Jenis Beras yang Cocok untuk Bikin Ketupat, Hasilnya Padat nan Lembut

CNN Indonesia
Senin, 16 Mar 2026 17:30 WIB
Jenis beras yang digunakan akan sangat memengaruhi hasil akhir ketupat. Lantas, bikin ketupat pakai beras apa cocoknya?
Ilustrasi. Jenis beras yang digunakan akan sangat memengaruhi hasil akhir ketupat. Lantas, bikin ketupat pakai beras apa cocoknya? (iStockphoto)
Jakarta, CNN Indonesia --

Buat yang baru pertama kali mencoba bikin ketupat sendiri di rumah, mungkin mempertanyakan jenis beras apa yang pas digunakan untuk hidangan wajib Lebaran ini.

Sebenarnya bikin ketupat pakai beras apa cocoknya? Pasalnya, jenis beras yang digunakan ini sangat memengaruhi hasil akhir ketupat.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Jika beras yang digunakan kurang tepat, ketupat bisa menjadi terlalu lembek atau justru keras setelah matang. Karena itu, memahami karakter beras yang cocok digunakan untuk ketupat menjadi langkah penting sebelum mulai memasak.

Pada dasarnya, ketupat membutuhkan beras yang mampu mengembang dengan baik dan saling menyatu saat dimasak dalam waktu lama.

Tekstur inilah yang membuat ketupat terasa padat, tetapi tetap lembut ketika dipotong dan disajikan.


Jenis beras yang paling direkomendasikan untuk ketupat

Beras pulen menjadi pilihan yang paling sering digunakan untuk membuat ketupat. Jenis beras ini memiliki kandungan pati yang cukup sehingga nasi dapat menyatu dengan baik saat dimasak dalam waktu lama.

Beberapa varietas beras yang sering direkomendasikan antara lain beras Pandan Wangi, Rojolele, Mentik, dan sebagainya. Jenis beras tersebut dikenal menghasilkan nasi yang pulen sehingga cocok dijadikan ketupat.

Selain teksturnya yang lembut, beberapa jenis beras tersebut juga memiliki aroma yang lebih harum. Misalnya, beras Pandan Wangi yang terkenal dengan wangi khas mirip daun pandan serta tekstur nasi yang pulen saat dimasak.

Selain beras pulen, beberapa orang juga menggunakan jenis beras pera seperti varietas IR 42. Beras ini mampu menyerap air cukup banyak saat dimasak sehingga hasil ketupat tidak terlalu lembek.

Karena sifatnya yang tidak terlalu lengket, ketupat dari beras pera biasanya memiliki bentuk yang lebih rapi dan tidak mudah hancur. Tekstur seperti ini sering dipilih agar ketupat tetap padat ketika disajikan bersama berbagai lauk.

Namun, penggunaan beras pulen tetap lebih umum ditemukan di rumah tangga. Hal ini karena teksturnya dianggap lebih lembut dan cocok dipadukan dengan hidangan bersantan seperti opor ayam atau rendang.


Tips memilih jenis beras untuk ketupat

Jika tidak familiar dengan jenis-jenis beras di pasaran, ada beberapa hal yang bisa kamu perhatikan saat memilih beras untuk ketupat, sebagai berikut.

  • Pilih beras berwarna putih, ini merupakan bahan paling umum dalam pembuatan ketupat rumahan. Jenis beras ini mudah ditemukan dan proses memasaknya sudah sangat familiar bagi banyak orang.
  • Perhatikan bentuk butiran beras, jika bentuknya cenderung panjang dan ramping ini merupakan beras jenis pera. Sementara beras pulen biasanya memiliki butiran yang lebih pendek, sedikit gemuk, dan tampak lebih berisi.
  • Sesuaikan jenis beras dengan tekstur ketupat yang diinginkan, beras pera biasanya menghasilkan ketupat yang lebih padat dan tidak terlalu lengket. Sebaliknya, beras pulen akan memberikan tekstur yang lebih lembut dan sedikit menyatu setelah dimasak.
  • Pilih beras yang terlihat bersih, tidak kusam, dan memiliki aroma yang segar. Ketupat yang dibuat dari beras seperti ini umumnya juga lebih tahan lama setelah dimasak.
  • Pastikan beras tidak kotor atau berkutu, sebelum membeli sebaiknya perhatikan kondisi beras yang tersedia. Beras yang kotor atau berkutu dapat memengaruhi kebersihan serta kualitas ketupat yang dihasilkan.

Itulah jawaban dari pertanyaan bikin ketupat pakai beras apa cocoknya. Semoga membantumu.

(han/fef) Add as a preferred
source on Google


[Gambas:Video CNN]