Mata Ibu Memerah Usai Melahirkan, Apa Sebabnya?
Perubahan tubuh setelah melahirkan sering kali datang tanpa diduga. Salah satunya kondisi mata yang tiba-tiba memerah terang, bahkan menutupi seluruh bagian putih mata.
Belum lama ini, pengalaman serupa juga dibagikan seorang perempuan di media sosial. Ia menunjukkan dan mengaku bagian putih matanya berubah menjadi merah setelah persalinan.
Meski tampak mencolok, ia tidak merasakan nyeri maupun gangguan penglihatan, termasuk saat menggunakan kacamata. Lantas, apa sebenarnya yang terjadi?
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Melansir dari American Academy of Ophthalamology, kondisi ini umumnya disebut perdarahan subkonjungtiva (subconjunctival hemorrhage). Kondisi ini terjadi ketika pembuluh darah kecil di bawah konjungtiva pecah, sehingga darah terlihat jelas di permukaan mata.
Perdarahan subkonjungtiva merupakan salah satu penyebab umum mata merah yang biasanya tidak memengaruhi penglihatan dan cenderung tidak berbahaya.Pada kasus setelah melahirkan, kondisi ini paling sering dikaitkan dengan proses mengejan saat persalinan.
Pengaruh mengejan saat persalinan
Saat melahirkan, tubuh mengalami tekanan besar, terutama ketika ibu mengejan. Kondisi ini memicu apa yang disebut efek Valsalva, yaitu peningkatan tekanan di dalam dada dan perut secara tiba-tiba.
Hal tersebut kemudian ikut meningkatkan tekanan pada pembuluh darah vena, termasuk di area mata. Akibatnya, pembuluh darah kecil bisa pecah dan menyebabkan mata tampak merah terang.
Laporan kasus berjudul Bilateral Subconjunctival Hemorrhage Following Delivery menunjukkan, kondisi ini dapat muncul satu hari setelah persalinan, tanpa disertai keluhan lain pada mata.
Meski terlihat dramatis, kondisi ini umumnya ringan dan bisa sembuh dengan sendirinya dalam beberapa hari hingga dua minggu tanpa pengobatan khusus.
Beberapa ciri perdarahan subkonjungtiva yang tergolong tidak berbahaya antara lain:
- tidak disertai nyeri,
- tidak ada gangguan penglihatan,
- tidak terasa perih atau mengganjal berlebihan,
- tidak mengganggu aktivitas sehari-hari.
Dalam banyak kasus, satu-satunya perubahan yang dirasakan hanya tampilan mata yang menjadi merah.Meski sebagian besar kasus tergolong aman, ada kondisi tertentu yang tidak boleh diabaikan.
Beberapa laporan medis, seperti dalam studi berjudul Subperiosteal Orbital Hemorrhage: An Unusual Complication During Labor, menunjukkan bahwa tekanan saat persalinan juga bisa memicu perdarahan di area mata yang lebih dalam, meski jarang terjadi.
Karena itu, penting untuk segera memeriksakan diri jika mata merah disertai gejala berikut:
- nyeri hebat di area mata,
- penglihatan kabur atau ganda,
- mata terasa menonjol,
- sulit menggerakkan bola mata,
- sakit kepala berat.
Gejala tersebut bisa menandakan kondisi yang lebih serius dan memerlukan penanganan medis.
Mata memerah setelah melahirkan bisa menjadi salah satu bentuk respons tubuh terhadap tekanan besar selama persalinan.
Jika kondisi ini muncul tanpa keluhan lain, umumnya tidak perlu dikhawatirkan. Namun, penting untuk tetap mengenali batas antara kondisi yang normal dan yang membutuhkan pemeriksaan lebih lanjut.
(anm/asr) Add
as a preferred source on Google

