Tak Berani Tidur Sendirian? Bisa Jadi Kamu Punya 9 Karakter Ini
Tidur sendirian buat sebagian orang adalah hal paling tak nyaman. Apa kamu juga demikian? Kalau iya, bisa jadi kamu punya beberapa karakter berikut.
Tidur tidak hanya penting untuk kesehatan fisik tapi juga mental. Namun sebagian orang mengeluhkan susah tidur atau tidur tidak nyenyak. Salah satu alasannya adalah tidur dalam kondisi sendirian.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Suasana hening, gelap, ditambah menyadari bahwa tidak ada orang di rumah tentu kurang nyaman. Rupanya, mereka yang tidak nyaman tidur sendirian bisa berarti memiliki beberapa karakter ini.
1. Secara alami waspada
Tidak berani tidur sendirian bisa berarti seseorang secara alami sangat waspada baik itu berkaitan dengan pola pikir cemas atau trauma yang belum terselesaikan. Mereka cenderung selalu siaga.
Kesunyian dan kegelapan memicu kewaspadaan akan lingkungan sekitar dan suasa-suara yang terdengar di rumah.
2. Imajinatif
Imajinasi kadang bisa dimanfaatkan guna menangani kecemasan. Namun imajinasi juga dengan cepat menguasai pikiran orang. Kamu bisa terdorong untuk memikirkan situasi yang berpotensi muncul.
Kamu mungkin membayangkan skenario terburuk dari suara-suara aneh di luar rumah.
3. Ekstrovert
Menurut studi dari Personality and Individual Differences, seorang yang ekstrovert cenderung punya preferensi tinggi untuk interaksi sosial ketimbang waktu sendirian.
Berada di sekitar orang lain, buat orang ekstrovert, sebenarnya dapat meningkatkan energi dan mengisi 'baterai sosial' mereka.
Tidak heran mereka susah tidur sendirian di rumah. Tak ada sesuatu yang bisa mengalihkan perhatian dari perasaan yang bermunculan.
4. Sensitif
Ilustrasi. Orang yang tidak berani tidur sendirian bisa jadi orang ini sangat sensitif. (Liana Dewi) |
Banyak orang dengan kepribadian sangat sensitif cenderung punya ambang batas rangsangan sensorik yang lebih rendah. Mereka sulit abai atau mengesampingkan kekhawatiran akan suara dan kebisingan terutama saat sendirian.
5. Suka segala sesuatu yang terkontrol
Orang yang tidak bisa tidur sendirian di rumah bisa merasa aman dengan kehadiran orang lain di rumah. Mereka suka rasa aman dan kendali yang dirasakan atas emosi dan perasaan mereka.
6. Overthinker
Bagi orang yang cemas dan cenderung terlalu banyak berpikir, kesunyian dapat membuat sistem saraf berada dalam keadaan sangat waspada. Tiap suara atau kebisingan apa pun memicu jutaan pikiran yang tak pasti.
7. Mengutamakan relasi
Orang yang secara alami mengutamakan hubungan bisa mendapat tidur yang lebih nyenyak saat ada orang di sekitar mereka.
Akan tetapi saat sendirian, mereka susah menenangkan pikiran dan benar-benar rileks. Ada rasa tidak tenang tanpa perlindungan, keamanan, dan gangguan dari orang lain yang berbaring di samping mereka atau menonton tv di ruangan lain di rumah.
8. Masih menyimpan duka
Ilustrasi. Duka dan kehilangan apalagi orang terdekat membuat orang tidak berani tidur sendirian. (Tyas Arini) |
Duka dan kehilangan kadang dapat mempersulit fungsi hidup sehari-hari terutama saat menghadapi momen sunyi dan gelap.
Tidur sendirian setelah kehilangan pasangan, hewan peliharaan kesayangan, jadi sesuatu yang menakutkan.
9. Rasa keberhargaan diri yang rendah
Harga diri seseorang berkaitan dengan tidur. Studi menemukan orang yang sering insomnia dan punya gangguan tidur cenderung punya skor harga diri dan optimisme rendah.
Tidur sendirian memunculkan kecemasan atau kecenderungan untuk melihat sisi pesimistis dari segala sesuatu.
(els)[Gambas:Video CNN]

Ilustrasi. Orang yang tidak berani tidur sendirian bisa jadi orang ini sangat sensitif. (Liana Dewi)
Ilustrasi. Duka dan kehilangan apalagi orang terdekat membuat orang tidak berani tidur sendirian. (Tyas Arini)