Apakah Air Rebusan Mi Berbahaya untuk Dikonsumsi? Ini Jawabannya

CNN Indonesia
Minggu, 24 Mei 2026 07:38 WIB
Apakah Air Rebusan Mi Berbahaya untuk Dikonsumsi? Ini Jawabannya
Ilustrasi. Apakah air rebusan mi berbahaya jika dikonsumsi? Ternyata masih aman bagi tubuh, tetapi konsumsi mi instan tetap harus dibatasi. (iStockphoto/whitewish)
Daftar Isi
Jakarta, CNN Indonesia --

Konon katanya air rebusan mi instan mengandung lapisan lilin yang membuatnya tidak layak dikonsumsi. Namun, benarkah air rebusan mi berbahaya?

Mi instan merupakan makanan yang sering dikonsumsi banyak orang karena cara memasaknya yang praktis, harganya murah, dan mudah ditemukan di mana saja.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Namun sering pula makanan ini dianggap tidak sehat. Banyak yang menyarankan untuk membuang air rebusan pertama, karena konon air ini berbahaya dan penuh dengan zat pengawet.

Namun, benarkah demikian? Untuk mengetahui jawabannya, simak penjelasannya berikut ini.

Apakah air rebusan mi berbahaya?

Lalu, apakah air rebusan mi berbahaya untuk dikonsumsi? Mengutip Healthline dan Detik, berikut jawabannya.

Pada dasarnya, air rebusan mi instan aman dikonsumsi selama mi dimasak dengan benar dan produk yang digunakan masih layak makan. Banyak orang percaya air rebusan mi mengandung lapisan lilin berbahaya, padahal anggapan tersebut belum terbukti secara ilmiah.

Bahkan, membuang air rebusan pertama justru bisa mengurangi cita rasa mi. Produsen mi instan biasanya sudah merancang komposisi rasa agar cocok ketika kuah dan mie dicampur menjadi satu. Jika air rebusannya dibuang, rasa mie bisa menjadi kurang gurih.

Oleh karena itu, tidak ada aturan wajib untuk membuang air rebusan mi instan sebelum dikonsumsi.

Mengapa mi instan sering dianggap tidak sehat?

Walaupun air rebusannya aman, mi instan tetap sering dianggap sebagai makanan kurang sehat jika dikonsumsi terlalu sering. Salah satu alasannya, mi instan umumnya tinggi karbohidrat tetapi rendah protein, serat, dan vitamin.

Jika hanya makan mi instan tanpa tambahan apa pun, tubuh tidak mendapatkan nutrisi yang seimbang. Oleh karena itu, banyak ahli menyarankan agar mi instan dikombinasikan dengan makanan bergizi lainnya.

Selain itu, kandungan natrium atau garam pada bumbu mi instan juga cukup tinggi. Dalam satu porsi mie instan, kandungannya bisa memenuhi sebagian besar kebutuhan garam harian tubuh.

Jika dikonsumsi berlebihan dalam jangka panjang, natrium dapat meningkatkan risiko tekanan darah tinggi.

Cara membuat mi instan jadi lebih sehat

Mi instan tetap bisa dinikmati sesekali, asalkan diimbangi dengan pola makan yang baik. Ada beberapa cara sederhana untuk membuat mi instan menjadi lebih sehat dan bergizi.

1. Tambahkan sayuran

Menambahkan sayuran seperti sawi, wortel, brokoli, kol, atau jamur bisa membantu meningkatkan kandungan vitamin dan serat dalam mi instan. Selain membuat makanan lebih sehat, rasanya juga jadi lebih segar.

2. Tambahkan sumber protein

Mi instan biasanya rendah protein. Anda bisa menambahkan telur, ayam, ikan, bakso, tahu, atau tempe agar lebih mengenyangkan dan bernutrisi.

[Gambas:Video CNN]

3. Kurangi penggunaan bumbu

Jika khawatir dengan kandungan garam tinggi, Anda bisa menggunakan setengah bumbu saja. Cara ini membantu mengurangi asupan natrium harian tanpa menghilangkan rasa sepenuhnya.

4. Pilih mi rendah sodium

Sekarang sudah banyak pilihan mi instan dengan kandungan garam lebih rendah. Produk seperti ini bisa menjadi pilihan yang lebih baik untuk dikonsumsi sesekali.

5. Jangan terlalu sering dikonsumsi

Mi instan memang praktis, tetapi sebaiknya tidak dijadikan makanan utama setiap hari. Konsumsi terlalu sering dapat membuat pola makan menjadi tidak seimbang.

Jadi, perlukah membuang air rebusan mi? Jawabannya tergantung selera masing-masing. Hal yang paling penting, yaitu seberapa sering kamu makan mi instan dan bagaimana cara kamu melengkapinya dengan makanan bergizi lainnya.

Demikian jawaban dari pertanyaan apakah air rebusan mi berbahaya untuk dikonsumsi. Semoga bermanfaat.

(sac/rti) Add as a preferred
source on Google


[Gambas:Video CNN]