Kemenkes Prioritaskan Vaksin Campak ke Nakes di Daerah Tinggi Kasus

CNN Indonesia
Kamis, 09 Apr 2026 07:30 WIB
Keputusan ini diambil Kemenkes sebagai Outbreak Response Immunization (ORI) di daerah-daerah dengan kasus tertinggi atau berstatus KLB.
Ilustrasi. Kemenkes prioritaskan vaksin campak ke nakes terutama nakes di daerah tinggi kasus atau mengalami KLB. (CNN Indonesia/Adi Ibrahim)
Jakarta, CNN Indonesia --

Kementerian Kesehatan (Kemenkes) bakal memprioritaskan vaksin campak ke nakes terutama di daerah tinggi kasus atau mengalami Kejadian Luar Biasa (KLB).

Keputusan ini diambil Kemenkes sebagai Outbreak Response Immunization (ORI) di daerah-daerah dengan kasus tertinggi atau berstatus KLB.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Tentunya dengan adanya KLB ini potensi penularan kepada orang berisiko tinggi dalam hal ini para nakes, yang terutama yang bekerja langsung dengan pasien ini mengalami risiko tinggi terkait dengan penularan ini," kata Direktur Jenderal Kefarmasian dan Alat Kesehatan Kemenkes Lucia Rizka Andalusia, seperti dilaporkan Antara.

Vaksin campak akan diberikan kepada 39.212 tenaga medis dan 223.150 tenaga kesehatan (nakes) di 14 daerah.

Tak hanya itu, vaksin juga akan diberikan pada 28.231 dokter umum dan dokter gigi yang sedang internship di seluruh Indonesia.

Vaksin campak merupakan vaksin yang wajib diberikan pada anak-anak. Vaksinasi dilakukan tiga kali yakni, usia 9 bulan, 18 bulan, dan booster saat anak masuk kelas 1 SD.

Vaksin campak ke nakes pun dapat dilakukan berkat izin Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM). Kemenkes mengapresiasi BPOM yang memberikan izin untuk perluasan indikasi vaksin campak Bio Farma untuk orang dewasa.

"Saat ini ketersediaan vaksin MR yang digunakan untuk program pemerintah itu jumlahnya sekitar 9,8 juta dosis di seluruh Indonesia. Tingkat ketersediaannya kalau diukur adalah sekitar 5,5 bulan," ujar Lucia Rizka.

Sementara itu, Kemenkes juga berkoordinasi dengan pemerintah daerah dalam pelaksanaan vaksin campak ke nakes.

Kemudian Kemenkes tetap mengimbau masyarakat agar memastikan anak-anak sudah mendapat vaksin campak lengkap. Dia mengingatkan jangan sampai orang tua menunggu anak sakit terlebih dahulu baru mempertimbangkan vaksin.

[Gambas:Video CNN]

(els) Add as a preferred
source on Google