Berbeda dengan MV Hondius, Ini Jenis Hantavirus yang Ditemukan di RI
Kementerian Kesehatan (Kemenkes) RI menegaskan, jenis Hantavirus yang ditemukan mewabah di kapal pesiar MV Hondius berbeda yang yang ada di Indonesia.
Hantavirus yang ditemukan di MV Hondius diketahui merupakan strain virus Andes. Virus ini menyebabkan penyakit Hantavirus pulmonary syndrome (HPS).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Tipe HPS ini belum dilaporkan di Indonesia, baik pada manusia maupun tikus," ujar Direktur Jenderal Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Kemenkes RI Andi Saguni dalam konferensi pers, Senin (11/5).
Andi menambahkan, tipe Hantavirus yang ditemukan di Indonesia merupakan yang menyebabkan hemorrhagic fever with renal syndrome (HFRS).
Beda Hantavirus penyebab HPS dan HFRS
Meski sama-sama Hantavirus, keduanya memiliki perbedaan. Perbedaan bisa dilihat dari beberapa sisi, seperti jenis strain virus, gejala, hingga hewan pembawa.
Beda strain
Hantavirus penyebab HPS yang ditemukan di MV Hondius diketahui berasal dari strain virus Andes. Sementara Hantavirus penyebab HFRS yang ditemukan di Indonesia berjenis strain Seoul.
Beda gejala
Keduanya sama-sama menimbulkan demam, sama seperti penyakit infeksi lainnya. Tapi, setidaknya ada gejala khas yang membedakan keduanya.
Pada HPS, gejala utamanya adalah gangguan pernapasan berat. Selain demam dan gangguan pernapasan, pasien juga bisa mengalami nyeri otot, sakit kepala, mual-muntah, diare, batuk, hingga detak jantung tidak teratur.
Sementara pada kasus HFRS, gejala yang paling khas adalah tubuh menguning karena menyerang ginjal. Mengutip CDC, gejala lainnya bisa berupa sakit kepala hebat, nyeri punggung dan perut, mual, dan penglihatan kabur. Pasien juga bisa mengalami wajah yang memerah dan ruam.
Beda jenis tikus pembawa
Di Indonesia, virus disebarkan oleh Rattus norvegicus atau tikus got dengan strain Seoul virus. Sementara Andes virus yang ditemukan di Amerika disebarkan oleh tikus liat jenis Oligoryzomys longicaudatus.
Dalam beberapa waktu terakhir, Hantavirus menjadi sorot perhatian. Gara-garanya, wabah Hantavirus yang ditemukan terjadi di kapal pesir MV Hondius awal Mei ini.
Hingga Minggu (10/5), dilaporkan sebanyak 6 kasus terkonfirmasi positif dan 3 kasus meninggal dunia akibat Hantavirus.
Dengan angka kematian mencapai 37,5 persen, jenis Hantavirus penyebab HPS lebih fatal dibanding jenis yang pernah ditemukan di Indonesia.
Kemenkes sendiri tetap mengimbau masyarakat untuk menjaga kebersihan lingkungan agar terhindar dari paparan sekresi tikus.
(anm/asr) Add
as a preferred source on Google
