Ini Hukum Nonton Drakor Saat Puasa Sampai Bikin Baper
Puasa bukan hanya soal menahan lapar dan haus, tapi juga menjaga emosi. Namun di era serba digital, godaan bukan cuma makanan dan minuman, melainkan juga tontonan, termasuk drama Korea alias drakor yang sering bikin baper, menangis, bahkan marah.
Lantas, bagaimana hukumnya jika seseorang menonton drakor saat puasa hingga terbawa emosi, menangis tersedu-sedu, atau marah-marah? Apakah puasanya batal?
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dalam program Ramadan spesial #UstazTanyaDong, CNNIndonesia.com menghadirkan sesi tanya jawab langsung bersama Anggota MUI Kota Bandung sekaligus FKUB Kota Bandung, KH. Wahyul Afif Al-Ghafiqi.
Menurut KH. Wahyul Afif Al-Ghafiqi, secara hukum, terbawa emosi saat menonton drakor tidak membatalkan puasa.
"Tidak membatalkan puasa," ujarnya.
Ia menjelaskan, dalam kitab fikih klasik tentang puasa seperti Safinatun Najah, dijelaskan beberapa hal yang dapat membatalkan puasa. Di antaranya adalah masuknya sesuatu ke dalam tubuh melalui lubang yang terbuka secara sengaja, hilang akal, atau hal-hal lain yang secara jelas disebutkan dalam kitab tersebut.
Menangis karena tersentuh alur cerita, sedih karena tokohnya meninggal, atau marah karena konflik di dalam cerita, tidak termasuk hal yang membatalkan puasa.
Namun, ada satu catatan penting.
"Kalau menangis sampai air mata tertelan secara sengaja, itu bisa membatalkan puasa," jelasnya.
Artinya, selama air mata tidak sampai tertelan dengan sengaja dan tidak ada unsur memasukkan sesuatu ke dalam tubuh, maka puasa tetap sah.
Bagaimana dengan emosi yang meluap-luap? Misalnya marah besar atau merasa seperti 'gila' karena terlalu menghayati cerita?
Ustaz Wahyul menegaskan bahwa yang membatalkan puasa adalah hilangnya akal secara nyata, seperti gila atau tidak sadar dalam waktu tertentu. Sementara perasaan 'gila sementara' karena terlalu larut dalam tontonan hanyalah ungkapan emosional, bukan kondisi hilang akal yang sesungguhnya.
"Kalau dibilang gila karena nonton film, itu kan hanya istilah saja, bukan gila yang sebenarnya," kata dia.
Meski demikian, ia mengingatkan bahwa puasa bukan sekadar sah atau tidak sah. Ada nilai pengendalian diri yang harus dijaga.
Marah yang meledak-ledak, kesedihan yang berlebihan, atau emosi yang tak terkendali memang tidak otomatis membatalkan puasa. Namun segala sesuatu yang berlebihan tidaklah baik, apalagi di bulan Ramadhan yang seharusnya menjadi momentum melatih kesabaran.
"Kalau tahu diri mudah marah atau mudah sedih karena tontonan, sebaiknya ditahan dulu. Pilih yang aman-aman saja," ujarnya.
Ingat, nonton drakor saat puasa bukanlah hal yang haram dan tidak otomatis membatalkan ibadah. Tetapi Ramadhan mengajarkan umat Muslim untuk lebih selektif, termasuk dalam memilih hiburan.
Karena puasa bukan cuma tentang apa yang masuk ke tubuh, melainkan juga apa yang masuk ke hati dan pikiran.
Punya pertanyaan lain seputar puasa? Selama bulan Ramadan, CNNIndonesia.com menghadirkan program #UstazTanyaDong.
Anda bisa langsung mengirimkan pertanyaan melalui akun media sosial CNN Indonesia dan mendapatkan jawaban langsung dari KH. Wahyul Afif Al-Ghafiqi. Ramadan bukan cuma soal menahan lapar dan haus, tapi juga belajar lebih tenang, bijak, dan penuh ilmu dalam menjalani ibadah.
(tis/tis)[Gambas:Video CNN]
