WC Duduk vs Jongkok, Mana yang Lebih Sehat untuk BAB?
Pilihan antara toilet duduk dan jongkok kerap dikaitkan dengan kenyamanan sekaligus kesehatan pencernaan. Ada yang merasa posisi jongkok lebih alami untuk buang air besar (BAB), sedangkan toilet duduk dianggap lebih praktis dan aman bagi sebagian orang.
Jika dilihat dari cara tubuh bekerja saat BAB, jawabannya tidak hanya soal jenis toiletnya, tetapi juga posisi tubuh saat menggunakannya.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Posisi jongkok lebih fisiologis
Ilustrasi WC jongkok. (Istockphoto/DenBoma) |
Sejumlah penelitian menunjukkan posisi jongkok memang punya keunggulan dari sisi mekanisme tubuh.
Menurut sebuah studi oleh Niloofar Rahgoshay dkk. di BMC Public Health (2025), posisi jongkok dapat membantu membuka sudut anorektal, yakni sudut antara rektum dan anus, sehingga jalur keluarnya feses menjadi lebih lurus.
Dampaknya, proses BAB bisa lebih mudah, lebih cepat, dan membutuhkan tekanan (mengejan) yang lebih sedikit.
Dibanding posisi duduk, posisi jongkok meningkatkan sudut anorektal dan memperbaiki fungsi pengosongan usus. Sederhananya, posisi ini membuat tubuh lebih siap untuk BAB.
Karena lebih sedikit mengejan, posisi jongkok atau semi-jongkok juga kerap dikaitkan dengan risiko yang lebih rendah terhadap konstipasi (sembelit) dan hemoroid (wasir).
Perubahan dari posisi duduk ke jongkok dapat membantu proses pengosongan usus menjadi lebih tuntas. Meski hasilnya menjanjikan, para peneliti menekankan, bukti jangka panjang masih terbatas dan belum sepenuhnya konsisten.
Lalu, bagaimana dengan WC duduk?
Ilustrasi WC duduk. (iStockphoto/patchanan promunat) |
Bukan berarti toilet duduk tidak sehat, dalam praktiknya, WC duduk tetap bisa digunakan dengan cara yang lebih ramah tubuh. Salah satunya dengan menambahkan bangku kecil untuk pijakan kaki.
Mengutip American Physical Therapy Association (APTA) Pelvic Health, posisi duduk dengan lutut lebih tinggi dari pinggul yang mendekati posisi jongkok, dapat membantu proses BAB menjadi lebih lancar. Posisi duduk yang dimodifikasi ini bisa memberi manfaat biomekanik yang mirip dengan jongkok.
Meski secara teori lebih ideal, posisi jongkok tidak selalu nyaman atau aman untuk semua orang. Lansia, orang dengan nyeri lutut atau pinggul, gangguan keseimbangan, atau keterbatasan mobilitas bisa kesulitan menggunakan WC jongkok.
Dalam konteks ini, toilet duduk justru menjadi pilihan yang lebih aman dan realistis. Perbandingan toilet duduk dan jongkok tidak hanya soal pencernaan, tetapi juga keselamatan pengguna.
Posisi jongkok lebih mendukung proses BAB karena lebih sesuai dengan mekanisme alami tubuh. Dalam kehidupan sehari-hari, WC duduk dengan bantuan bangku kecil sering menjadi kompromi terbaik, memberi manfaat posisi jongkok tanpa membebani tubuh.
Lebih sehat untuk BAB bukan soal jenis toiletnya, tetapi posisi tubuhnya. Posisi jongkok, atau duduk yang meniru jongkok, cenderung membuat proses buang air besar lebih mudah dan efisien.
(anm/rti) Add
as a preferred source on Google

Ilustrasi WC jongkok. (Istockphoto/DenBoma)
Ilustrasi WC duduk. (iStockphoto/patchanan promunat)