Tidur Seharian saat Puasa, Boleh Enggak Sih? Ini Hukumnya
Tidur seharian saat berpuasa di bulan Ramadhan kerap jadi 'jalan pintas' bagi sebagian orang agar tak terlalu merasa lapar dan haus.
Namun, bagaimana sebenarnya hukumnya dalam Islam? Apakah puasa tetap sah jika seseorang lebih banyak terlelap dari Subuh hingga Magrib?
Lihat Juga : |
Menurut KH. Wahyul Afif Al-Ghafiqi, tidur seharian saat berpuasa pada dasarnya tidak membatalkan puasa.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Puasanya tetap sah walaupun dia tidur seharian," jelasnya.
Meski sah, bukan berarti tanpa catatan. Masalah muncul ketika tidur tersebut membuat seseorang meninggalkan kewajiban salat dengan sengaja.
"Kalau dia tidur sampai tidak salat Zuhur, Asar, lalu bangun pas buka dan itu disengaja, ini yang jadi persoalan," ujarnya.
Salat lima waktu tetap wajib dilaksanakan, termasuk saat Ramadan. Jika seseorang tertidur tanpa sengaja dan terlewat salat, ia tetap wajib menggantinya ketika bangun.
Namun, berbeda halnya jika tidur itu memang diniatkan untuk menghindari kewajiban.
"Untuk urusan salat ini jangan disengaja lupa dan jangan disengaja tidur," tegasnya.
Dalam Islam memang ada keringanan (rukhsah) bagi orang yang lupa atau tertidur tanpa sengaja. Namun, menjadikan tidur sebagai alasan untuk meninggalkan ibadah jelas bukan sikap yang dibenarkan.
Ramadan bukan sekadar menahan lapar
Ramadan bukan hanya soal menahan lapar dan haus. Bulan ini adalah momentum memperbanyak amal, memperdalam ilmu agama, dan mendekatkan diri kepada Allah SWT.
Jika waktu lebih banyak dihabiskan untuk tidur, seseorang akan kehilangan banyak kesempatan berharga. Padahal, Ramadan datang hanya setahun sekali.
Ustaz Wahyul mengingatkan, jangan sampai kita menjadi orang yang merugi karena menyia-nyiakan bulan suci.
"Rugi orang yang tidak mendapatkan Ramadhan. Tapi ada yang lebih rugi lagi, yaitu orang yang bertemu Ramadhan namun melewatkannya tanpa nilai ibadah dan tanpa meningkatkan ketakwaan kepada Allah," ujarnya.
Artinya, meskipun tidur tidak membatalkan puasa, kebiasaan tersebut bisa membuat seseorang kehilangan esensi Ramadan itu sendiri.
Idealnya, waktu siang Ramadan diisi dengan aktivitas positif. Bekerja, belajar, membaca Al-Qur'an, bersedekah, atau memperbanyak zikir dan doa bisa menjadi pilihan.
Tidur tetap diperlukan sebagai bagian dari kebutuhan fisik. Namun, jangan sampai menjadi pelarian agar puasa terasa lebih cepat berlalu.
"Ramadan adalah latihan spiritual. Menahan diri dari makan dan minum hanyalah satu bagian kecil dari proses membentuk kesabaran, keikhlasan, dan ketakwaan," kata dia.
Punya pertanyaan lain seputar puasa? Selama bulan Ramadan, CNNIndonesia.com menghadirkan program #UstazTanyaDong. Anda bisa langsung mengirimkan pertanyaan melalui akun media sosial CNN Indonesia dan mendapatkan jawaban langsung dari KH. Wahyul Afif Al-Ghafiqi, anggota Majelis Ulama Indonesia (MUI) dan Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Kota Bandung.
Ramadan bukan cuma soal menahan lapar dan haus, tapi juga belajar lebih tenang, bijak, dan penuh ilmu dalam menjalani ibadah.
(tis/tis)[Gambas:Video CNN]

