11 Etika Liburan ke Luar Negeri yang Sering Dilanggar Turis

CNN Indonesia
Senin, 09 Mar 2026 11:15 WIB
Banyak turis tanpa sadar melanggar etika saat liburan ke luar negeri. Berikut daftar perilaku yang dianggap tidak sopan di berbagai negara.
Ilustrasi. Dalm liburan juga ada etika yang harus dipatuhi, jangan sampai healing jadi berantakan. ( iStock/Boyloso)
Daftar Isi
Jakarta, CNN Indonesia --

Berlibur ke luar negeri bukan hanya soal menikmati pemandangan atau mencicipi kuliner khas. Setiap negara memiliki norma, budaya, dan etiket yang berbeda, sehingga wisatawan perlu memahami perilaku apa saja yang dianggap tidak sopan di tempat yang mereka kunjungi.

Sebagai pendatang, turis tidak bisa menyamakan aturan di negara orang dengan kebiasaan di negara sendiri. Justru, pelancong perlu menunjukkan sikap menghargai budaya lokal agar perjalanan berjalan lancar.

Perilaku yang dianggap tidak sopan bukan hanya berpotensi menyinggung warga setempat, tetapi juga bisa mencoreng citra negara asal wisatawan. Karena itu, penting bagi pelancong untuk memahami etiket dasar sebelum berkunjung ke negara lain.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Melansir HuffPost, sejumlah ahli etiket dan profesional perjalanan membagikan beberapa kebiasaan turis yang kerap dianggap tidak sopan saat liburan ke luar negeri. Berikut daftar perilaku yang sebaiknya dihindari:

1. Menganggap semua orang bisa berbahasa Inggris

Bahasa Inggris memang kerap digunakan sebagai bahasa internasional saat bepergian. Namun, tidak semua orang di negara tujuan bisa atau nyaman berbicara menggunakan bahasa tersebut.

Karena itu, ada baiknya mempelajari beberapa frasa dasar dalam bahasa lokal seperti 'terima kasih', 'tolong', atau 'permisi'.

"Jangan berasumsi semua orang yang Anda temui bisa berbicara bahasa Inggris. Pelajari beberapa frasa lokal," kata Presiden Mannersmith Etiquette Consulting, Jordi R.R. Smith.

2. Tidak melakukan riset sebelum berangkat

Salah satu kesalahan turis adalah datang tanpa memahami budaya setempat. Padahal, setiap negara memiliki aturan sosial yang berbeda, termasuk soal etiket.

Di era digital, informasi mengenai budaya dan kebiasaan masyarakat setempat mudah ditemukan. Dengan melakukan riset, wisatawan bisa memahami apa yang boleh dan tidak boleh dilakukan.

"Belajar tentang etiket budaya adalah bagian dari kelancaran perjalanan," kata ahli etiket Nick Leighton.

3. Berbicara terlalu keras di tempat umum

Berbicara dengan suara keras sering dianggap mengganggu, terutama di negara-negara yang menjunjung tinggi ketenangan di ruang publik.

Di beberapa tempat, perilaku seperti berteriak, tertawa terlalu keras, atau membanting pintu mobil juga dianggap tidak sopan.

"Tidak peduli seberapa lelah Anda atau berapa banyak alkohol yang diminum, hindari berteriak atau membuat kegaduhan," ujar pendiri The Dining Traveler, Jessica van Dop DeJesus.

4. Tidak memahami budaya uang tip

Budaya memberi tip berbeda di setiap negara. Di sebagian tempat, tip dianggap sebagai bentuk penghargaan atas pelayanan. Namun, di negara lain justru bisa dianggap tidak pantas.

Bahkan jumlah tip yang dianggap wajar pun bervariasi.

"Di beberapa negara, tidak meninggalkan tip bisa dianggap tidak sopan. Namun di tempat lain, memberi tip justru bisa menyinggung," kata blogger perjalanan Rocky Trifari.

5. Bersikap seolah-olah berada di negara sendiri

Sebagian wisatawan terkadang lupa bahwa mereka hanyalah tamu di negara orang. Mereka tetap membawa kebiasaan di rumah tanpa memperhatikan aturan setempat.

Padahal, wisatawan sebaiknya menyesuaikan diri dengan lingkungan dan budaya lokal.

"Jangan berharap seluruh negara akan beradaptasi dengan Anda. Cobalah beradaptasi dengan lingkungan," kata blogger perjalanan Claire Summers.

6. Sembarangan tersenyum atau menatap orang asing

Di Indonesia, tersenyum kepada orang asing adalah bentuk keramahan. Namun, di beberapa negara, kontak mata atau senyum kepada orang yang tidak dikenal bisa dianggap aneh atau bahkan tidak sopan.

Setiap budaya memiliki cara berbeda dalam menunjukkan keramahan.

"Beberapa negara murah senyum, tetapi di negara lain orang hanya tersenyum kepada orang terdekat mereka," ujar Smith.

7. Berpakaian tidak sopan

Memilih pakaian yang sesuai dengan budaya lokal juga penting saat bepergian, terutama ketika mengunjungi tempat ibadah atau situs keagamaan.

Beberapa tempat bahkan memiliki aturan berpakaian tertentu, seperti menutup bahu atau mengenakan pakaian panjang.

"Ketahui apa yang harus dipakai. Banyak situs keagamaan di seluruh dunia membutuhkan pakaian yang sopan," kata Smith.

[Gambas:Video CNN]

8. Berperilaku tidak pantas di tempat suci

Tempat ibadah seperti kuil, gereja, atau masjid sering menjadi destinasi wisata. Namun, wisatawan tetap harus menjaga sikap saat berada di sana.

Terlalu sibuk berfoto atau berbicara keras dapat mengganggu orang yang sedang beribadah. Wisatawan sebaiknya menunjukkan rasa hormat terhadap tradisi dan kegiatan keagamaan setempat.

9. Menawar harga di tempat yang tidak tepat

Tawar-menawar harga memang umum dilakukan di pasar tradisional. Namun, tidak semua negara atau tempat memperbolehkan praktik ini.

Di beberapa toko atau pasar tertentu, menawar harga justru dianggap tidak sopan. Bahkan di tempat yang memperbolehkan tawar-menawar, wisatawan tetap harus melakukannya dengan wajar dan menghargai penjual.

10. Tidak menghargai aturan waktu

Ketepatan waktu merupakan hal penting di banyak negara. Terlambat menghadiri pertemuan atau reservasi bisa dianggap tidak menghargai orang lain.

"Penting untuk datang tepat waktu atau bahkan lebih awal ketika memiliki janji," kata Smith.

11. Menyapa orang dengan cara yang tidak tepat

Cara menyapa orang juga berbeda di setiap budaya. Ada negara yang terbiasa berjabat tangan, ada yang menggunakan anggukan kepala, dan ada pula yang menyapa dengan ciuman di pipi.

Karena itu, wisatawan perlu memperhatikan cara menyapa yang sesuai agar tidak menimbulkan kesalahpahaman.

Memahami etiket dasar di negara tujuan bukan hanya membantu wisatawan menghindari kesalahan sosial, tetapi juga membuat pengalaman perjalanan menjadi lebih menyenangkan dan bermakna.

(ana/tis)


[Gambas:Video CNN]