4 Risiko Penyakit Ini Menghantui Jika Keseringan Makan Ikan Asin

CNN Indonesia
Sabtu, 11 Apr 2026 07:57 WIB
Meski enak dan menggugah selera, keseringan makan ikan asin ternyata tak baik. Ada sejumlah risiko penyakit yang menghantui.
Ilustrasi. Meski menggugah selera, keseringan makan ikan asin ternyata menimbulkan sejumlah risiko penyakit. (istockphoto/ROHE Creative Studio)
Daftar Isi
Jakarta, CNN Indonesia --

Umumnya orang menyantap ikan asin sebagai lauk pendamping nasi. Rasanya yang gurih dengan aroma khas, membuat selera makan sering kali membuncah.

Namun, perlu diketahui bahwa terdapat sejumlah risiko penyakit jika keseringan makan ikan asin. Apa saja itu?

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Ikan asin merupakan makanan berbahan dasar ikan yang proses pembuatannya dilakukan lewat metode pengawetan dengan garam. Oleh karena itu, ikan asin relatif bisa disimpan dalam waktu lama.

Biasanya ikan asin disandingkan dengan nasi hangat plus sambal, meski ada pula yang gemar mengombinasikannya beserta berbagai jenis sayur.

Siapa sangka, di balik kenikmatan tersebut, melahap ikan asin terlalu sering bisa berdampak buruk bagi kesehatan.

Risiko penyakit keseringan makan ikan asin

Kandungan garamnya yang tinggi berisiko mendatangkan sejumlah penyakit, terutama dalam jangka panjang.

Lantas, apa saja daftar penyakit yang berpotensi diderita apabila keseringan makan ikan asin? Merangkum dari berbagai sumber, berikut ini daftarnya:

1. Kanker nasofaring

Salah satu risiko penyakit jika keseringan makan ikan asin adalah kanker nasofaring. Dalam sebuah jurnal yang terbit pada 2023 disebutkan, kanker nasofaring atau biasa disebut KNF merupakan penyakit keganasan sel skuamosa pada lapisan epitel nasofaring.

Penyebabnya, yakni banyak mengonsumsi makanan yang diawetkan, termasuk ikan asin. Dari hasil studi yang dilakukan, terdapat kesimpulan bahwa mengonsumsi ikan asin lebih dari tiga kali dalam satu bulan bisa meningkatkan risiko kanker nasofaring sebesar 1,65 kali.

2. Tekanan darah tinggi

Menyantap ikan asin secara berlebihan dapat pula mengundang penyakit hipertensi atau tekanan darah tinggi. Apa alasannya? Dalam ikan asin, terdapat kandungan garam yang tinggi lantaran proses pengawetan.

Katakanlah apabila ikan asin dimakan setiap hari, ini bisa membuat tubuh menerima asupan natrium berlebih yang tentunya buruk bagi kesehatan, contohnya muncul peningkatan tekanan darah.

Hal ini sejalan dengan informasi pada laman Cleveland Clinic, bahwa garam yang dimakan secara berlebih akan memberikan tambahan natrium pada pembuluh darah dan jantung sehingga tekanan darah pun naik.

3. Gangguan pada ginjal

ilustrasi batu ginjalFoto: istockphoto/blueshot
Ilustrasi gangguan pada ginjal.

Secara fungsi, ginjal bertugas menyaring darah hingga membuang zat sisa metabolisme. Adapun risiko penyakit yang bisa muncul jika kebanyakan makan ikan asin, yaitu gangguan pada ginjal.

Apabila tubuh menerima banyak garam dari makanan, ginjal tentunya mesti berfungsi lebih keras guna membuang kelebihan garam yang masuk ke tubuh.

Maka, penting kiranya untuk mengontrol santapan dengan kadar garam tinggi untuk kesehatan ginjal, termasuk makan ikan asin.

4. Pembengkakan kaki atau tangan

Kandungan natrium berlebih bisa juga menyebabkan retensi cairan. Akibatnya, tubuh harus banyak menahan air dari kadar yang semestinya.

Tanpa disadari, terlebih jika didiamkan berangsur-angsur dalam waktu yang lama, kondisi ini dapat berisiko memunculkan pembengkakan pada bagian-bagian tubuh, di antaranya kaki dan tangan.

Di luar berbagai risiko penyakit keseringan makan ikan asin, hal yang tidak boleh disepelekan adalah terkait potensi kontaminasi bakteri atau zat berbahaya, misalnya formalin.

Itulah sederet risiko penyakit yang dapat ditimbulkan apabila makan ikan asing sering-sering. Jadi, jaga pola makan tetap seimbang, ya!

(hdr/rti) Add as a preferred
source on Google


[Gambas:Video CNN]