#USTAZTANYADONG

Ternyata Begini Hukumnya Makan Terang-terangan Saat Orang Berpuasa

CNN Indonesia
Kamis, 05 Mar 2026 15:30 WIB
Bolehkah orang berhalangan makan di depan yang puasa? Ini penjelasan ulama dan adab yang perlu dijaga.
Ilustrasi. Bagaimana hukumnya makan terang-terangan saat orang lain berpuasa. (CNN Indonesia/ Adi Ibrahim)
Jakarta, CNN Indonesia --

Bulan Ramadhan selalu menghadirkan dinamika tersendiri dalam kehidupan sehari-hari. Ada yang menjalani puasa dengan penuh semangat, ada pula yang mendapat keringanan syariat karena alasan tertentu, seperti haid atau kondisi kesehatan, sehingga tidak berpuasa.

Lalu muncul pertanyaan, bagaimana hukumnya jika orang yang sedang berhalangan justru makan atau minum secara terang-terangan di depan orang yang sedang berpuasa?

Dalam program Ramadan spesial #UstazTanyaDong, CNNIndonesia.com menghadirkan sesi tanya jawab langsung bersama Anggota MUI Kota Bandung sekaligus FKUB Kota Bandung, KH. Wahyul Afif Al-Ghafiqi.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Menjawab pertanyaan tersebut, Ustaz Wahyul menjelaskan bahwa secara hukum, tidak ada larangan bagi orang yang memang tidak wajib berpuasa untuk makan atau minum.

"Tidak ada larangan bagi orang yang tidak berpuasa karena berhalangan lalu makan di depan orang yang berpuasa," jelasnya.

Artinya, secara fikih, orang yang sedang haid atau memiliki uzur syar'i memang tidak dibebani kewajiban puasa. Karena itu, ia tidak berdosa jika makan atau minum di siang hari Ramadhan.

Namun, persoalannya bukan hanya soal boleh atau tidak. Ada dimensi adab dan empati yang perlu diperhatikan.

Bagi orang yang sedang berpuasa, melihat orang lain makan di siang hari bisa saja menimbulkan rasa tergoda atau bahkan emosi. Tapi di sinilah makna puasa diuji.

Puasa bukan sekadar menahan lapar dan haus, melainkan juga melatih kesabaran, mengendalikan emosi, serta menahan diri dari hal-hal yang dapat mengurangi pahala.

Jika merasa terganggu, saran Ustaz Wahyul sederhana, yakni menghindar.

"Sebaiknya tinggal menghindar saja ke tempat yang lain agar tidak tergoda untuk makan," ujarnya.

Sikap ini menjadi bagian dari kedewasaan spiritual. Alih-alih memperbesar persoalan, orang yang berpuasa justru diingatkan kembali pada tujuan ibadahnya.

Di sisi lain, orang yang sedang berhalangan juga dianjurkan untuk memiliki kepekaan sosial.

Meski secara hukum diperbolehkan makan dan minum, tetap ada nilai etika yang perlu dijaga. Jika mengetahui ada orang yang sedang berpuasa di sekitarnya, sebaiknya tidak makan atau minum secara terbuka di hadapan mereka.

"Hendaklah sadar diri dan jika tahu ada orang yang berpuasa maka usahakan untuk menghindari makan dan minum secara terbuka di depannya," jelas Ustaz Wahyul.

Sikap ini bukan soal takut pada penilaian orang, melainkan bentuk penghormatan terhadap orang lain yang sedang menjalankan ibadah.

Ramadhan, soal ibadah dan empati

Ramadhan sejatinya mengajarkan dua hal sekaligus, kedisiplinan pribadi dan kepedulian sosial. Yang berpuasa dilatih untuk menahan diri. Yang tidak berpuasa karena uzur pun diajak untuk tetap menjaga adab dan menghormati suasana ibadah.

Di tengah masyarakat yang majemuk, keseimbangan antara hukum dan etika menjadi kunci agar ibadah berjalan khusyuk tanpa menimbulkan gesekan.

Punya pertanyaan lain seputar puasa? Selama bulan Ramadan, CNNIndonesia.com menghadirkan program #UstazTanyaDong. Anda bisa langsung mengirimkan pertanyaan melalui akun media sosial CNN Indonesia dan mendapatkan jawaban langsung dari KH. Wahyul Afif Al-Ghafiqi.

Ramadan bukan cuma soal menahan lapar dan haus, tapi juga belajar lebih tenang, bijak, dan penuh ilmu dalam menjalani ibadah.

(tis/tis)


[Gambas:Video CNN]