Alasan Kenapa Dilarang Menggembungkan Jaket Pelampung di Dalam Pesawat

CNN Indonesia
Kamis, 21 Mei 2026 13:00 WIB
Alasan Kenapa Dilarang Menggembungkan Jaket Pelampung di Dalam Pesawat
Life Jacket atau jaket pelampung keselamatan untuk penumpang pesawat. (iStockphoto/chameleonseye)
Jakarta, CNN Indonesia --

Setiap kali Anda naik pesawat terbang, pramugari atau awak kabin selalu memperagakan prosedur keselamatan, termasuk instruksi penting untuk tidak menggembungkan jaket penyelamat atau life jacket sebelum Anda keluar dari pesawat.

Bagi sebagian orang, aturan ini dianggap sekadar masalah kenyamanan ruang agar penumpang tidak kesulitan bergerak di lorong kabin yang sempit.

Namun, seorang guru fisika baru-baru ini viral di YouTube setelah memaparkan alasan ilmiah yang jauh lebih mengerikan: menggembungkan jaket keselamatan di dalam kabin saat darurat bisa menjadi jebakan maut yang fatal.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Melansir Mirror, dalam video edukasinya, guru fisika tersebut mengaitkan bahaya ini dengan salah satu kecelakaan penerbangan paling terkenal dalam sejarah, yakni pembajakan pesawat Ethiopian Airlines Penerbangan 961 pada tahun 1996.

Pesawat yang kehabisan bahan bakar tersebut terpaksa melakukan pendaratan darurat di atas permukaan laut. Dalam situasi yang kacau dan panik, banyak penumpang yang langsung menarik tuas merah untuk menggembungkan jaket penyelamat mereka saat masih duduk di dalam kabin.

Akibatnya sangat fatal. Dari 175 orang di dalam pesawat, 125 orang dinyatakan tewas tenggelam di dalam kabin, justru karena jaket yang seharusnya menyelamatkan nyawa mereka.

Mengapa alat keselamatan tersebut justru berubah menjadi mesin pembunuh? Secara sains, guru fisika tersebut menjelaskan prinsip daya apung:

1. Inflasi Instan: Jaket keselamatan pesawat dirancang untuk mengembang dalam sekejap menggunakan kartrid karbon dioksida (CO2) terkompresi.

2. Efek Hukum Archimedes: Ketika air laut mulai masuk dan membanjiri kabin pesawat yang karam, sifat daya apung tinggi dari jaket yang sudah mengembang akan otomatis mendorong tubuh penumpang ke atas.

3. Terjebak di Langit-Langit: Karena tekanan air, para penumpang ini langsung terdorong ke arah langit-langit kabin pesawat dan terpaku (terjepit) di sana.

4. Mustahil Meloloskan Diri: Dalam kondisi terjepit di langit-langit kabin, penumpang tidak akan bisa menyelam ke bawah untuk berenang menuju pintu keluar darurat. Mereka terjebak oleh alat keselamatan mereka sendiri hingga kehabisan oksigen.

"Mereka terdorong ke atas oleh air dan terjepit di langit-langit. Mereka terperangkap oleh benda yang justru dirancang untuk menyelamatkan mereka," jelas guru fisika tersebut dalam videonya.

Netizen di kolom komentar video tersebut ramai-ramai memberikan respons edukatif. Banyak yang baru menyadari esensi utama dari instruksi pramugari yang selama ini sering diabaikan.

Selain risiko tenggelam di langit-langit kabin, jaket yang sudah menggembung sejak di dalam pesawat juga dipastikan akan mempersempit ruang gerak di antara barisan kursi, menghalangi jalur evakuasi, dan berpotensi robek jika terbentur bagian tajam dari puing-puing kursi pesawat.

(wiw) Add as a preferred
source on Google


[Gambas:Video CNN]