Sering Kali Samar, Ini Sinyal Seseorang yang Diam-Diam Tak Menyukaimu

CNN Indonesia
Selasa, 19 Mei 2026 06:45 WIB
Ada sejumlah sinyal yang bisa dirasakan dari seseorang yang diam-diam tak menyukaimu. Ketahui apa saja sinyal samar tersebut di sini.
Ilustrasi. Ada sejumlah sinyal yang bisa dirasakan dari seseorang yang diam-diam tak menyukaimu. (iStockphoto/fizkes)
Daftar Isi
Jakarta, CNN Indonesia --

Pernah merasa seseorang menjauh, tetapi tidak pernah benar-benar mengatakan apa-apa? Interaksinya terasa dingin, balasan pesan singkat, atau kamu seperti tidak dianggap dalam sebuah kelompok?

Situasi seperti ini sering memunculkan pertanyaan, apakah dia memang tidak menyukaimu, atau kamu jadi mengira dirimu terlalu overthinking?

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Jawabannya tidak selalu hitam-putih. Tidak ada tes pasti untuk mengetahui perasaan seseorang. Namun setidaknya kamu bisa menangkap sinyalnya.

Sinyal seseorang diam-diam tak menyukaimu

Ada beberapa pola perilaku yang sering muncul ketika seseorang menjaga jarak atau tidak ingin terlalu dekat.

1. Interaksi terasa satu arah

Salah satu tanda paling umum, yaitu hubungan yang terasa tidak seimbang. Melansir Verywell Mind, ketika seseorang tidak terlalu tertarik membangun hubungan, interaksi cenderung berjalan satu arah.

Kamu yang lebih sering memulai percakapan, sedangkan respons yang diberikan singkat, datar, atau tidak menunjukkan antusiasme. Sesekali mungkin wajar, tetapi jika terjadi terus-menerus, ini bisa menjadi sinyal adanya jarak.

2. Sering menghindar atau sulit ditemui

Pola lain yang cukup terlihat, yakni kecenderungan menghindar. Jika seseorang berulang kali menolak ajakan, membatalkan rencana, atau selalu tidak sempat, itu bisa menunjukkan mereka tidak ingin mempererat hubungan.

Dalam konteks profesional, ketidaksukaan tidak selalu muncul sebagai konflik terbuka, tetapi justru lewat minimnya keinginan untuk terlibat secara konstruktif.

3. Terasa diabaikan atau tidak dilibatkan

Rasa tidak dianggap juga sering jadi sinyal yang kuat. Dalam kajian psikologi, kondisi ini dikenal sebagai ostracism, pengalaman diabaikan atau dikecualikan dari interaksi sosial.

Studi dari jurnal Nature Reviews Psychology pada Januari 2025 menyebut, bentuknya bisa sangat halus, seperti tidak diajak bicara, pesan yang sering tidak dibalas, atau tidak dilibatkan dalam percakapan.

Jika ini terjadi berulang dan spesifik padamu, kemungkinan besar ada jarak dalam hubungan tersebut.

4. Sikap pasif-agresif

Tidak semua ketidaksukaan ditunjukkan secara langsung. Dalam beberapa kasus, terutama di lingkungan kerja, sikap negatif muncul dalam bentuk sikap pasif-agresif.

Misalnya, komentar yang menyindir, penundaan kerja, atau respons yang tampak netral, tetapi sebenarnya merugikan. Dikutip dari Psychology Today, pola ini sering muncul dalam hubungan yang penuh ketegangan, tetapi tidak diungkapkan secara terbuka.

Meski tanda-tanda di atas bisa menjadi petunjuk, bukan berarti semuanya pasti benar. Psikologi juga mengenal istilah liking gap, yaitu kecenderungan seseorang meremehkan seberapa besar orang lain menyukai mereka.

Artinya, kita bisa saja merasa tidak disukai, padahal kenyataannya tidak seperti itu. Selain itu, sebagian orang memang lebih sensitif terhadap tanda penolakan, sehingga lebih mudah overthinking.

Yang paling penting adalah melihat pola, bukan satu-dua momen. Jika interaksi terus terasa satu arah, sering dihindari, dan kamu berulang kali merasa diabaikan, itu bisa menjadi sinyal yang layak diperhatikan.

Jika hanya sesekali, misalnya seseorang sedang sibuk atau tidak fokus, belum tentu itu artinya mereka tidak menyukai kamu. Jadi, jangan terlalu overthinking, ya!

(anm/rti) Add as a preferred
source on Google


[Gambas:Video CNN]