Kapan Waktu Terbaik untuk Jalan Kaki? Begini Penjelasan Sains

CNN Indonesia
Rabu, 01 Apr 2026 07:45 WIB
Para ahli mengungkapkan bahwa pemilihan waktu jalan kaki seperti, pagi, siang, atau malam, memiliki dampak berbeda bagi tubuh.
Ilustrasi jalan kaki. (iStockphoto/ gbh007)
Daftar Isi
Jakarta, CNN Indonesia --

Jalan kaki adalah aktivitas sederhana dengan segudang manfaat, mulai dari kesehatan jantung hingga memperbaiki suasana hati atau mood. Namun, tahukah Anda bahwa kapan Anda melangkah ternyata menentukan manfaat spesifik apa yang akan Anda dapatkan?

Para ahli mengungkapkan bahwa pemilihan waktu, pagi, siang, atau malam, memiliki dampak berbeda bagi tubuh. Berikut panduannya untuk menentukan jadwal jalan kaki harian Anda, melansir Women's Health.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

1. Jalan Pagi: Booster Metabolisme dan Tidur Nyenyak

Bagi Anda yang suka beraktivitas di pagi hari, ada kabar baik. Jalan kaki saat matahari baru terbit membantu mengatur ritme sirkadian (jam biologis) tubuh.

- Kualitas Tidur: Paparan sinar matahari pagi membantu Anda tidur lebih nyenyak di malam hari, menurut studi Journal of Health Psychology (2024).
- Kontrol Gula Darah: Studi tahun 2023 menunjukkan jalan pagi lebih efektif memperbaiki tekanan darah dan resistensi insulin dibandingkan jalan sore pada pasien sindrom metabolik.
- Bakar Lemak: Berjalan dalam kondisi perut kosong (fasted state) memaksa tubuh menggunakan cadangan lemak sebagai energi, bukan karbohidrat. Namun, hati-hati jika asupan protein Anda rendah, tubuh justru bisa membakar massa otot untuk energi.

2. Jalan Siang/Sore: Nutrisi Maksimal dan Panjang Umur

Jika Anda bukan morning person, siang atau sore hari adalah waktu yang ideal karena tubuh biasanya sudah terhidrasi dan memiliki energi cukup dari sarapan atau makan siang.

- Stabilitas Gula Darah: Jalan kaki segera setelah makan (post-prandial) sangat disarankan, terutama bagi penderita diabetes. Kontraksi otot saat bergerak akan "memakan" kelebihan glukosa dari makanan Anda.
- Kesehatan Jantung: Menariknya, studi dalam Nature Communications (2023) menemukan bahwa aktivitas moderat di siang hingga sore hari secara substansial menurunkan risiko kematian akibat penyakit kardiovaskular dibandingkan jalan pagi.

3. Jalan Malam: Pencernaan dan Kontrol Ngemil

Mirip dengan jalan siang, berjalan setelah makan malam sangat baik untuk pencernaan.

- Mencegah Ngemil: Bergerak setelah makan malam membuat Anda menjauh dari sofa dan godaan untuk mengonsumsi camilan larut malam.
- Catatan Tidur: Bagi orang dengan tipe early bird (bangun sangat pagi), olahraga malam bisa menunda produksi melatonin. Namun, bagi si "kalong" (night owls), jalan malam justru bisa membantu memajukan siklus tidur mereka.

Jadi, Waktu Mana yang Paling Baik untuk Jalan Kaki?

Secara keseluruhan, jalan kaki di waktu kapan pun tetap memberikan manfaat besar bagi kesehatan. Kunci utamanya bukanlah jam, melainkan konsistensi.

"Pilihlah waktu yang memungkinkan Anda untuk melakukannya secara rutin setiap hari," ujar profesor sains olahraga dari University of Michigan, Laura A. Richardson. Konsistensi membantu membangun kebiasaan dan mengatur ritme sirkadian tubuh Anda, terlepas dari apakah itu pagi atau malam.

Namun perlu digarisbawahi, sebagian besar penelitian saat ini masih berbasis subjek laki-laki. Oleh karena itu, penting bagi Anda, terutama wanita, untuk bereksperimen sendiri dan merasakan waktu mana yang membuat tubuh Anda merasa paling bugar.

(wiw) Add as a preferred
source on Google


[Gambas:Video CNN]