Waspada Hamil Anggur, Bisa Berujung Kanker Ganas
Belakangan ini, istilah 'hamil anggur' atau secara medis dikenal sebagai mola hidatidosa tengah menjadi perbincangan hangat di berbagai platform media sosial. Banyak warganet berbagi kisah maupun kekhawatiran mengenai kondisi kehamilan yang unik namun berisiko ini.
Meski terdengar asing bagi sebagian orang, hamil anggur bukanlah fenomena baru, melainkan komplikasi kehamilan yang memerlukan penanganan medis segera.
Melansir Mayo Clinic, hamil anggur terjadi akibat pertumbuhan sel-sel trofoblas yang tidak wajar. Sel-sel ini seharusnya berkembang menjadi plasenta yang memberi makan janin, namun dalam kasus mola, mereka justru berubah menjadi sekumpulan kista berisi cairan yang bentuknya menyerupai untaian buah anggur.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Lihat Juga : |
Jenis hamil anggur
Menurut Dokter Spesialis Kebidanan dan Kandungan dari Eka Hospital PIK, dr. Krisantus Desiderius Jebada terdapat dua kategori utama hamil anggur yang bisa dialami perempuan produktif, yakni:
1. Hamil anggur komplet
Hamil anggur komplet merujuk pada kondisi di mana sel telur yang dibuahi 'kosong' atau tidak memiliki materi genetik dari ibu. Akibatnya, tidak ada janin yang terbentuk, yang ada hanya jaringan plasenta abnormal yang membengkak.
2. Hamil anggur parsial
Pada jenis ini, materi genetik ibu tetap ada, namun sperma yang membuahi berjumlah dua atau tiga, sehingga terjadi kelebihan kromosom (biasanya 69 kromosom, bukan 46). Janin mungkin sempat terbentuk, namun tidak akan bisa bertahan hidup dan biasanya berakhir dengan keguguran di awal kehamilan.
Mengapa bisa terjadi?
Secara biologis, kehamilan normal bermula dari pertemuan sel telur dan sperma yang masing-masing menyumbang 23 kromosom. Namun, pada hamil anggur, terjadi kegagalan sistematis.
"Hamil anggur terjadi karena telurnya kosong lalu dibuahi dua atau tiga sperma," jelas Krisantus dalam keterangannya.
Dia juga menegaskan bahwa kondisi ini bukanlah penyakit genetik atau keturunan. Jika seseorang pernah mengalaminya, hal itu bukan berarti ia membawa 'bakat' keturunan, melainkan murni kesalahan proses pembuahan pada saat itu.
Gejala yang patut diwaspadai
Melansir Cleveland Clinic, pada tahap awal, hamil anggur sering kali terasa seperti kehamilan normal. Namun, seiring berjalannya waktu, muncul gejala-gejala spesifik yang harus segera dikonsultasikan ke dokter, yakni sebagai berikut:
• Pendarahan Vagina: Biasanya berwarna cokelat tua hingga merah terang pada trimester pertama.
• Mual dan Muntah Hebat: Gejala morning sickness yang jauh lebih parah dari biasanya.
• Keluarnya Kista: Munculnya jaringan berbentuk seperti butiran anggur dari vagina.
• Nyeri Panggul: Adanya tekanan atau rasa sakit di area panggul.
• Pertumbuhan Rahim yang Cepat: Ukuran perut terlihat jauh lebih besar dibandingkan usia kehamilan yang seharusnya.
• Kadar HCG Sangat Tinggi: Sel plasenta abnormal menghasilkan hormon beta HCG dalam jumlah sangat besar, bahkan bisa mencapai jutaan.
Risiko penyakit serius dan kanker
Satu hal yang paling ditekankan oleh para ahli adalah pentingnya membersihkan jaringan mola hingga tuntas. Jika tidak dibersihkan melalui prosedur medis, jaringan ini bisa bersifat invasif.
"Yang ditakutkan kalau dia tidak bersih. Jaringannya bisa masuk ke sistem darah dan menyebar ke mana-mana," ungkap Krisantus.
Dalam beberapa kasus (kurang dari 15 persen), sisa jaringan tersebut dapat tumbuh ke lapisan otot rahim. Bahkan dalam kasus yang sangat jarang, hamil anggur bisa berkembang menjadi choriocarcinoma, sejenis kanker ganas yang memerlukan penanganan kemoterapi atau radiasi.
Komplikasi lain yang mengintai termasuk preeklamsia (tekanan darah tinggi ekstrem), anemia, hingga sepsis atau infeksi darah.
Deteksi dini melalui USG di trimester pertama adalah kunci utama. Jika terdiagnosa, jaringan harus segera dikeluarkan. Setelah prosedur pembersihan, pasien biasanya disarankan untuk menunda kehamilan kembali (ber-KB) dalam jangka waktu tertentu untuk memastikan kadar HCG kembali normal dan memastikan tidak ada jaringan abnormal yang tumbuh kembali.
(tis/tis) Add
as a preferred source on Google
[Gambas:Video CNN]

