Coba Capsule Wardrobe? Ini 7 Trik Tetap Fashionable Tanpa Banyak Baju
Tren fesyen cepat sekali berubah. Ada saja gaya dan item pakaian baru yang bermunculan. Belum lagi ketika item itu dipakai influencer atau kreator konten favorit.
Rasanya seperti ada dorongan kecil untuk segera check out sebelum ketinggalan.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Padahal untuk terlihat fashionable tidak selalu berarti harus punya outfit baru. Kadang, masalahnya bukan karena baju terlalu sedikit, melainkan karena isi lemari tidak benar-benar dikenali.
Konsep capsule wardrobe bisa menjadi salah satu cara untuk mulai melihat ulang isi lemari. Bukan dengan buru-buru membeli baju basic baru, bukan juga mengganti semua isi lemari menjadi warna netral.
Content creator bidang fashion, Cempaka Asriani, mengatakan capsule wardrobe pada dasarnya adalah koleksi pakaian yang kecil dan ringkas.
"Biasanya kalau dalam capsule wardrobe itu terdiri dari 30-40 pieces of clothing yang terdiri dari atasan, bawahan, dress, outerwear, tas, dan sepatu," kata Cempaka kepada CNNIndonesia.com, Kamis (21/5).
Jumlah itu tidak termasuk pakaian dalam, baju tidur, baju olahraga, atau aksesori seperti topi, anting, hijab, dan sejenisnya.
Capsule wardrobe bukan berarti semua harus basic
Bagi Cempaka, salah satu anggapan yang sering muncul dan kurang tepat adalah capsule wardrobe harus berisi pakaian netral, polos, basic, dan aman. Lemari yang dibayangkan biasanya penuh warna putih, hitam, beige, blazer, kemeja rapi, dan celana bahan.
"Sebenernya itu salah satu bisa dibilang mungkin mitos kali, ya. Karena kita selalu membayangkan kalau capsule wardrobe tuh segalanya harus netral and basic," katanya.
Menurut dia, capsule wardrobe baru akan berguna jika disesuaikan dengan gaya personal masing-masing orang. Isi lemari seorang pekerja kantoran tentu bisa berbeda dengan mahasiswa, ibu rumah tangga, pekerja kreatif, perempuan berhijab, atau orang yang banyak beraktivitas di luar ruangan.
"Padahal sebenarnya, capsule wardrobe itu hanya bisa berguna kalau disesuaikan lagi ke gaya personal masing-masing orang," ujarnya.
Menurut wanita yang juga akademisi fashion itu, warna netral bukan kewajiban. Motif, warna cerah, atau potongan tertentu tetap bisa masuk ke dalam capsule wardrobe selama memang cocok dengan pemiliknya dan benar-benar dipakai.
Ia juga menilai, banyak orang merasa tidak punya baju karena sebenarnya belum memahami gaya personalnya sendiri. Dari situ, Cempaka membagikan sejumlah cara agar seseorang tetap bisa terlihat fashionable dengan pakaian yang sudah ada.
Berikut tujuh cara tetap fashionable meski dengan stok baju seadanya.
1. Foto outfit selama 30 hari
Menurut Cempaka, salah satu cara paling sederhana adalah mengambil swafoto berpakaian selama 30 hari dan menyimpannya dalam satu folder di ponsel.
"Kalau belum paham nih gaya personalnya seperti apa, coba mirror selfie dulu 30 hari. Terus masukin folder, nanti keliatan deh preferensinya seperti apa, mulai terbaca personal style-nya kayak apa," kata Cempaka.
Dari sana, biasanya mulai terlihat pola pakaian yang paling sering dipakai, warna yang paling nyaman digunakan, hingga gaya yang paling sesuai dengan aktivitas sehari-hari.
2. Lihat pakaian yang paling sering dipakai
Setelah melihat pola berpakaian, seseorang biasanya mulai sadar ada beberapa item yang terus dipakai berulang kali. Menurut Cempaka, pakaian-pakaian itulah yang sebenarnya sudah menjadi inti capsule wardrobe.
