Jangan Sepelekan Gigi Berlubang pada Anak, Bisa Picu Kerusakan Jantung

CNN Indonesia
Jumat, 08 Mei 2026 23:00 WIB
Hati-hati, kuman dari gigi berlubang bisa masuk ke aliran darah dan merusak katup jantung anak. Simak penjelasan ahli dan gejalanya di sini.
Ilustrasi. Gigi berlubang bisa bikin masalah jantung. (istockphoto/sujit kantakad)
Jakarta, CNN Indonesia --

Masalah kesehatan pada anak sering kali bermula dari hal-hal yang dianggap sepele, salah satunya adalah gigi berlubang.

Meski terlihat sederhana, lubang pada gigi ternyata bisa menjadi 'pintu masuk' bagi ancaman kesehatan yang jauh lebih serius, yakni infeksi jantung.

Dokter spesialis jantung dan pembuluh darah di RSPI, Yovi Kurniawati, memperingatkan bahwa kuman yang berasal dari gigi berlubang dapat dengan mudah masuk ke dalam tubuh melalui aliran darah.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Munculnya 'vegetasi' di katup jantung

Bahaya utama dari kondisi ini adalah ketika kuman tersebut menempel pada bagian jantung. Kumpulan mikroba, fibrin, dan trombosit ini kemudian membentuk apa yang disebut sebagai vegetasi.

"Vegetasi itu biasanya akan berjalan terus sampai kalau dia (kuman) tidak bisa ditangani," ujar Yovi dalam sebuah temu media di Jakarta, Kamis (7/5).

Jika dibiarkan, vegetasi ini dapat merusak katup jantung hingga menyebabkan kebocoran berat atau yang secara medis dikenal sebagai infektif endokarditis.

Gejala

Lantas, bagaimana orang tua bisa mendeteksi jika infeksi gigi sudah mulai menyerang jantung buah hati? Dr. Yovi menyebutkan beberapa gejala yang patut diwaspadai:

• Demam tinggi yang tidak kunjung turun.

• Anak mengalami sesak napas.

• Tubuh terlihat sangat lesu (lethargic).

• Anak merasa lemas tanpa sebab yang jelas.

Jika kondisi ini terjadi, penanganannya tidaklah instan. Pasien biasanya harus menjalani terapi antibiotik dalam jangka waktu cukup lama, minimal empat hingga enam minggu.

Proses ini pun sering kali melibatkan kolaborasi antara dokter jantung dan dokter ahli THT (Telinga, Hidung, dan Tenggorokan).

Pencegahan adalah kunci utama, terutama bagi anak-anak yang memiliki riwayat penyakit jantung bawaan. Pemeriksaan gigi secara rutin menjadi prosedur wajib untuk menekan risiko komplikasi.

"Sebelum terjadi infeksi, kita sudah harus suruh anak ini kontrol. Apakah giginya teratur, ada tidak yang bolong atau berlubang. Jika ada, harus segera dirawat jangan sampai terjadi infeksi berat," kata dia melansir Antara.

Data terbaru dari Kementerian Kesehatan menunjukkan angka yang cukup mengkhawatirkan. Dari 4,8 juta anak sekolah yang diperiksa dalam periode Januari hingga Mei 2026, sekitar 1,1 juta anak ditemukan mengalami masalah gigi berlubang.

Selain masalah gigi, pemeriksaan tersebut juga mencatat sebanyak 663.000 anak mengalami peningkatan tekanan darah dan 239.000 anak mengalami penumpukan kotoran telinga.

Melihat data tersebut, sudah saatnya orang tua lebih peduli terhadap kesehatan mulut anak. Segera tambal atau rawat gigi yang berlubang sebelum kuman melangkah lebih jauh ke organ vital lainnya.

(tis/tis) Add as a preferred
source on Google


[Gambas:Video CNN]