Lupa Rakaat saat Salat? Ini yang Harus Dilakukan
Salat baru saja usai. Jamaah mulai beranjak pulang, sebagian masih duduk berzikir, sebagian lain larut dalam doa. Namun ada satu kegelisahan yang kerap muncul setelah ibadah: tadi sudah berapa rakaat ya?
Lupa jumlah rakaat bukan hal yang jarang terjadi. Bahkan, dalam salat wajib sehari-hari seperti zuhur, asar, atau isya, seseorang bisa saja tiba-tiba ragu, apakah ia sudah berada di rakaat ketiga atau justru baru kedua.
Dalam program Ramadan spesial #UstazTanyaDong, CNNIndonesia.com menghadirkan sesi tanya jawab langsung bersama Anggota MUI Kota Bandung sekaligus FKUB Kota Bandung, KH. Wahyul Afif Al-Ghafiqi. Salah satu pertanyaan yang sering muncul adalah soal lupa rakaat saat salat.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Lihat Juga : |
Menurut Ustaz Wahyul, jika seseorang ragu di tengah salat, maka yang harus diambil adalah jumlah rakaat yang paling kecil dan paling diyakini.
"Misalnya ragu, ini sudah tiga atau baru dua rakaat. Maka ambil yang dua, karena itu yang paling sedikit dan lebih pasti," jelasnya.
Prinsip ini penting untuk menjaga kehati-hatian dalam ibadah. Dalam kondisi ragu, mengambil angka yang lebih kecil berarti menghindari kemungkinan kekurangan rakaat.
Setelah melanjutkan salat berdasarkan hitungan yang paling kecil tersebut, jika masih ada keraguan, maka dianjurkan melakukan sujud sahwi.
Sujud sahwi adalah sujud yang dilakukan karena lupa atau adanya kekeliruan dalam salat, seperti kurang rakaat, kelebihan rakaat, atau meninggalkan sunnah tertentu.
Kapan sujud sahwi dilakukan?
Ustaz Wahyul menjelaskan, sujud sahwi dilakukan sebelum salam terakhir, tepatnya setelah tasyahud akhir.
"Jadi ketika sudah sampai tasyahud akhir dan sebelum salam, lakukan dua kali sujud sahwi, membaca doa sujud sahwi, kemudian kembali duduk dan baru salam," ujarnya.
Tata cara ini menjadi bentuk penyempurnaan salat ketika ada keraguan atau kelupaan yang terjadi di dalamnya.
Lalu bagaimana jika seseorang baru menyadari kekurangan rakaat setelah salat selesai?
Dalam kondisi ini, menurut Ustaz Wahyul, salat masih bisa diperbaiki selama jedanya tidak terlalu lama.
"Kalau ingatnya setelah salam dan ternyata kurang satu rakaat misalnya, maka bisa langsung ditambah satu rakaat lagi. Asal jaraknya tidak terlalu jauh dari selesai salatnya," jelasnya.
Setelah menambah rakaat yang kurang tersebut, tetap dianjurkan melakukan sujud sahwi sebelum benar-benar mengakhiri salat.
Namun jika jedanya sudah terlalu lama atau sudah melakukan aktivitas lain yang memutus kekhusyukan salat, maka lebih aman untuk mengulang salat dari awal.
Rasa ragu saat salat sering kali muncul karena kurang fokus atau pikiran yang melayang. Namun Islam tidak mempersulit umatnya. Ada panduan yang jelas untuk menyempurnakan ibadah tanpa harus panik.
Yang terpenting adalah tetap tenang, mengambil hitungan yang paling sedikit ketika ragu, lalu menyempurnakannya dengan sujud sahwi sesuai ketentuan.
Lihat Juga :![]() #UstazTanyaDong Mencicip Masakan, Puasa Auto Batal? |
Punya pertanyaan lain seputar puasa? Selama bulan Ramadan, CNNIndonesia.com menghadirkan program #UstazTanyaDong. Anda bisa langsung mengirimkan pertanyaan melalui akun media sosial CNN Indonesia dan mendapatkan jawaban langsung dari KH. Wahyul Afif Al-Ghafiqi.
Ramadan bukan cuma soal menahan lapar dan haus, tapi juga belajar lebih tenang, bijak, dan penuh ilmu dalam menjalani ibadah.
(tis/tis)[Gambas:Video CNN]

