Ini 4 Fakta Max Alexander, Desainer Termuda di Paris Fashion Week
Pada usia 10 tahun, anak-anak umumnya masih sibuk mengerjakan PR, bermain, atau mengeksplorasi hobi. Namun pengalaman berbeda datang dari Max Alexander, ia sudah mencatat sejarah di dunia mode.
Desainer cilik berusia 10 tahun asal Los Angeles ini berhasil menjadi desainer termuda yang pernah memamerkan koleksi di Paris Fashion Week. Pada 3 Maret 2026, tepat setelah ulang tahunnya yang ke-10, Max mempersembahkan koleksi ready-to-wear Fall/Winter 2026-2027 di Palais Garnier, Paris.
Lihat Juga :![]() Laporan dari Paris Dialog Mode, Sinema, dan Kemanusiaan di Balenciaga |
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Mengutip Dawn, bocah kelahiran tahun 2016 ini, menampilkan 15 koleksi karyanya yang terinspirasi oleh bunga, imajinasi, dan sustainability. Kreativitasnya bisa menyaingi para desainer yang puluhan tahun lebih tua.
Fakta-fakta tentang Max Alexander
Melansir First Post, berikut ini 5 fakta menarik tentang Max Alexander, desainer cilik yang karya-karyanya bisa Anda lihat di Instagram @couture.to.the.max:
1. Mendesain sejak usia empat tahun
Saat berumur empat tahun, Max sudah menyatakan keinginannya menjadi desainer kepada orang tuanya. Ia tumbuh dalam keluarga yang kreatif. Ibunya, Sherri Madison, merupakan seorang seniman yang fokus pada bahan daur ulang.
Max ketika itu mulai bereksperimen dengan kain, pita, dan berbagai benda sehari-hari untuk membuat gaun mini yang rumit.
Berbeda dari desainer pada umumnya yang memulai dengan menggambar sketsa, Max lebih suka langsung membentuk kain pada manekin, membiarkan material itu sendiri yang mengarahkan desainnya.
Inspirasi seninya sangat beragam, mulai dari Vincent van Gogh, Yayoi Kusama, Frida Kahlo, hingga Alexander Calder, yang tercermin dalam karya-karyanya yang penuh imajinasi dan berani.
2. Memecahkan rekor sebelum usia sekolah menengah
Max pertama kali mencuri perhatian dunia pada 2023 saat menggelar fashion show di Denver Fashion Week. Pada usia 7 tahun, ia menjadi orang termuda yang pernah mengorganisasi pertunjukan mode, dan masuk dalam Guinness World Records.
Max terlibat langsung dalam pemilihan model, memilih busana, hingga mengatur panggung. Kesuksesan ini membuka jalan bagi popularitas internasional dan mendapat jutaan pengikut di Instagram dan TikTok yang dikelola oleh ibunya.
3. Komitmen pada fashion berkelanjutan
Foto: AFP/BLANCA CRUZDesainer cilik berusia 10 tahun, Max Alexander. |
Koleksi Max di Paris Fashion Week sangat menonjolkan aspek keberlanjutan. Ia menggunakan bahan-bahan daur ulang dan kain antik yang biasanya berakhir di tempat pembuangan sampah.
Pada 2024, Max bahkan diundang berbicara di Perserikatan Bangsa-Bangsa tentang limbah fashion dan pentingnya produksi yang bertanggung jawab. Ini merupakan prestasi luar biasa untuk seorang desainer cilik.
4. Menyeimbangkan dunia anak dan industri mode
Sebagai prodigy di dunia fashion, Max sering menjadi bahan perdebatan. Banyak yang mengagumi imajinasi, kedisiplinan, dan kesadaran ekologinya, tetapi ada juga yang mempertanyakan apakah dunia mode yang penuh tekanan cocok untuk anak seusianya.
Namun, Max tetap menjalani keseimbangan antara karier dan masa kecilnya dengan bermain tenis, memasak, dan menulis cerita.
Max Alexander bukan hanya desainer cilik biasa, tetapi sosok inspiratif yang membuktikan usia bukan halangan untuk berkarya besar. Dengan kreativitas dan komitmennya pada keberlanjutan, Max siap menjadi bintang masa depan dunia fashion internasional.
(rti)[Gambas:Video CNN]

Foto: AFP/BLANCA CRUZ