5 Hal Norak yang Dilakukan Orang Biar Kelihatan Berkelas, Hindari!

CNN Indonesia
Rabu, 04 Mar 2026 08:45 WIB
Orang yang bersikeras ingin terlihat berkelas, biasanya malah terjebak melakukan hal-hal norak.
Ilustrasi. Orang yang bersikeras ingin terlihat berkelas, biasanya malah terjebak melakukan hal-hal norak. (Istockphoto/PeopleImages)
Daftar Isi
Jakarta, CNN Indonesia --

Setiap manusia pasti ingin memberikan kesan tertentu terhadap orang lain, tentunya kesan baik. Namun ada juga yang berujung jadi melakukan hal norak agar terlihat berkelas di mata orang.

Upaya seseorang agar terlihat high class atau berkelas tinggi, biasanya muncul dari kecemasan ketika berada di tangga ekonomi menengah.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Pada posisi ini, seseorang cukup dekat untuk melihat kehidupan orang kaya, tetapi jaraknya terlalu jauh untuk ikut merasakannya secara langsung.

Hal norak yang dilakukan orang agar terlihat berkelas

Berikut ini beberapa penilaian perilaku terhadap orang yang ingin terlihat berkelas, tetapi berbagai upayanya malah tampak gagal di mata orang lain.

Jadi, apa saja hal 'norak' yang dilakukan orang agar terlihat berkelas? Ini ulasannya, merangkum dari berbagai sumber:

1. Mengesankan diri akrab dengan pengalaman kelas atas

Ada beberapa topik pembicaraan yang bisa mengesankan diri tampak seperti dari kalangan kelas atas. Misalnya, bicara soal seluk-beluk wine, opera, orkestra, dan sebagainya.

Orang yang ingin kelihatan high class, cenderung membicarakan hal-hal tersebut seakan ahlinya, tetapi ternyata hanya menghafal beberapa istilah saja.

Mengutip VegOut, autentisitas merupakan ciri khas terkuat orang kelas atas. Mereka tak perlu tahu segala hal yang tampak high class dan mengakui apa yang mereka memang tak ketahui.

2. Sering menyebut merek terkenal

Hal norak lainnya yang dilakukan orang agar tampak seperti kalangan kelas atas, yakni selalu menyebutkan merek barang atau nama orang terkenal yang mereka temui.

Dari perspektif sosiologis, terus-menerus merujuk pada simbol status sebenarnya menandakan apa yang disebut sebagai "kecemasan status." Ketika seseorang merasa aman akan posisinya, ia tidak harus selalu mengingatkan semua orang tentang hal itu.

3. Menggunakan kosakata rumit secara tak tepat

Orang yang ingin tampak berkelas, biasanya menggunakan kosakata kompleks, tetapi ia menggunakannya secara tidak tepat. Ini disebut sebagai "kompensasi linguistik berlebihan."

Orang yang benar-benar berpendidikan, cenderung berkomunikasi dengan bahasa sederhana dan jelas. Mereka memahami lawan bicara atau audiensnya, lalu menyesuaikan gaya berbicara.

4. Terlalu formal, bahkan dalam suasana santai

Ilustrasi setelan formal priaFoto: morgueFile/pedrojperez
Ilustrasi pria berpakaian formal.

Gaya norak lainnya yang biasa dilakukan orang agar terlihat berkelas, yakni selalu formal dalam setiap suasana, baik dalam hal gaya pakaian maupun berbahasa.

Misalnya, berbicara dengan formal saat berkumpul santai dengan teman-teman atau menata meja dengan sangat mewah saat hendak menjamu kerabat dekat.

Ini bisa disebut sebagai kesalahpahaman kontekstual. Kemampuan untuk bersikap formal bila diperlukan dan santai bila sesuai, lebih bisa ditunjukkan oleh orang dengan kecerdasan sosial tinggi.

5. Memberi tip berlebihan

Setelah makan di restoran atau menggunakan jasa tertentu, memberikan tip kepada pegawai itu tidak ada salahnya. Namun ada saja orang-orang tertentu yang memberikan tip berlebihan untuk tujuan pamer.

Apalagi jika tindakan memberikan tip itu dilakukan secara mencolok di depan banyak orang. Sering kali, tindakan ini berasal dari rasa tidak aman akan posisinya di strata kelas.

Itu dia beberapa hal yang dilakukan orang agar terlihat berkelas, tetapi sebenarnya tampak norak. Anda tak perlu melakukan berbagai hal ini. Tindakan dan perilaku genuine tanpa perlu memperlihatkan kelas, justru akan lebih dihargai orang lain.

(rti)


[Gambas:Video CNN]