"Mulai kelihatan juga barang-barang apa yang selalu on heavy rotation. Jadi kayak sepatu yang sering dipakai misalnya, atau kayak jaket yang selalu dipakai, itu akan kelihatan," ujarnya.
"Yang pertama itu udah masuk ke dalam kategori capsule wardrobe. Karena biasanya itu barang yang sering kita pake," lanjutnya.
3. Pisahkan pakaian musiman
Ilustrasi. Tips menerapkan capsule wardrobe. (iStockphoto/Inna Reznik) |
Setelah itu, pakaian bisa mulai dipilah menjadi beberapa kelompok, salah satunya pakaian musiman (seasonal) atau pakaian yang masih dipakai sesekali, tetapi tidak digunakan sehari-hari.
Misalnya pakaian olahraga tertentu, baju liburan musim dingin, atau outfit acara khusus. Menurutnya, pakaian seperti ini tetap bisa disimpan, tetapi diletakkan di bagian lemari yang tidak terlalu mudah dijangkau agar pakaian harian tetap lebih terlihat.
4. Kurasi pakaian yang tidak pernah dipakai
Sementara untuk pakaian yang sudah lama tidak dipakai, Cempaka menyarankan agar barang tersebut mulai dikurasi.
Pakaian yang tidak lagi cocok, tidak nyaman dipakai, atau hampir tidak pernah keluar dari lemari bisa dijual, didonasikan, atau diberikan kepada orang lain. Sebab, lemari yang terlalu penuh justru sering membuat seseorang merasa tidak punya baju.
5. Pastikan pakaian utama terlihat
Pakaian yang sering dipakai harus mudah terlihat dan dijangkau. Sebab, banyak pakaian akhirnya terlupakan karena tertumpuk di bagian bawah lemari.
"Semua baju yang kita punya tuh harus terlihat. Jadi ga nyangkut di dalam lemari bagian bawah," ujarnya.
Ketika pakaian terlihat jelas, seseorang juga akan lebih mudah memadupadankan outfit yang dimiliki.
Lihat Juga : |
6. Gunakan media sosial sebagai referensi gaya, bukan alasan belanja
Sebenarnya media sosial tetap bisa membantu mencari inspirasi berpakaian. Namun, fokusnya bukan membeli barang yang sama, melainkan mencari ide styling dari pakaian yang sudah dimiliki.
"Konten-konten di media sosial tuh sekarang seru-seru banget, bisa ngasih banyak referensi. Tapi emang harus dicoba-coba aja, mana yang actually works, mana yang enggak," katanya.
7. Coba kombinasi baru dari barang lama
Satu baju sebenarnya bisa dipakai dengan banyak cara. Hanya saja, banyak orang belum terbiasa mencoba kombinasi baru.
"Kadang tuh kita nggak sadar atau nggak tahu bahwa satu baju tuh bisa dipakai beberapa kali, beberapa cara, lebih karena kita tuh nggak terbiasa melakukannya," ujarnya.
Padu-padan juga tidak harus selalu ekstrem. Kadang, cukup mengganti bawahan, outer, atau sepatu sudah bisa memberi tampilan berbeda pada pakaian yang sama.
"Sometimes it just takes like an action of mix and match aja. Kadang benar-benar cuma memadupadankan aja barang-barang yang tadinya mungkin kombinasinya kita enggak pernah lakuin," kata Cempaka.
Selain mencoba mix and match, ia juga menyebut personal color analysis dan memahami bentuk tubuh bisa membantu seseorang menemukan warna atau siluet pakaian yang lebih cocok.
Tetap modis tidak selalu harus datang dari baju baru. Kadang, ia justru dimulai ketika seseorang berhenti merasa harus terus membeli, dan mulai mengenali ulang pakaiannya sendiri.
(fef/fef) Add
as a preferred source on Google

Ilustrasi. Tips menerapkan capsule wardrobe. (iStockphoto/Inna Reznik)