Hasil CKG Ungkap Banyak Anak Kena Darah Tinggi, Ini Penyebabnya

CNN Indonesia
Kamis, 07 Mei 2026 08:15 WIB
Tekanan darah tinggi pada anak-anak dan remaja disebut hipertensi pediatrik.
Ilustrasi. Hasil CKG anak mengungkap kasus darah tinggi cukup banyak. Dari total 4,8 juta anak yang diskrining, sebanyak 663 ribu mengalami peningkatan tekanan darah. (Antara Foto/Andri Saputra)
Daftar Isi
Jakarta, CNN Indonesia --

Badan Komunikasi Pemerintah (Bakom) mengungkap hasil Cek Kesehatan Gratis (CKG) anak. CKG anak menunjukkan kasus darah tinggi sebanyak 663 ribu dari 4,8 juta anak yang diskrining.

Berdasar data Kementerian Kesehatan per 1 Januari hingga 3 Mei 2026, sebanyak 4,8 juta anak dari 48 ribu sekolah telah menjalani skrining program CKG.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Yang cukup mengejutkan, ratusan ribu anak ditemukan mengalami peningkatan tekanan darah.

CKG anak tunjukkan darah tinggi

Kepala Bakom M. Qodari menjelaskan hasil CKG menunjukkan tiga penyakit yang mendominasi anak usia sekolah yakni, darah tinggi, gigi berlubang, dan penumpukan kotoran di telinga.

"Sebanyak 22,1 persen atau 663 ribu anak mengalami peningkatan tekanan darah," kata Qodari dalam konferensi pers di kantor Bakom, Jakarta, Rabu (6/5).

Peningkatan tekanan darah dapat mengarah pada penyakit hipertensi. Melansir dari Cleveland Clinic, tekanan darah tinggi pada anak-anak dan remaja disebut hipertensi pediatrik.

Sekitar 1 dari 25 anak usia 12-19 tahun mengalami hipertensi. Seiring berjalan waktu, tekanan darah tinggi bisa merusak organ anak sebab aliran darah bermasalah.

Penyebab hipertensi pada anak

Secara umum tipe hipertensi pediatrik ada dua yakni, hipertensi primer dan hipertensi sekunder.

Hipertensi primer

Kondisi tekanan darah tinggi tidak punya penyebab pasti atau bisa juga disebut hipertensi idiopatik. Tipe tekanan darah tinggi umum dialami anak-anak.

Karakteristiknya meliputi, usia 6 tahun ke atas, ada riwayat keluarga dengan hipertensi, dan kelebihan berat badan (IMT lebih dari 25) atau obesitas (IMT lebih dari 30).

Hipertensi sekunder

Ada kondisi kesehatan tertentu yang memicu hipertensi. Umumnya hipertensi pada anak dipicu penyakit ginjal dan penyakit renovaskular (penyempitan arteri ke ginjal).

Selain itu, terdapat kondisi jantung bawaan, ketidakseimbangan hormon, sleep apnea, konsumsi obat tertentu, mutasi genetik, dan kondisi lingkungan termasuk paparan timbal, kadmium, merkuri, dan ftalat.

Gejala hipertensi pediatrik

Hasil CKG anak dengan darah tinggi tentu memicu kekhawatiran orang tua. Seperti pada orang dewasa, hipertensi umumnya tidak menunjukkan gejala. Namun ada beberapa tanda hipertensi harus segera diberi pertolongan medis yakni,

  • sakit kepala,
  • kejang,
  • muntah,
  • nyeri dada,
  • palpitasi atau detak jantung cepat, dan
  • napas pendek.
(els) Add as a preferred
source on Google


[Gambas:Video CNN]