Kasus Campak Terdeteksi di Australia, Kenali Gejalanya

CNN Indonesia
Senin, 23 Feb 2026 13:00 WIB
Satu kasus campak dari Jakarta terdeteksi di Australia. Kenali gejala pada anak dan dewasa agar tak terlambat ditangani.
Ilustrasi. Kenali gejala campak, agar bisa lebih waspada. (iStockphoto/RomoloTavani)
Daftar Isi
Jakarta, CNN Indonesia --

Kasus campak kembali menjadi sorotan setelah satu infeksi dengan riwayat perjalanan dari Jakarta terdeteksi di Australia. Otoritas kesehatan setempat melaporkan seorang perempuan berusia 18 tahun dinyatakan positif campak setibanya di Perth pada 7-8 Februari 2026.

Ruam dilaporkan muncul setelah pasien tiba di Australia. Hasil pemeriksaan PCR kemudian mengonfirmasi infeksi tersebut.

Laporan ini telah diterima Kementerian Kesehatan (Kemenkes) RI melalui mekanisme International Health Regulations (IHR). Pemerintah menyatakan hingga saat ini belum ada penetapan Kejadian Luar Biasa (KLB) campak secara nasional.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Apa itu campak?

Mengutip Cleveland Clinic, campak atau rubeola merupakan infeksi virus akut yang sangat menular dan menyebar melalui udara. Virus dapat bertahan di ruangan hingga dua jam setelah penderita batuk atau bersin.

Sementara itu, menurut Mayo Clinic, gejala campak biasanya muncul 7-14 hari setelah paparan virus. Pada tahap awal, keluhannya kerap menyerupai flu sehingga sering tidak langsung dikenali.

Gejala awal campak

Gejala awal yang umum muncul meliputi:

• Demam tinggi, bisa mencapai 40 derajat Celsius

• Batuk kering dan menetap

• Pilek

• Mata merah dan berair

• Lemas serta nyeri otot

• Sensitif terhadap cahaya

Salah satu tanda khas campak adalah munculnya bercak putih kecil di dalam mulut yang disebut bintik Koplik. Bercak ini biasanya terlihat satu hingga dua hari sebelum ruam muncul di kulit.

Anak-anak, terutama yang belum mendapat imunisasi lengkap, termasuk kelompok paling rentan tertular. Mengacu pada World Health Organization, penyakit ini umumnya diawali demam dan gejala saluran pernapasan atas selama tiga hingga lima hari, lalu diikuti ruam khas.

Ruam campak biasanya:

• Dimulai dari wajah, terutama di garis rambut dan belakang telinga

• Menyebar ke leher, dada, punggung, lengan hingga kaki dalam dua hingga tiga hari

• Berupa bercak merah datar yang dapat menyatu

• Umumnya tidak menimbulkan rasa gatal

• Bertahan sekitar lima hingga enam hari

Sebagian besar anak dapat pulih dalam satu hingga dua minggu tanpa komplikasi serius. Namun, pada anak dengan gizi kurang atau daya tahan tubuh lemah, risiko komplikasi meningkat.

Komplikasi yang dapat terjadi antara lain diare berat, dehidrasi, infeksi telinga, hingga pneumonia.

Gejala campak pada orang dewasa

Meski lebih sering terjadi pada anak, campak pada orang dewasa cenderung menimbulkan gejala lebih berat. Demam pada orang dewasa biasanya lebih tinggi dan berlangsung lebih lama.

Risiko komplikasi pada orang dewasa meliputi:

• Pneumonia, yang menjadi penyebab utama kematian akibat campak

• Ensefalitis atau peradangan otak yang dapat menyebabkan kejang dan gangguan saraf

• Dehidrasi berat akibat muntah atau diare

• Risiko rawat inap yang lebih tinggi

Pada ibu hamil, infeksi campak dapat meningkatkan risiko keguguran, kelahiran prematur, atau bayi dengan berat lahir rendah.

Kemenkes mengimbau masyarakat, khususnya pelaku perjalanan internasional, untuk memastikan status imunisasi campak telah lengkap.

Bagi yang mengalami demam disertai ruam dan batuk, disarankan segera memeriksakan diri ke fasilitas kesehatan guna mencegah penularan lebih lanjut.

Mengenali gejala campak sejak dini, baik pada anak maupun dewasa, menjadi langkah penting untuk mencegah komplikasi yang lebih berat dan membatasi penyebaran penyakit ini.

(nga/tis)


[Gambas:Video CNN]