Namun orang tua sering kali hanya fokus pada aspek kebohongan ketimbang benar-benar mendengarkan cerita anak.
Anda bisa melakukan pendekatan proaktif, seperti membuka album foto sambil mengenang memori indah terkait foto-foto tersebut. Luangkan waktu juga untuk bermain imajinatif dan bercerita bersama anak.
7. Sengaja memotong pembicaraan
Saat anak mulai menyela pembicaraan orang tua, terkadang kita melihatnya sebagai ketidakpatuhan. Namun bisa jadi ini tanda mereka hanya butuh didengarkan.
Memang penting untuk mengajarkan anak agar tidak memotong pembicaraan. Namun orang tua sebaiknya juga melakukan percakapan mendalam setelah anak tidur saja.
Misalnya, saat Anda sedang dalam perjalanan bersama, pikirkan topik percakapan yang menarik dan melibatkan semua anggota keluarga, ketimbang bicara dengan pasangan saja.
Itu dia tujuh tanda anak sebenarnya sedang butuh perhatian orang tua, bukan semata karena kenakalan. Ketahui ciri-cirinya agar Anda sebagai orang tua bisa memberikan reaksi yang tepat.
(rti) Add
as a preferred source on Google
[Gambas:Video CNN]
