Datang Terlalu Cepat, Ini Alasan Uban Mulai Muncul di Usia 20-an

CNN Indonesia
Rabu, 03 Jun 2026 10:30 WIB
Datang Terlalu Cepat, Ini Alasan Uban Mulai Muncul di Usia 20-an
Ilustrasi. Kemunculan uban pada anak muda kini tergolong dini. Di usia 20-an pada orang tertentu, rambut abu sudah mulai muncul. Apa penyebabnya? (iStockphoto/Alina Humeniuk)
Daftar Isi
Jakarta, CNN Indonesia --

Uban yang dahulu identik dengan usia lanjut, kini justru makin sering muncul pada mereka yang masih berusia 20 hingga 30-an.

Hal ini makin terlihat di media sosial, ketika banyak generasi milenial dan Gen Z mulai menunjukkan rambut beruban di usia yang tergolong muda.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Dilansir Newsweek, penelitian yang dipublikasikan dalam Journal of Clinical and Aesthetic Dermatology (2021) menyebut uban biasanya mulai muncul di usia pertengahan 30-an pada ras Kaukasia, akhir 30-an pada Asia, dan sekitar 40-an pada Afrika.

Namun faktanya, banyak orang bahkan di usia belasan hingga awal 20-an sudah menemukan berhelai-helai rambut berwarna abu.

Apa penyebab kemuculan uban dini di usia 20-an?

Penyebab uban kini tidak lagi bisa disederhanakan hanya pada faktor usia. Ada sejumlah faktor yang berperan dalam munculnya uban dini, seperti dilansir dari berbagai sumber:

1. Faktor genetik

Mengutip Science Insights, faktor genetik dapat memengaruhi munculnya uban. Jika orang tua beruban lebih awal, kemungkinan besar akan mengikuti pola yang sama.

Hal ini terjadi karena terdapat gen bernama IRF4 yang membantu produksi melanin. Variasi pada gen ini dapat membuat pigmentasi rambut kurang tangguh, sehingga proses penurunan fungsi sel induk pigmen terjadi lebih cepat.

2. Stres

Stres dan kelelahan tidak hanya berdampak pada kondisi mental, tetapi juga memengaruhi kesehatan rambut. Kondisi ini dapat menguras mineral dalam tubuh, yang kemudian digantikan oleh kalsium dan seng, sehingga memicu munculnya warna abu-abu atau putih.

Sebuah penelitian yang dipublikasikan dalam jurnal Nature menunjukkan, stres dapat memicu sistem saraf melepaskan norepinefrin yang memaksa sel punca pigmen rambut bekerja berlebihan. Akibatnya, rambut baru tumbuh tanpa warna alias menjadi uban.

3. Kekurangan mineral tertentu

Selain faktor genetik dan stres yang selama ini dikenal luas, ketidakseimbangan mineral dalam tubuh juga mulai mendapat perhatian.

Menurut Catarina Orr-Evans, integrative health coach yang berbasis di Ohio, uban dini bisa berkaitan dengan kondisi mineral tubuh yang tidak seimbang.

Orr-Evans mereferensi pada studi Paul Eck yang meneliti pola mineral dalam rambut selama bertahun-tahun. Temuannya, yakni warna rambut ditentukan oleh mineral seperti zat besi dan mangan yang berperan dalam produksi energi.

Temuan ini diperkuat oleh penelitian dari Isfahan University of Medical Science (2012) yang menemukan kadar tembaga lebih rendah pada orang dengan uban dini, khususnya di bawah usia 20 tahun.

Dokter spesialis dermatologi Viktoryia Kazlosukaya menjelaskan, tembaga, seng, dan besi merupakan enzim penting untuk sintesis pigmen rambut.

Ia juga menambahkan, uban dini sering ditemukan pada pasien dengan anemia defisiensi zat besi, dan dalam beberapa kasus, suplementasi zat besi dapat membantu mengembalikan warna rambut.

4. Kondisi medis tertentu

Meski sering dianggap normal, uban dini dalam beberapa kasus juga bisa berkaitan dengan kondisi medis tertentu. Misalnya, gangguan genetik seperti Menkes disease yang memengaruhi metabolisme tembaga dalam tubuh.

Selain itu, kekurangan vitamin B12, gangguan tiroid, hingga penyakit autoimun juga dikaitkan dengan percepatan munculnya uban.

Munculnya uban di usia muda kini tidak lagi bisa dipandang sebagai anomali semata. Perubahan gaya hidup, tekanan mental, hingga pola makan menjadi faktor yang ikut membentuk hal ini.

(nga/rti) Add as a preferred
source on Google


[Gambas:Video CNN]