BKKBN Nilai Childfree Dipengaruhi Cara Anak Muda Memandang Kenyamanan

CNN Indonesia
Jumat, 22 Mei 2026 06:00 WIB
Keputusan untuk childfree dinilai tak cuma dipengaruhi faktor ekonomi, tapi juga perubahan cara pandang generasi muda terhadap kenyamanan hidup.
Ilustrasi. Keputusan untuk childfree dinilai tak cuma dipengaruhi faktor ekonomi, tapi juga perubahan cara pandang generasi muda terhadap kenyamanan hidup. (iStockphoto/Motortion)
Jakarta, CNN Indonesia --

Childfree atau keputusan pasangan untuk tidak memiliki anak belakangan tengah menjadi tren di kalangan anak muda. Keputusan ini menimbulkan pro dan kontra di tengah masyarakat.

Sekretaris Utama Kementerian Kependudukan dan Pembangunan Keluarga (Kemendukbangga/BKKBN) Profesor Budi Setiyono menilai, keputusan tersebut tak cuma dipengaruhi faktor ekonomi, tapi juga perubahan gaya hidup dan cara pandang generasi muda terhadap kenyamanan.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Anak-anak modern itu memiliki pola hidup yang berbeda dengan generasi sebelumnya. Sehingga mereka tentu mengkalkulasi tingkat kenyamanan yang menurut versi mereka itu ideal," ujarnya.

Ia mengatakan, pemerintah saat ini masih mengidentifikasi berbagai faktor yang membuat sebagian anak muda memilih menunda memiliki anak atau bahkan tidak ingin memiliki keturunan.

"Nah, sehingga kita sedang mengidentifikasi penyebab yang konkret terkait dengan apa yang menyebabkan anak-anak kita itu sebagian tidak mau punya anak atau menunda punya anak itu," katanya.

Di Indonesia sendiri, angka total fertility rate (TFR) atau angka kelahiran total terus menunjukkan tren penurunan yang signifikan dalam beberapa dekade terakhir.

Data Survei Penduduk Antar Sensus (SUPAS) 2025 mencatat TFR berada di angka 2,13. Angka ini menurun dari tahun 2022 yang berada di angka 2,18.

Childfree sendiri kerap disebut-sebut sebagai faktor risiko yang bisa memperparah aging population di masa mendatang. Hal ini salah satunya disorot dalam sebuah ulasan yang dipublikasikan oleh Penang Institute.

"Transformasi demografis [termasuk aging population] dipengaruhi oleh berbagai faktor, termasuk tren childfree yang semakin meningkat di mana individu atau pasangan memilih untuk tidak memiliki anak," bunyi ulasan tersebut.

Childfree dianggap sebagai keputusan pribadi berdasarkan pertimbangan, seperti biaya tinggi membesarkan anak, norma sosial, kondisi medis, hingga dinamika pasar tenaga kerja.

Badan Pusat Statistik (BPS) juga mencatat, sekitar 71 ribu atau 8,2 persen perempuan di Indonesia memilih childfree.

Sementara itu, saat ini saja Indonesia telah memasuki fase aging population. Proporsi penduduk lansia kini tercatat berada pada 11,97 persen, melebihi ambang aging population. Keputusan childfree boleh jadi berpengaruh terhadap risiko aging population di masa mendatang.

(anm/asr) Add as a preferred
source on Google


[Gambas:Video CNN]