7 Ciri Anak Ber-IQ Tinggi yang Terlihat Sejak Dini

CNN Indonesia
Selasa, 17 Feb 2026 18:40 WIB
Anak cerdas punya ciri khas sejak kecil. Kenali 7 tanda IQ tinggi yang kerap muncul sejak usia dini.
Ilustrasi. Anak ber-IQ tinggi biasanya memiliki pola kebiasaan yang menunjukan kecerdasannya. (iStockphoto/JNemchinova)
Daftar Isi
Jakarta, CNN Indonesia --

Banyak orang tua merasa anaknya cerdas. Namun, IQ tinggi atau kecerdasan luar biasa biasanya menunjukkan pola perilaku yang konsisten dan sudah tampak sejak usia dini.

Melansir WebMD, istilah jenius merujuk pada seseorang dengan kemampuan intelektual atau kreativitas yang sangat tinggi, yang pada masa lalu diukur melalui skor intelligence quotient (IQ).

Pada awal 1900-an, psikolog mulai mendefinisikan jenius berdasarkan skor IQ. Skor sekitar 140 pernah dianggap sebagai batas kecerdasan luar biasa.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Sementara itu, pada 1940-an, sebagian peneliti menyarankan bahwa seorang jenius seharusnya memiliki IQ di atas 180.

Kini, para ahli lebih sering menggunakan istilah gifted atau berbakat untuk menggambarkan anak dengan kemampuan intelektual di atas rata-rata.

Kecerdasan pada anak umumnya sudah terlihat sejak usia sangat dini, baik melalui perkembangan bahasa, kemampuan membaca, hingga cara berpikir yang berbeda dibandingkan anak seusianya.

Melansir berbagai sumber, berikut sejumlah ciri IQ anak tinggi yang kerap muncul:

1. Perkembangan dini yang menonjol

Anak dengan kecerdasan tinggi sering menunjukkan kewaspadaan sejak bayi. Mereka dapat memiliki rentang perhatian lebih panjang dibandingkan anak seusianya.

Perkembangan bahasa pun cenderung lebih cepat. Sebagian anak mulai mengucapkan kata pertama lebih awal dan mampu membaca sebelum usia empat tahun.

Kemampuan motorik yang baik serta kecenderungan menggunakan kedua tangan (ambidextrous) pada fase awal juga kerap disebut sebagai salah satu tanda awal.

2. Rasa ingin tahu yang sangat besar

Ciri yang paling mudah dikenali adalah rasa ingin tahu yang seolah tak ada habisnya. Anak akan terus bertanya, bahkan tentang hal-hal yang mungkin sulit dijawab orang dewasa.

Mereka terdorong memahami suatu topik secara mendalam. Ketika tertarik pada satu bidang, misalnya sejarah atau sains, mereka bisa membaca banyak buku, berdiskusi panjang, bahkan membuat proyek sendiri terkait minat tersebut.

3. Daya imajinasi dan kreativitas tinggi

Anak berbakat sering kali sangat imajinatif. Mereka mampu menciptakan cerita, dunia khayalan, atau solusi kreatif atas suatu masalah.

Melansir Power of Positivity, sejumlah penelitian menunjukkan bahwa kreativitas dan kecerdasan kerap berjalan beriringan. Anak dengan IQ tinggi tidak hanya berpikir logis, tetapi juga mampu menemukan cara baru yang tidak biasa dalam menyelesaikan persoalan.

4. Memori sangat kuat

Sebagian anak dengan kecerdasan tinggi memiliki daya ingat yang luar biasa. Mereka dapat menghafal fakta, angka, atau detail tertentu hanya dengan sekali melihat atau mendengar.

Kemampuan ini membuat mereka unggul dalam membaca, matematika, atau bidang lain yang membutuhkan ketelitian dan daya ingat kuat.

5. Sensitif secara emosional

Selain unggul secara kognitif, anak dengan IQ tinggi sering menunjukkan kedalaman emosi. Mereka peka terhadap perasaan sendiri maupun orang lain.

Namun, sensitivitas ini kadang membuat mereka mudah kewalahan secara emosional. Beberapa anak juga sensitif terhadap rangsangan fisik, seperti merasa tidak nyaman dengan pakaian tertentu atau suara keras.

6. Selera humor unik dan tampak lebih dewasa

Anak dengan kecerdasan tinggi kerap memiliki selera humor yang tidak biasa untuk usianya. Mereka senang bermain kata, membuat lelucon cerdas, atau memahami humor yang belum tentu dimengerti teman sebayanya.

Kemampuan verbal dan kosakata yang luas membuat mereka lebih nyaman berbicara dengan orang dewasa. Hal ini terkadang membuat mereka terlihat lebih dewasa atau dianggap terlalu kritis, padahal secara emosional mereka tetap anak-anak.

7. Cenderung mandiri dan kuat pendirian

Anak dengan IQ tinggi biasanya memiliki opini yang kuat dan mampu menyampaikan argumen secara logis. Mereka bisa frustrasi ketika merasa tidak didengar atau dipaksa menghentikan aktivitas yang dianggap penting.

Sikap ini bukan semata-mata bentuk pembangkangan, melainkan bagian dari dorongan intelektual yang kuat.

Para ahli menegaskan, tidak ada ciri resmi yang bisa memastikan seorang anak adalah jenius hanya dari beberapa tanda di atas. Setiap anak unik, dan kecerdasan memiliki banyak bentuk.

Jika orang tua merasa anak memiliki kemampuan intelektual di atas rata-rata, evaluasi melalui tes standar dan observasi di lingkungan sekolah dapat membantu memberikan gambaran yang lebih objektif.

Hal yang tak kalah penting, anak dengan IQ tinggi tetap membutuhkan dukungan emosional, metode belajar yang tepat, serta bimbingan sosial agar potensinya berkembang secara seimbang.

(nga/tis)


[Gambas:Video CNN]