Dokter Sebut Cuaca Ekstrem Tingkatkan Risiko Katarak, Awas Bikin Buta

CNN Indonesia
Rabu, 20 Mei 2026 17:45 WIB
Dokter Sebut Cuaca Ekstrem Tingkatkan Risiko Katarak, Awas Bikin Buta
Ilustrasi. Katarak bisa disebabkan oleh paparan sinar matahari terus-menerus. (istockphoto/Urilux)
Jakarta, CNN Indonesia --

Cuaca ekstrem yang belakangan sering terjadi tak hanya berdampak pada kondisi tubuh, tetapi juga kesehatan mata. Paparan sinar ultraviolet (UV) yang tinggi disebut dapat meningkatkan risiko katarak, terutama jika mata terus-menerus terpapar tanpa perlindungan.

Dokter spesialis mata dari Jakarta Eye Center menyebut, masyarakat Indonesia masih banyak yang belum terbiasa menggunakan pelindung mata saat beraktivitas di luar ruangan. Padahal, kebiasaan sederhana seperti memakai kacamata dengan perlindungan UV dapat membantu menurunkan risiko kerusakan lensa mata.

"Paparan matahari bisa membuat lensa mata rusak. Masih ada kecenderungan masyarakat Indonesia tidak menggunakan proteksi mata saat berada di luar dan terpapar sinar matahari," ujar dokter spesialis mata Nina Asri Noor dalam Media Briefing JEC di kawasan Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Rabu (20/5).

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Ia menegaskan penggunaan kacamata dengan UV filter sangat direkomendasikan untuk melindungi mata dari efek buruk sinar matahari.

"Karena ketika katarak sudah terjadi, kondisinya tidak bisa kembali normal. Penanganannya membutuhkan intervensi operasi," lanjutnya.

Nina menjelaskan, katarak merupakan kondisi ketika lensa alami mata mengalami kekeruhan. Penyakit ini umumnya dikaitkan dengan proses penuaan, tetapi paparan sinar UV berlebihan dalam jangka panjang juga dapat mempercepat pembentukannya.

Paparan sinar UV B secara terus-menerus dapat memicu proses oksidasi pada lensa mata. Kondisi tersebut kemudian meningkatkan risiko terbentuknya katarak yang menyebabkan penglihatan menjadi buram, sensitif terhadap cahaya, hingga muncul silau saat melihat.

Selain sinar matahari alami, mata manusia juga terus terpapar cahaya buatan yang menghasilkan radiasi UV. Jika berlangsung dalam waktu lama tanpa perlindungan, paparan tersebut dapat memengaruhi kualitas penglihatan dan kesehatan mata secara keseluruhan.

Nina juga menekankan pentingnya pemeriksaan mata rutin untuk mendeteksi gangguan sejak dini. Menurutnya, teknologi operasi katarak saat ini sudah semakin berkembang, termasuk dengan metode laser-assisted yang dapat membantu menentukan jenis tindakan dan lensa yang sesuai bagi pasien.

Meski begitu, langkah pencegahan tetap menjadi hal utama. Selain menggunakan kacamata hitam dengan perlindungan UV, masyarakat juga dianjurkan mengurangi paparan sinar matahari langsung, terutama pada siang hari ketika radiasi UV sedang tinggi.

"Menjaga kesehatan mata sejak dini dinilai penting, mengingat kerusakan akibat paparan UV bersifat akumulatif dan bisa terjadi tanpa disadari," kata dia.

(tis/tis) Add as a preferred
source on Google


[Gambas:Video CNN]