Perlukah Tamu Beri Uang Tip untuk Pegawai Hotel?

CNN Indonesia
Jumat, 15 Mei 2026 07:00 WIB
Memberikan "tanda terima kasih" atas pelayanan yang memuaskan dianggap sebagai langkah bijak, terutama di tengah kondisi industri perhotelan selepas pandemi.
Ilustrasi petugas housekeeping hotel. (ANTARA FOTO/M RISYAL HIDAYAT)
Jakarta, CNN Indonesia --

Praktik tamu memberikan uang tip kepada staf atau pegawai ketika menginap di hotel sering kali menjadi urusan personal yang subjektif.

Sebagian pelancong tak ragu merogoh kocek untuk memberikan uang tunai tanpa melihat kualitas layanan, sementara sebagian lainnya sangat selektif dalam menilai pengalaman mereka sebelum memutuskan memberi apresiasi.

Meski tidak ada aturan baku, di negara seperti Amerika Serikat (AS), memberikan tip sudah menjadi norma sosial yang krusial. Hal ini dikarenakan banyak pekerja sektor jasa yang mengandalkan tip untuk menambal gaji pokok mereka.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Mengutip laporan The Points Guy, budaya tip di AS belakangan kerap menuai kritik tajam. Banyak pihak menyayangkan sistem yang seolah melimpahkan beban kesejahteraan karyawan kepada tamu, padahal perusahaan tempat mereka bekerja sering kali membukukan laba yang sangat besar.

Kendati begitu, memberikan "tanda terima kasih" atas pelayanan yang memuaskan tetap dianggap sebagai langkah bijak, terutama di tengah kondisi industri perhotelan selepas pandemi Covid-19.

Pasca-pandemi, banyak hotel yang masih berjuang dengan kekurangan tenaga kerja, sehingga staf yang ada sering kali harus merangkap banyak tugas sekaligus.

Memberikan tip kepada mereka, mulai dari pelayan, valet, concierge, hingga layanan kamar, menjadi bentuk pengakuan atas usaha ekstra yang mereka kerahkan.

Banyak tamu sering merasa cemas atau takut melakukan kesalahan saat memberikan tip. Tom Waithe, mantan eksekutif di Kimpton Hotels, menyebut bahwa ketakutan tersebut sebenarnya tidak perlu.

"Staf hotel sangat jarang memperhatikan atau menghakimi jumlah tip yang diberikan. Gesture sekecil apa pun biasanya sangat dihargai," ujar Waithe.

Namun, ia memberikan satu catatan penting: hindari memberikan tip dalam bentuk koin recehan. Mengumpulkan uang koin dalam jumlah banyak untuk tip justru bisa dianggap sebagai penghinaan atau merendahkan staf hotel.

Jika Anda bingung harus memprioritaskan siapa, para pakar etika perhotelan menyarankan untuk fokus pada petugas kebersihan atau housekeeping.

Alasannya sederhana: mereka adalah garda terdepan yang membersihkan kekacauan dan merapikan tempat tidur tamu, namun sering kali menjadi sosok yang paling tidak terlihat dan jarang mendapatkan apresiasi langsung.

Data dari American Hotel and Lodging Association (AHLA) menunjukkan bahwa petugas housekeeping adalah posisi yang paling sulit dicari dan direkrut (50 persen anggota AHLA menganggap ini tantangan terbesar).

Dengan beban kerja yang kian berat akibat kurangnya personel, memberikan tip kepada petugas housekeeping bukan sekadar etiket, melainkan bentuk empati terhadap mereka yang bekerja paling keras di balik layar.

(wiw) Add as a preferred
source on Google


[Gambas:Video CNN]