Lonjakan Gila-gilaan Pariwisata China Imbas Libur Imlek Diperpanjang
Strategi Pemerintah China memperpanjang periode libur Tahun Baru Imlek 2026 tampaknya berhasil mendorong pariwisata dan perekonomian negara. Pada Imlek kali ini, China mengalami lonjakan kunjungan wisatawan yang signifikan.
Pada tahun 2025, periode libur Imlek di China berlangsung selama delapan hari. Sedangkan tahun ini, pemerintah memanjangkannya menjadi sembilan hari. Libur panjang ini mendorong para wisatawan untuk mencari hiburan dan berbelanja.
Pada Selasa (24/2), Kementerian Kebudayaan dan Pariwisata China mengumumkan bahwa selama periode libur Tahun Baru Imlek 2026 tercatat 596 juta perjalanan domestik di China. Sementara itu, total pengeluaran pariwisata (jumlah uang yang dihabiskan wisatawan) menyentuh 803,5 miliar yuan atau sekitar Rp1,9 kuadriliun.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Melansir Independent, kedua angka di metrik tersebut berhasil meningkat hampir 19 persen dari periode libur tahun lalu. Namun, angka pengeluaran per perjalanan (uang yang dihabiskan oleh satu orang dalam sekali perjalanan) justru menurun 0,2 persen.
Destinasi wisata di seluruh penjuru China mengalami lonjakan pengunjung. Utamanya, tempat populer seperti Tembok Besar (Beijing) hingga wisata alam Danxia (Guangdong).
Selain destinasi tersebut, wisatawan juga terlihat menyebar dan menjelajahi desa-desa kecil di pelosok yang jarang terjamah, seperti di wilayah Fujian.
Banyak dari wisatawan yang tertarik datang untuk menyaksikan kegiatan adat untuk menghormati dewa lokal di sana, yaitu parade 'You Shen' yang meriah.
Kunjungan wisatawan juga membludak di kota-kota besar di China. Shanghai menyambut 21,67 juta wisatawan selama periode libur Imlek, naik 8,36 persen dibandingkan tahun lalu. Sementara pengeluaran pariwisatanya mencapai 25,6 miliar yuan atau sekitar Rp62 triliun.
Beijing mencatat 19,84 juta pengunjung dengan total pengeluaran pariwisata mencapai 33,14 miliar yuan atau sekitar Rp81 triliun.
Kota-kota kecil lainnya yang menawarkan liburan tradisional juga mengalami peningkatan. Guangdong jadi salah satu destinasi yang banyak dicari. Beberapa pemesanan hotel di sana naik 80 persen dibandingkan tahun sebelumnya.
Provinsi Sichuan yang memiliki wisata alam Jiuzhaigou mengklaim kedatangan 182.700 pengunjung selama libur Imlek tahun ini. Pada Februari 2026 meningkat 17,7 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu.
Zhangjiajie juga mengatakan bahwa di lima hari pertama liburan, jumlah kunjungan wisatawan di sana meningkat 10,27 persen dibandingkan tahun kemarin.
Ledakan ini tak ayal membuat wisatawan perlu berlomba untuk mendapatkan tiket wisata domestik. Warga Beijing, Liu Jian (32) mengaku kesulitan membeli tiket pertunjukan kembang api di Tangshan. Tiket itu langsung ludes usai penjualan dibuka.
"Tiketnya naik jadi 98 yuan, dibandingkan dari harga biasanya 38 yuan. Ada lebih banyak pertunjukan khusus di Festival Musim Semi ini sehingga itu sangat populer. Tiketnya habis begitu mereka mulai penjualan, dan saya tidak bisa mendapatkannya," terang Jian.
Sektor kuliner juga ikut merasakan keuntungan dari lonjakan pariwisata tahun ini. Kementerian Perdagangan China mengungkap bahwa tahun ini pendapatan penjualan bisnis katering meningkat 5,2 persen dibandingkan periode libur Imlek tahun 2025.
Selama periode libur tahun ini, restoran hotpot Haidilao melayani 7 juta pelanggan. Lin Yu Fried Chicken juga mengalami lonjakan dan melayani lebih dari 3,7 juta pelanggan.
(ana/asr)