Benarkah Kolang-kaling Bagus untuk Tulang? Cek Kandungan Gizinya
Manfaat kolang-kaling sering dikaitkan dengan kesehatan tulang. Tapi, benarkah buah yang sering muncul dalam kolak ini benar-benar kaya gizi dan layak diandalkan sebagai sumber nutrisi harian?
Kolang-kaling dikenal memiliki tekstur yang kenyal. Rasanya yang ringan membuat kolang-kaling digemari berbagai kalangan. Namun, masih banyak yang belum memahami kandungan gizi dan cara konsumsi kolang-kaling yang tepat.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dokter spesialis gizi, Johanes Chandrawinata menjelaskan bahwa kolang-kaling memang memiliki sejumlah zat gizi yang bermanfaat, tetapi tidak bisa berdiri sendiri sebagai sumber nutrisi utama. Nilai kesehatan kolang-kaling sangat bergantung pada porsi dan cara pengolahannya.
Menurut Johanes, kandungan gizi kolang kaling per 100 gram terdiri dari:
- 103 kalori
- 26 gram (g) karbohidrat
- 23 g gula
- 2-3 g serat pangan
Kolang-kaling untuk kesehatan tulang
Selain itu, kolang-kaling mengandung beberapa mineral seperti kalsium, fosfor, kalium, zat besi, serta vitamin C yang berperan mendukung fungsi tubuh. Hal inilah yang membuat kolang-kaling dipercaya baik untuk kesehatan tulang.
Khasiat untuk kesehatan tulang didapat dari kandungan kalsium pada kolang-kaling. Dalam setiap 100 g kolang-kaling terdapat sekitar 91 miligram (mg) kalsium.
Kandungan di atas memang berkontribusi terhadap kesehatan tulang, tetapi jumlahnya relatif kecil dibanding kebutuhan harian.
"Jadi jangan terlalu berharap banyak pada kalsium dari kolang-kaling ya," ujar Johanes kepada CNNIndonesia.com, Selasa (10/2).
Nutrisi lain pada kolang-kaling
Ilustrasi kolang-kaling. (iStockphoto/rikirisnandar) |
Selain kalsium, kolang-kaling mengandung kalium yang berperan membantu menurunkan efek natrium terhadap tekanan darah. Asupan kalium dari buah dan sayuran diketahui dapat membantu menjaga tekanan darah tetap stabil.
Kolang-kaling juga mengandung zat besi yang membantu pembentukan sel darah merah dan hemoglobin, sehingga berperan dalam mencegah anemia. Kandungan vitamin C dan kalsium di dalamnya turut mendukung proses pertumbuhan tulang.
Tak hanya itu, kolang-kaling mengandung antioksidan berupa senyawa fenolik. Antioksidan ini membantu melawan radikal bebas yang terbentuk selama proses metabolisme tubuh, yang jika berlebihan dapat meningkatkan risiko berbagai penyakit.
Namun Johanes menekankan bahwa hasil ini tidak bisa disamakan dengan konsumsi kolang-kaling sehari-hari. Artinya, manfaat tersebut belum tentu muncul dari konsumsi kolang-kaling dalam bentuk makanan biasa.
Hal penting yang perlu diperhatikan adalah cara pengolahan kolang-kaling. Buah ini umumnya dikonsumsi dalam kondisi manis, seperti kolak atau campuran es yang sering kali mengandung tambahan gula dan santan.
"Kita perlu memperhitungkan juga tambahan kalori dari bumbu yang dimakan bersama dengan kolang-kaling," ujar Johanes.
Agar tetap sehat, kolang-kaling sebaiknya dikonsumsi dalam porsi wajar, dengan gula yang dibatasi, serta dilengkapi dengan sumber protein dan serat lain. Dengan cara ini, kolang-kaling dapat menjadi bagian dari pola makan seimbang, tanpa mengurangi manfaat kesehatannya.
(nga/asr)[Gambas:Video CNN]

Ilustrasi kolang-kaling. (iStockphoto/rikirisnandar)