Lupa Mandi Wajib Usai Haid, Puasa Sah Gak Ya?

CNN Indonesia
Minggu, 01 Mar 2026 15:00 WIB
Lupa mandi wajib usai haid sebelum subuh, apakah puasa tetap sah? Ini penjelasan ulama.
Ilustrasi. Kadang perempuan bisa lupa mandi besar setelah haid, tapi jika ini terjadi saat hendak puasa, apakah masih sah? (iStock/Drazen_)
Jakarta, CNN Indonesia --

Banyak perempuan pernah berada di situasi ini, haid sudah selesai sebelum subuh, niat puasa sudah terucap, tetapi mandi wajib justru terlupa hingga waktu imsak atau bahkan subuh tiba. Lalu muncul pertanyaan yang cukup mengganjal, apakah puasanya tetap sah?

Kebingungan serupa kerap muncul pada persoalan ibadah lain, misalnya soal salat Jumat, tata cara wudu, hingga batas waktu imsak. Dalam program Ramadan spesial #UstazTanyaDong, CNNIndonesia.com menghadirkan sesi tanya jawab langsung bersama Anggota MUI Kota Bandung sekaligus FKUB Kota Bandung, KH. Wahyul Afif Al-Ghafiqi.

Salah satu pertanyaan yang masuk berkaitan dengan perempuan yang lupa mandi wajib setelah haid saat hendak berpuasa.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Menurut Ustaz Wahyul, perempuan yang telah selesai haid sebelum subuh, tetapi belum sempat mandi wajib hingga waktu imsak atau subuh tiba, tetap boleh melanjutkan puasanya.

Beliau menjelaskan, mandi wajib bukanlah syarat sah puasa, melainkan syarat sah salat.

"Orang yang sudah selesai haid dan hendak puasa, lalu mandi terlupa, tidak mengapa dilanjut saja puasanya. Karena mandi itu syarat sah salat, bukan syarat sah puasa," ujarnya.

Penjelasan ini merujuk pada hadis Nabi Muhammad SAW. Diriwayatkan bahwa Rasulullah pernah memasuki waktu subuh dalam keadaan junub karena berjima. Setelah masuk waktu subuh, beliau mandi dan tetap melanjutkan puasanya.

Artinya, kondisi belum mandi wajib saat fajar menyingsing tidak otomatis membatalkan puasa, selama haid memang telah benar-benar berhenti sebelum masuk waktu subuh.

Hal yang perlu digarisbawahi adalah waktu berhentinya haid. Jika darah haid sudah benar-benar berhenti sebelum subuh dan perempuan tersebut berniat puasa, maka puasanya sah meski mandi wajib dilakukan setelahnya.

Namun, mandi besar tetap harus segera ditunaikan agar bisa melaksanakan salat dalam keadaan suci. Ustaz Wahyul mengingatkan agar tidak menunda terlalu lama.

"Mandi pagi hari saja, jadi sebelum salat subuh sudah mandi besar," jelasnya.

Dengan kata lain, prioritasnya adalah memastikan kesucian untuk menunaikan salat wajib berikutnya.

Situasi lupa mandi wajib bisa terjadi karena kelelahan, bangun kesiangan, atau kurang memastikan waktu berhentinya haid. Yang terpenting, tidak perlu panik atau langsung merasa puasanya batal.

Memahami perbedaan antara syarat sah puasa dan syarat sah salat menjadi kunci agar ibadah dijalani dengan tenang dan penuh keyakinan.

Punya pertanyaan lain seputar puasa? Selama bulan Ramadan, CNNIndonesia.com menghadirkan program #UstazTanyaDong. Anda bisa langsung mengirimkan pertanyaan melalui akun media sosial CNN Indonesia dan mendapatkan jawaban langsung dari KH. Wahyul Afif Al-Ghafiqi.

Ramadan bukan cuma soal menahan lapar dan haus, tapi juga belajar lebih tenang, bijak, dan penuh ilmu dalam menjalani ibadah.

(tis/tis)


[Gambas:Video CNN]