Dokter Jelaskan Alasan Diabetes Bisa Bikin Katarak Lebih Cepat Muncul

CNN Indonesia
Kamis, 21 Mei 2026 09:45 WIB
An ophthalmologist checks the vision of an elderly person using modern equipment. The concept of advertising ophthalmological services and medical technologies.
Ilustrasi. Waspada, diabetes bisa meningkatkan risiko katarak. (iStockphoto/Vladislav Stepanov)
Daftar Isi
Jakarta, CNN Indonesia --

Diabetes tidak hanya berdampak pada kadar gula darah, tetapi juga dapat memengaruhi kesehatan mata secara signifikan. Salah satu komplikasi yang cukup sering terjadi adalah katarak diabetik atau katarak akibat diabetes.

Dokter spesialis mata di Jakarta Eye Center, Nina Asrini Noor menjelaskan bahwa penderita diabetes memiliki risiko lebih tinggi mengalami katarak dibandingkan orang tanpa diabetes. Bahkan, kondisi ini bisa berkembang lebih cepat dan mengganggu kualitas penglihatan sehari-hari.

Katarak sendiri merupakan kondisi ketika lensa mata menjadi keruh sehingga penglihatan tampak kabur, berkabut, atau silau. Pada penderita diabetes, proses kekeruhan lensa bisa terjadi lebih dini akibat tingginya kadar gula darah yang tidak terkontrol.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Diabetes tidak hanya memengaruhi metabolisme tubuh, tetapi juga dapat merusak struktur dan fungsi mata, termasuk lensa mata," jelas Nina dalam media briefing yang digelar JEC di kawasan Jakarta Selatan, Rabu (20/5).

Kondisi ini perlu diwaspadai karena jika tidak ditangani dengan tepat, katarak diabetik dapat memperburuk kemampuan melihat hingga meningkatkan risiko komplikasi mata lainnya.

Penyebab diabetes bisa memicu katarak

Nina menjelaskan, hubungan antara diabetes dan katarak sangat erat. Kadar gula darah yang tinggi dalam jangka panjang dapat mengganggu keseimbangan cairan, metabolisme, hingga struktur lensa mata.

Berikut beberapa alasan diabetes dapat menyebabkan katarak:

1. Kerusakan pembuluh darah di mata

Saat kadar gula darah terlalu tinggi, tubuh kesulitan menggunakan insulin dengan optimal. Akibatnya, glukosa menumpuk di dalam aliran darah.

Jika kondisi ini berlangsung terus-menerus, pembuluh darah kecil di berbagai organ tubuh, termasuk mata, dapat mengalami kerusakan. Gangguan pada pembuluh darah mata membuat distribusi oksigen dan nutrisi ke lensa menjadi tidak optimal.

Lama-kelamaan, kondisi tersebut mempercepat kerusakan lensa dan meningkatkan risiko munculnya katarak diabetik.

2. Cairan mata mengalami perubahan

Di dalam mata terdapat cairan bernama aqueous humor yang berfungsi menyalurkan oksigen dan nutrisi ke lensa mata.

Namun pada penderita diabetes, kadar glukosa dalam cairan ini dapat meningkat. Akibatnya, lensa mata menyerap lebih banyak cairan dan mengalami pembengkakan.

Pembengkakan lensa membuat penglihatan menjadi buram dan memicu perubahan struktur lensa yang mempercepat terbentuknya katarak.

Penelitian juga menunjukkan bahwa penderita diabetes dengan kontrol gula darah yang buruk cenderung memiliki kadar glukosa lebih tinggi di aqueous humor.

3. Penumpukan sorbitol di lensa mata

Kadar gula darah tinggi juga memicu perubahan kimia di dalam lensa mata. Glukosa yang berlebihan akan diubah menjadi sorbitol oleh enzim di lensa.

Masalahnya, sorbitol dapat menumpuk di dalam lensa dan menyebabkan lensa menjadi semakin keruh. Penumpukan ini terjadi perlahan, tetapi terus memburuk jika gula darah tidak terkontrol.

Akibatnya, kemampuan melihat menurun dan risiko katarak diabetik semakin tinggi.

Gejala katarak akibat diabetes

Katarak diabetik biasanya berkembang secara bertahap. Beberapa gejala yang perlu diwaspadai antara lain:

• Penglihatan kabur atau berkabut

• Mata lebih sensitif terhadap cahaya

• Sulit melihat pada malam hari

• Warna terlihat lebih pudar

• Sering mengganti ukuran kacamata

• Muncul lingkaran cahaya saat melihat lampu

"Jika mengalami gejala tersebut, penderita diabetes dianjurkan segera memeriksakan mata agar penanganan dapat dilakukan sedini mungkin," kata Nina.

Apakah penderita diabetes bisa operasi katarak?

Penderita diabetes tetap bisa menjalani operasi katarak. Namun, ada beberapa hal yang perlu diperhatikan sebelum tindakan dilakukan.

Dokter biasanya akan memastikan kadar gula darah pasien berada dalam kondisi stabil terlebih dahulu. Selain itu, gangguan mata akibat diabetes seperti retinopati diabetik atau edema makula juga perlu ditangani sebelum operasi.

Pasien juga dianjurkan rutin memantau gula darah sebelum dan sesudah operasi untuk membantu proses pemulihan berjalan optimal.

Menjaga kadar gula darah tetap terkontrol menjadi langkah penting untuk mencegah kerusakan mata akibat diabetes, termasuk risiko katarak yang muncul lebih cepat.

(tis/tis) Add as a preferred
source on Google