#USTAZTANYADONG

Zakat Fitrah Harus Pakai Beras? Ini Penjelasan Ulama

CNN Indonesia
Selasa, 17 Mar 2026 16:00 WIB
Bolehkah zakat fitrah dibayar dengan uang? Simak penjelasan ulama soal penggunaan bahan pokok dalam zakat fitrah.
Ilustrasi. Zakat bisa diberikan dalam berbagai bentuk, bisa uang bisa bahan pokok. (AFP/JUNI KRISWANTO)
Jakarta, CNN Indonesia --

Menjelang akhir bulan Ramadhan, umat Islam mulai bersiap menunaikan zakat fitrah. Ibadah yang satu ini wajib ditunaikan setiap Muslim yang mampu sebelum Hari Raya Idulfitri.

Namun, di tengah praktik yang beragam di masyarakat, muncul satu pertanyaan yang cukup sering terdengar, apakah zakat fitrah memang harus menggunakan bahan makanan pokok seperti beras, atau boleh diganti dengan uang?

Dalam program Ramadan spesial #UstazTanyaDong, CNNIndonesia.com menghadirkan sesi tanya jawab langsung bersama Anggota MUI Kota Bandung sekaligus FKUB Kota Bandung, KH. Wahyul Afif Al-Ghafiqi, untuk menjawab berbagai pertanyaan seputar ibadah di bulan suci, termasuk soal zakat fitrah.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Menurut Wahyul Afif Al-Ghafiqi, dalam pandangan mayoritas ulama, khususnya yang mengikuti mazhab Syafi'i yang banyak dianut umat Islam di Indonesia, zakat fitrah memang dianjurkan menggunakan bahan makanan pokok.

Ia menjelaskan bahwa hal tersebut merujuk pada hadis-hadis Nabi Muhammad SAW yang menyebutkan zakat fitrah diberikan dalam bentuk makanan.

"Menurut pendapat umumnya di mazhab Syafi'i, terdapat keterangan hadis bahwa zakat fitrah dilaksanakan dengan menggunakan bahan makanan pokok. Itu dinilai lebih afdhal atau lebih utama," jelas Ustaz Wahyul.

Di Indonesia sendiri, bahan makanan pokok yang dimaksud umumnya adalah beras, karena menjadi makanan utama masyarakat.

Pemberian zakat fitrah dalam bentuk bahan makanan memiliki tujuan sosial yang jelas, yakni memastikan bahwa penerima zakat atau mustahik dapat memenuhi kebutuhan pangan menjelang hari raya.

Dengan kata lain, zakat fitrah tidak hanya menjadi kewajiban ibadah, tetapi juga bentuk solidaritas sosial agar seluruh umat Islam dapat merayakan Idulfitri dengan layak.

Karena itu, dalam praktiknya, jika seseorang menunaikan zakat fitrah melalui lembaga amil zakat dengan menggunakan uang, biasanya uang tersebut akan dibelikan bahan makanan pokok terlebih dahulu sebelum disalurkan kepada penerima zakat.

"Jika menggunakan uang, biasanya amil zakat akan membelikan bahan makanan pokok yang kemudian diberikan kepada mustahik zakat," kata Wahyul.

Apakah boleh membayar zakat fitrah dengan uang?

Meski begitu, terdapat pula pandangan lain dalam khazanah fikih Islam. Menurut Wahyul, ulama dari mazhab Hanafi memiliki pendapat yang lebih fleksibel dalam hal ini. Dalam pandangan mereka, zakat fitrah boleh ditunaikan dalam bentuk uang apabila dinilai lebih memberikan kemudahan.

"Menurut pendapat ulama mazhab Hanafi, dimungkinkan menggunakan uang untuk berzakat fitrah karena lebih memudahkan bagi muzakki, serta mungkin lebih diperlukan oleh mustahik zakat," ujarnya.

Pendekatan ini biasanya mempertimbangkan kondisi sosial masyarakat. Dalam beberapa situasi, penerima zakat mungkin lebih membutuhkan uang untuk memenuhi berbagai kebutuhan lainnya, bukan hanya makanan.

Meski demikian, di Indonesia praktik yang paling umum tetap mengikuti pandangan mazhab Syafi'i, yakni menyalurkan zakat fitrah dalam bentuk bahan makanan pokok seperti beras.

Punya pertanyaan lain seputar puasa? Selama bulan Ramadan, CNNIndonesia.com menghadirkan program #UstazTanyaDong. Anda bisa langsung mengirimkan pertanyaan melalui akun media sosial CNN Indonesia dan mendapatkan jawaban langsung dari KH. Wahyul Afif Al-Ghafiqi.

Ramadan bukan cuma soal menahan lapar dan haus, tapi juga belajar lebih tenang, bijak, dan penuh ilmu dalam menjalani ibadah.

(tis/tis) Add as a preferred
source on Google


[Gambas:Video CNN]