Tak Semua Orang Bisa Vaksin Campak, Ini 8 Kelompok yang Perlu Menunda

CNN Indonesia
Jumat, 10 Apr 2026 17:15 WIB
Ada sejumlah kondisi yang membuat seseorang disarankan menunda atau bahkan tidak menerima vaksin campak untuk sementara waktu.
Ilustrasi. Ada sejumlah kondisi yang membuat seseorang disarankan menunda atau bahkan tidak menerima vaksin campak untuk sementara waktu. (CNN Indonesia/Adi Maulana)
Daftar Isi
Jakarta, CNN Indonesia --

Tidak semua orang dewasa dianjurkan untuk langsung menerima vaksin campak. Ada kelompok tertentu yang perlu menunda demi alasan keamanan medis.

Meski vaksinasi menjadi langkah penting untuk mencegah penularan, kondisi kesehatan orang tetap menjadi pertimbangan utama sebelum pemberian vaksin dilakukan.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT


Dalam situasi meningkatnya kewaspadaan terhadap penyebaran campak, vaksinasi menjadi salah satu strategi utama perlindungan.

Mengutip dari Cleveland Clinic, penyakit ini dikenal sangat menular dan dapat menyebabkan komplikasi serius, terutama pada kelompok rentan. Namun, tidak semua orang bisa menerima vaksin dalam kondisi apa pun.

Tenaga medis menekankan bahwa skrining sebelum vaksinasi sangat penting untuk memastikan keamanan.

Melansir dari Mandaya Hospital, ada sejumlah kondisi yang membuat seseorang disarankan menunda atau bahkan tidak menerima vaksin campak untuk sementara waktu.

Berikut kelompok orang yang perlu menunda vaksin campak.

1. Wanita hamil atau yang sedang merencanakan kehamilan

Wanita yang sedang hamil dan yang berencana hamil juga disarankan menunda vaksinasi dan menunggu setidaknya empat minggu setelah vaksin sebelum mencoba untuk hamil.

2. Orang dengan sistem imun lemah

Orang dengan daya tahan tubuh rendah, baik akibat penyakit tertentu maupun efek pengobatan, sebaiknya tidak menerima vaksin ini. Sistem imun yang tidak optimal berisiko tidak mampu merespons vaksin dengan baik, bahkan bisa menimbulkan efek yang tidak diinginkan.

3. Pasien yang sedang menjalani terapi intensif

Mereka yang tengah menjalani kemoterapi, radioterapi, atau imunoterapi termasuk kelompok yang harus menunda vaksinasi. Terapi tersebut dapat menekan sistem kekebalan tubuh secara signifikan.

4. Penerima transplantasi organ

Orang yang telah menjalani transplantasi biasanya mengonsumsi obat penekan imun untuk mencegah penolakan organ. Kondisi ini membuat vaksin seperti campak tidak direkomendasikan.

5. Pengidap HIV yang belum terkontrol

Pada orang dengan HIV yang belum stabil, pemberian vaksin perlu dipertimbangkan secara hati-hati. Sistem imun yang belum terkontrol dapat meningkatkan risiko efek samping.

6. Orang dengan gangguan imun lainnya

Berbagai kondisi medis yang memengaruhi fungsi sistem kekebalan tubuh juga menjadi alasan untuk menunda vaksinasi hingga kondisi lebih stabil.

7. Orang yang baru menerima transfusi darah

Transfusi darah dapat memengaruhi respons tubuh terhadap vaksin. Karena itu, pemberian vaksin biasanya ditunda untuk memastikan efektivitasnya tetap optimal.

8. Riwayat alergi berat terhadap komponen vaksin

Mereka yang pernah mengalami reaksi alergi serius terhadap vaksin campak atau komponennya tidak dianjurkan untuk menerima vaksin yang sama tanpa evaluasi medis lanjutan.

Meski ada kelompok yang perlu menunda, sebagian besar orang dewasa tetap dapat menerima vaksin campak dengan aman.

Bahkan, bagi yang belum memiliki kekebalan, vaksinasi sangat dianjurkan untuk mencegah infeksi dan komplikasi serius seperti pneumonia hingga peradangan otak.

Mengutip dari Harvard Health Publishing, satu dosis vaksin campak diketahui efektif 93 persen dalam mencegah penyakit, sementara dua dosis dapat meningkatkan efektivitas hingga 97 persen mendekati optimal.

Karena itu, keputusan vaksinasi sebaiknya didasarkan pada kondisi kesehatan masing-masing individu.

Konsultasi dengan tenaga medis menjadi langkah penting sebelum vaksinasi dilakukan. Dengan penilaian yang tepat, vaksin tetap bisa menjadi perlindungan efektif tanpa mengabaikan faktor keamanan.

(nga/fef) Add as a preferred
source on Google


[Gambas:Video CNN]