Sinta Wahid Raih Penghargaan Outstanding Leader in Democracy
Sinta Nuriyah Wahid meraih penghargaan Outstanding Leader in Democracy and Women's Right dalam ajang CNN Indonesia Leading Women Awards 2026.
Penghargaan tersebut diberikan dalam acara yang mengusung tema 'Empowered Women, Empowering The Nation' di Auditorium Menara Bank Mega (MBM), Jakarta Selatan, Selasa (5/5).
Penghargaan diberikan langsung oleh Pendiri dan Ketua Yayasan CT Arsa Foundation Anita Tanjung.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Lihat Juga : |
"Kaum wanita adalah makhluk yang paling mulia di dunia ini, tetapi kaum wanita adalah malaikat-malaikat yang nyata," ujar Sinta mewakili sang ibu usai menerima penghargaan.
Sinta juga mengatakan bahwa wanita tidak dilahirkan sebagai bayang-bayang pria. Lebih dari itu, wanita berhak untuk menentukan jalan hidupnya sendiri.
"Karena perempuan adalah tiang negara. Kalau perempuan tidak baik, maka negaranya juga tidak akan baik," tambah dia.
Sebagai tokoh perempuan dan pluralisme, Sinta dikenal konsisten menggaungkan nilai inklusivitas di Indonesia. Ia aktif mendorong dialog lintas iman, membuka ruang pertemuan bagi kelompok yang beragam, serta memperjuangkan nilai kemanusiaan di tengah keberagaman.
Sinta turun langsung ke masyarakat, mendampingi kelompok rentan, serta memperjuangkan hak-hak perempuan dan minoritas.
Perempuan yang kini berusia lebih dari 70 tahun ini telah lama dikenal sebagai simbol pluralisme dan toleransi. Kiprahnya bahkan diakui secara global saat masuk dalam daftar 100 orang paling berpengaruh di dunia versi Time pada 2018.
Tumbuh di lingkungan pesantren, Sinta tidak berhenti pada pendekatan tradisional. Ia aktif mendorong pembacaan kritis terhadap teks-teks keagamaan, terutama yang berkaitan dengan posisi perempuan.
Pada 2002, ia mendirikan Yayasan Puan Amal Hayati sebagai wadah pemberdayaan perempuan. Bersama akademisi dan aktivis, ia mengkaji berbagai isu, termasuk kesetaraan gender dalam perspektif keagamaan.
Istri Abdurrahman Wahid alias Gus Dur ini juga menulis buku yang mengulas relasi dalam pernikahan dari sudut pandang yang lebih setara, dan memicu diskusi luas di masyarakat, termasuk di lingkungan pesantren.
Selain isu perempuan, Sinta turut aktif mendampingi kelompok yang kerap terpinggirkan, seperti minoritas agama dan komunitas transgender. Dalam berbagai kesempatan, ia menekankan bahwa agama seharusnya menjadi sumber kasih sayang, bukan alat pembenaran untuk diskriminasi.
Pendekatan tersebut menjadikan Sinta sebagai figur yang menghadirkan nilai kemanusiaan tidak hanya dalam wacana, tetapi juga dalam praktik nyata.
Sebanyak lebih dari 30 perempuan inspiratif menerima penghargaan di berbagai bidang dalam Leading Women Awards 2026.
Gelaran ini menjadi ajang yang menyoroti perempuan-perempuan inspiratif dengan kontribusi nyata bagi masyarakat. Melalui nilai kepemimpinan yang berdampak, integritas, inklusivitas, dan keberlanjutan, penghargaan ini diharapkan dapat terus mendorong peran perempuan dalam berbagai sektor strategis.
(anm/asr) Add
as a preferred source on Google
[Gambas:Video CNN]
